
-
-
" Kya jangan lari." tegur Bulan saat tangan kecil itu terlepas dari tuntunannya. Kya berlari menuju pintu, lucunya bibir itu mendadak mengerucut saat tak bisa membuka pintu rumahnya. Delan segera memangku tubuh kecil itu lalu meraih handle pintu yang memang tak dikunci dari arah dalam
" Dimana Mumy dan Daddymu Kya? apa mereka lupa mengunci pintu, bagaimana bila semalam ada orang jahat masuk." gerutu Bulan bersama yang lainnya masuk kedalam
Saat itu Kya meronta ingin turun dari pangkuan Delan. Gadis kecil itu berlari menuju sofa ruang tamu. Kya berdiri dengan berkacak pinggang." Lihat anak adikmu!' ucap Delan membuat Bulan tertawa memperhatikan kepala genit Kya yang melengggak lenggok kekiri-kanan
Kya meneliti pakaian ayah dan ibunya dilantai lalu mengambil kain segitiga warna merah dilantai mengacungkannya dihadapan semua orang." Ini kan punya Mum?" ucapnya menoleh kebelakang
" Itu juga punya Daddy." tunjuknya dengan tangan lain pada kemeja sang ayah
" Astaga, bisa-bisanya mereka seceroboh ini. Dasar pasangan mesum." gerutu Bulan lalu merampas pelan celana Jiana dan memunguti pakaian Bryan dan Jiana dilantai. Delan dan Dean tergelak kencang, ayah dan anak itu tak bisa menahan tawa meilhat anak dengan usia 5 tahun itu, dan Kya yang ditertawakan malah ikut cekikikan bersama keduanya
Sementara Bulan membawa pakaian-pakaian itu kebelakang memasukannya kedalam mesin cuci. Setelahnya ia menuju dapur berniat memasak, ia tahu Jiana dan Bryan pasti masih bermesraan dikamar mereka
Dan benar saja kini keduanya masih asik bermesraan dikamar mereka. Masih tanpa busana bergelung dalam selimut, Bryan dan Jiana masih enggan saling melepaskan satu sama lain padahal sejak pagi buta keduanya sudah bangun dari tidurnya. Terlebih Bryan menjadi manja, pria itu mengalami morning sicknes lagi saat bangun tidur
Bryan meletakan kepalanya didada atas Jiana, rasanya senang jemari lentik itu terus membelai rambutnya. Tangan Bryan juga tak diam terus mengelus perut Jiana yang bergerak." Sayang menurutmu mereka pria atau wanita?" tanya Bryan
" Mau pria ataupun wanita aku akan tetap menyayangi anak-anak kita." saut Jiana
" Aku juga." Bryan mengangkat wajah menatap Jiana beberapa saat lalu kembali ketempat semula
" Boy, sejak kapan kamu tahu itu bayi Darwin?" tanya Jiana
" Aku sudah lama tahu."
" Kenapa tidak memberitahuku, kenapa membiarkanku menjadi orang bodoh?" kali ini Bryan mengangkat tubuh dan menumpu dengan satu sikutnya
" Aku tahu kamu tidak akan percaya jika itu keluar dari bibirku. Jia .. " Bryan membelai pipi itu dengan lembut
" Aku memang sangat brengsek Jia tapi itu sebelum bertemu denganmu. Mau kuberu tahu sesuatu?"
" Apa?" tanya Jiana membelai pelipis Bryan dengan jari telunjuknya, keduanya tampak saling mengagumi paras masing-masing
" Burungku tidak berdiri jika bersama wanita lain." bisik Bryan membuat Jiana terbahak lalu menamparnya, selalu galak untuk Bryan tapi ia sangat tergila-gila dengan wanita itu, Jiana melengkapi hidupnya
" Jangan bercanda, aku sedang serius."
" Siapa yang bercanda, aku bersungguh-sungguh burungku memang tidak mau tegang bersama wanita lain." gerutu Bryan. Jiana kembali tertawa karenanya
" Jia aku tidak mungkin berselingkuh karena ya percuma .." tambah Bryan lagi. Jiana menatap lekat suaminya itu lalu menangkup wajahnya
" Terima kasih." ucap Jiana dengan senyum manis membuat Bryan tersenyum bangga menepuk dadanya
" Aku berterima kasih padanya karena sangat setia padaku." saut Jiana menunjuk pangkal paha Bryan dengan dagunya
" Cih tanpa tuannya yang tergila-gila padamu, dia tidak akan setia." gerutu Bryan dan langsung mendapat kecupan lembut Jiana
" Boy aku mencintaimu." Betapa senangnya Bryan kini Jiana membalas perasaannya, aahh Bryan kini
mendapatkan kebahagiaan itu
" Apa alasanmu mencintaiku?" tanya Bryan mengulum senyumnya sembari merapihkan anak rambut Jiana kebelakang telinganya
" Eeemmmhhh Jia .. " Bryan menampilkan wajah terharunya. Jiana terkekeh lucu
" Kenapa?"
" Sweeetttt . " saut Bryan dengan senyum manisnya membuat wajah Jiana merona. Bryan kembali mengelus perut itu lalu mencium bibir Jiana beberapa saat
Jiana mengerutkan dahinya saat elusan itu kian menjurus kebawah. Jiana menggelengkan kepalanya pelan hingga bibir Bryan terlepas." Aku mau sekali lagi .. " bisik Bryan dan langsung bangkit berlutut didepan Jiana
" Lihat!" tunjuknya pada sang adik yang sudah bangun berdiri padahal Jiana tak melakukan apapun pada Bryan
Jiana terkikik geli dan merapatkan kedua kakinya." Sayang .." panggil Bryan dengan dahi berkerut dan mencoba membuka kedua kaki Jiana
" Sayang ayolah .. " Tapi Jiana malah semakin menggoda Bryan, ia menggigit bibirnya sensual membuat Bryan tak tahan, pria itu mana pernah tahan pada Jiana. Bryan mendekati Jiana menumpu beban tubuhnya dengan satu telapak tangan sementara tangan yang lain mencoba membuka kaki Jiana
Bryan mengulum puncak buah dada itu untuk menggoda Jiana, saat berhasil Bryan memainkan adiknya pada kewanitaan Jiana, menggesek-geseknya nakal membuat tubuh itu meliuk tak karuan. Bryan terkekeh melihat wajah memerah Jiana kemudian melepaskan puncak buah dada itu." Basah .. " goda Bryan terkikik lucu
" Enak hmm?" goda Bryan lagi lalu menggigit pelan bibir bawah Jiana
" Emmmh .. " Jiana mulai melenguh pelan membuat Bryan kembali terkikik. Bryan meluma* habis bibir itu tanpa berhenti memainkan adiknya dibawah sana. Hasrat Bryan mulai memuncak, ia mulai bangkit menjauhi Jiana dan memposisikan dirinya
Bruk
Bruk
Bruk
Bruk
" Daddy .. Mumy .. Kya pulang .. "
" Daddy .. Mumy ... " Jiana tertawa melihat wajah masam mendadak suaminya lalu ia merapatkan kaki itu lagi. Jiana beringus bangun dan menuruni ranjang meninggalkan Bryan
" Sial .. kenapa aku tak cepat bergerak. Sial sungguh sial .. " gumam Bryan menatap miris adiknya lalu menghempaskan tubuhnya telungkup diatas ranjang
" Awww sial .. " gerutunya lagi
Jiana yang sudah berpakaian tak bisa menahan senyumnya melihat tubuh besar yang tanpa busana itu masih telungkup dikasur. Ia segera mendekati sang suami dan meraih selimut tebal mereka menutupi tubuh polos Bryan
" Kita lanjutkan nanti malam setelah Kya tidur." bisik Jiana membungkuk untuk mengecup pelipis Bryan lalu berjalan menuju pintu, membuka pintu itu untuk putrinya
" Anak cantik Mum." panggil Jiana, seketika Kya langsung memeluk kedua kaki sang ibu, wajah itu riang kembali dimata Jiana, kini tidak ada lagi kan yang Jiana khawatirkan dan tidak ada pula penghalang untuk Jiana menata rumah tangganya kembali bersama Bryan
Melihat sang ayah dikasur, Kya segera berlari. Gadis kecil itu cekatan naik dan langsung menimpakan tubuhnya yang lumayan berat itu pada sang ayah. Bryan mengaduh karena itu, selain kepalanya yang mulai pusing sang adik juga bertambah sakit karena putrinya. Bryan menggeram kesal tapi ia juga tak bisa marah pada kedua wanita itu
" Mum kenapa Daddy tidak bangun?" tanya Kya duduk dipunggung Bryan yang tertutupi selimut. Tapi Jiana hanya tersenyum memandangi Kya
" Mum Daddy mati ya?" seketika itu juga Jiana tertawa, ia mendekati Kya dan menurunkan Kya dari punggung Bryan kekasur
" Biarkan Daddy istirahat, semalam Daddy kan lembur."
" Daddy selalu saja bekerja." gerutu bibir kecil itu, Jiana kembali tertawa dibuatnya padahal lembur yang dimaksud Jiana adalah menjenguk sikembar
-
-