
-
-
" Apa yang kalian lakukan? lepaskan!" perintah Bryan pada dua wanita yang berebutan ingin memeluknya yaitu Clay dan Clarissa
" Tampan, berbulan-bulan kita bertemu kenapa sekarang jutek seperti ini." saut Clarissa manja menempelkan pipi kirinya dilengan atas Bryan
" Jangan seperti ini kalian gatal sekali." gerutu Bryan membuat semuanya heran
" Setelah menikah kau berubah 180 derajat." cebik Clarissa
" Dia sudah tertular istrinya yang dingin." celetuk Arnold dengan cekikikannya
" Diamlah." saut Bryan kesal lalu ia melirik Viona
" Emmh Bryan, Viona ingin ikut kita berlibur." ucap David
" Tumben sekali." decak Bryan lalu melenggang meninggalkan semua orang menuju boarding room
" Ada apa dengan si tampan." ucap Clay menggelengkan kepalanya heran lalu mengikuti Bryan dengan yang lainnya
Mereka masuk kedalam pesawat dengan kelas bisnis karena jarak Jakarta-Bali yang dekat. Bryan duduk didekat jendela yang langsung diikuti tiga wanita pemujanya tak lain adalah Clay, Clarissa dan Viona. Ketiga wanita itu berebutan ingin dekat dengan Bryan dan akhirnya Viona lah pemenangnya. Sementara Arnold dan David berbeda kursi, mereka hanya bertiga bersama pacar Arnold dan dibelakang kursi Bryan
Bryan tak menggubris ketiganya, sejak meninggalkan rumah perasaan Bryan terasa kacau, ia merasa galau tak jelas apalagi ia merasa bersalah telah membohongi keduanya. Bryan memalingkan wajah dari Viona, ia menatap keluar jendela dengan papperbag coklat tak lepas dari pegangangnya
Ketiganya tak ada yang membuka suaranya sedikitpun melihat raut wajah Bryan yang tak ramah. Ketiganya hanya memandangi Bryan yang dimata mereka selalu tampan mempesona
" Boy." panggil David dibelakang membuat Bryan menoleh padanya
" Pramugari itu meminta nomer ponselmu." bisik David
" Lalu?" tanya Bryan
" Lumayan kan untukmu kalau bosan dengan Clarissa." bisik David ditelinga Bryan lalu ia menunjuk seoranng pramugari cantik dan seksi didepan 3 meter dari arah Bryan, pramugari itupun tersenyum menatapi Bryan yang hanya meneliti merasa tak asing dengan pramugari itu
" Aku seperti pernah bertemu dengannya." bisik Bryan pada David
Kedua pria itu hanya menatapi sang pramugari yang kini berjalan mendekat pada Bryan. Pramugari itu tersenyum menjulang tinggi didepan Viona
" Tuan, kau masih mengingatku?" tanyanya mendayu
" Kau pramugari dipenerbangan ke Paris waktu itu?" tanya Bryan
" Yaa itu saya." sautnya pelan tersenyum begitu manis
Bryan mengangguk dan membalas senyuman wanita cantik berpakaian seragam merah menyala itu
" Apa kau memiliki waktu senggang setelah penerbangan ini?" tanya David membuat ketiga wanita yang dekat dengan Bryan mendadak masam, bertambahlah satu saingan mereka
" Ya saya memiliki waktu 4 jam." sautnya tersipu malu
" Kalau begitu ikutlah dengan kami, kami akan menginap di vila dekat pantai kuta." saut David sementara Bryan hanya terdiam dengan mata jelalatan pada tubuh pramugari itu
" Dengan senang hati." saut pramugari itu tak mengalihkan pandangannya dari wajah dan tubuh Bryan
" Tuan, apa anda mau kopi?" tanya pramugari itu pada Bryan
" Tidak, saya membawa ini." saut Bryan menunjuk papperbag dengan dagunya
" Boy memangnya itu apa?" tanya David
" Ada apa?"
" Lihatlah, Boy membawa kotak bekal seperti anak tk." saut David cekikikan
" Boy .. Boy .. itu milik Kya mungkin kau salah membawa. Sebenarnya kau berniat membawa kondo* kan?" tanya Arnold meledek
" Tidak ini Jiana yang membuatnya. Aku hanya menghargai istriku." saut Bryan membuat paramugari itu terkejut
" Anda sudah me .. nikah?" tanyanya
" Dia sudah berbuntut." celetuk David
Pramugari itu memaksakan senyumnya lalu berpamitan pergi, terlihat sekali wajah cantik itu kecewa mendengar Bryan yang sudah menikah
Semuanya kembali ketempat masing-masing saat pesawat akan lepas landas dan meninggalkan Jakarta menuju Denpasar- Bali. Setelah mengapung diudara, Bryan mulai membuka kotak bekal dari Jiana, ia tersenyum melihat beberapa jenis susie buatan istrinya dan senyum itu terlihat oleh Viona yang tak henti menatapi Bryan dan kotak itu bergantian, rasa cemburu pada Jiana kian mencuat dihati Viona
" Kau mau?" tanya Bryan pada Viona yang duduk disebelahnya kemudian pada Clay yang berhadapan dengannya
" Apakah enak?," tanya Clarissa
" Istriku pintar memasak dan membuat kue." puji Bryan sambil memasukan nasi yang digulung rumput laut kedalam mulutnya dengan sumpit yang telah tersedia disana
" Benarkah? apa itu yang membuatmu tertarik padanya?" tanya Clay
Bryan tak menjawab, ia sibuk mengunyah dan memasukan lagi dan lagi susie itu kedalam mulutnya hingga penuh
" Sepertinya enak, bolehkah aku mencobanya?" tanya Clarissa membuat Bryan menyodorkan kotak bekal itu pada Clarissa yang berhadapan dengan Viona
" Memang sangat enak tak berbeda jauh dengan yang berada di Restaurant." puji Clarissa
" Apa kau mengenal istri Bryan?" tanya Clay
" Tentu saja, dia sangat cantik." puji Clarissa yang pada saat itu datang ke acara pernikahannya bersama Jiana
" Benar-benar membuatku cemburu." gerutu Clay membuat Bryan menggelengkan kepala dan tersenyum, tidak tahu saja mereka bahwa Jiana adalah wanita yang paling dingin dimuka bumi ini. Pikir Bryan terkikik dalam hati mengingat Jiana yang selalu galak padanya
Dua jam mereka berada didalam pesawat hingga kini pesawat itu mendarat dengan selamat di bandara Denpasar, Bali. Semua penumpang turun dari pesawat begitupun mereka
Sambil menggeret koper masing-masing, mereka berjalan menuju lobi bandara dimana telah ada supir sewaan yang menjemput mereka dengan mobil putih yang bisa di tumpangi 8 orang. Mereka masuk kedalam mobil begitupun pramugari cantik dipesawat yang langsung ikut dengan mereka
" Pantai. " teriak Clarissa beringus keluar dari mobil saat mobil itu sampai tepat didepan vila milik Bryan
" Bryan .. Mr Bryan .. " teriak Clarissa memanggil-manggil Bryan yang ikut keluar dan menikmati angin pantai yang berhembus kencang. Bryan berjalan mendekati Clarissa dan mendorong wanita itu hingga tercebur ke ombak. Ia tertawa kencang lalu ia mengingat Kya dan Jiana, jika bersama keluarga kecilnya mungkin itu akan semakin menyenangkan
" Sayang kau jahat sekali." teriak Clarissa mencipratkan air pada Bryan lalu berlari memeluk Bryan dengan begitu manja
Lalu David dan Arnold menarik semua wanita untuk bergabung disana, mereka bermain air, ada yang saling memeluk dan berciuman. Tapi tidak dengan Bryan, untuk kali ini pria itu sedikit menjaga jarak dengan wanita padahal tujuannya ikut untuk bersenang-senang
Setelah puas seharian bermain air, mereka masuk kedalam vila untuk membersihkan tubuhnya dan memilih kamar masing-masing. Menjelang malam, barulah mereka berkumpul kembali untuk melakukan barbeque di depan Vila
Bryan terdiam dikursi panjang memandang ke arah pantai sambil sesekali meminum bir rendah alkohol ditangan kirinya. Tampan dan seksi, itulah yang terlihat di mata Viona saat ini, pria itu hanya mengenakan kaos hitam tanpa lengan dan celana jeans pendek dengan lutut yang robek bad badboy. Tapi saat Viona mendekat, ia keduluan sang pramugari cantik
" Kita belum berkenalan." ucap pramugari itu mengulurkan tangannya pada Bryan
-
z