Stuck With Mr Bryan?

Stuck With Mr Bryan?
Terbongkar



-


-


Aku terbangun, tubuhku masih saja terasa lemah. Selama 38 hari ini aku bed rest di ranjang rumah sakit, benar-benar sial aku mengalami morning sicknes karena kehamilan istriku. Mual, pusing dan perut yang terus bergejolak setiap hari kurasakan, makanan yang selalu kumakan pun tak pernah masuk kedalam perut hanya sampai dirongga tenggorokan aku sudah mengeluarkannya lagi sehingga asupan gizi hanya kudapat dari selang infus


Disatu sisi aku juga merasa sedih, aku merindukan Jiana dan Kya, sejak hari itu istriku tidak ada, dia dibawa lari oleh mama mertuaku yang kejam itu. Meskipun aku tahu dimana Jiana tapi aku berpura-pura tak tahu dihadapan semua orang. Airmataku selalu menetes bila mengingat Jiana, rasa bersalahku kian tinggi. Mungkin dulu juga Jiana merasakan hal yang sama saat mengandung Kya. Sungguh kuat wanita itu mampu menghadapi semuanya sendiri


" Tolong carikan Jiana .. " ucapku hampir setiap harinya pada semua orang lalu aku menangis, entahlah bawaannya aku selalu ingin menangis mungkin karena kehamilan Jiana juga. Dan ada satu hal hikmah dibalik semua kejadian hilangnya Jiana yaitu Daddy yang mau bicara lagi padaku


" Dad mom maafkan aku, aku menipu kalian. Aku tahu dimana Jiana hanya saja aku berpura-pura bodoh untuk mengelabuhi seseorang." batinku


" Boy Dad sudah menyuruh semua orang mencari Jiana dan Kya. Tapi tidak ada satupun yang berhasil menemukan Jiana.. " saut Daddy, suaranya terdengar sedih ditelingaku. Mungkin Daddy merasa kasihan padaku yang terus menangisi Jiana dan Kya


Itu membuatku membalikan badan, aku membelakangi semua orang saat semua orang mengatakan tak berhasil menemukan Jiana. Aku menangis lagi dengan airmata menderas. Aku tidak tahu kenapa aku jadi sesensitif ini padahal aku tahu Jiana dan Kya kini baik-baik saja


Kedua orangtua Queen menyembunyikan Jiana dan Kya dipulau terpencil dinegri ini. Tujuan mereka menyembunyikan Jiana hanya satu agar hatiku kembali pada Queen dan melupakan Jiana, mama Mia ingin aku bersikap adil itu kutahu dari cctv yang kupasang dirumah. Hari itu aku melihat mama Mia datang, aku mendengar semuanya dan aku juga melihat segerombolan orang bak perampok datang dihari berikutnya untuk menculik Jiana dan Kya. Kupikir kenapa ada orang sebodoh mereka? dan kenapa ada ibu seperti mama Mia didunia ini?


Jiana .. istriku yang malang, tunggulah aku sayang. Kelak kamu tidak akan menangis lagi. Kupastikan airmata itu bukan airmata kesedihan melainkan airmata bahagia


" Boy .. " panggil Daddy menyentuh bahuku yang bergetar. Semua orang tampak sedih dengan kondisiku saat ini. Aku tidak pernahmau makan, bahkan suara yang keluarkan tak lebih dari permintaanku untuk mencari Jiana


" Darwin, kau sungguh tidak tahu dimana Jiana?" tanya Dean pada Darwin


" Aku sudah menyuruh semua anak buah Tuan untuk mencari Nyonya Jiana tapi benar-benar tak ada yang menemukan Nyonya Jiana." itulah yang kudengar dari Darwin. Dasar pria bodoh tidak berguna sama sekali. Gerutuku dalam hati


Aku bisa mendengar helaan nafas Daddy dan tangisan momy. Itu membuatku merasa bersalah karena telah membohongi semua orang. Aku melakukan semua ini bukan tanpa alasan, sejak pernikahan siriku bersama Queen aku sudah tahu Darwin adalah ayah dari bayi itu


Saat itu seorang bawahanku datang kekantor memberitahu bahwa hasil tes lab dalam darah keperawanan Queen terdapat sperm* Darwin, dan darah itu kudapat dari sprei yang kubuang kekeranjang kotor. Untung saja bi Amy belum mencucinya hari itu


" Tuan bukankah dengan ini Tuan bisa membuat semua orang percaya lagi pada Tuan?" tanya bawahanku yang bernama Anjas itu, dia seorang detektif handal yang sudah menemaniku selama dua tahun ini


" Tidak, ini saja tidak cukup. Aku butuh sesuatu yang lebih besar." sautku lalu aku menyuruh Anjas menyimpan hasil lab itu untuk sementara waktu


Larut malam suara semua orang sudah tak kudengar. Meskipun tubuhku masih terasa lemas aku memaksakan diri untuk bangun. Pandanganku mengedar melihat semuanya sudah tertidur disofa tapi aku tak melihat Darwin disana


Lalu aku turun dari ranjang, aku menuju keluar. Saat itu aku melihat Darwin sedang menelpon seseorang dengan suara berbisik. Si bodoh ini memangnya aku tidak tahu bahwa kau dan Queen bersekutu menyembunyikan Jia dariku


Aku berjalan menjauhi ruang kamarku dengan membawa ponsel ditanganku. Aku menghubungi Anjas agar menghubungi Daddy dan membuat semua orang terbangun mencariku. Aku sengaja berjalan menuju atap dengan perlahan karena tubuh yang masih lemas. Bayangkan saja sudah sebulan lebih aku tidak makan, ayam balado kesukaanku pun sama sekali tak menggugah seleraku


Kini aku sampai diatap. Bibirku menyeringai saat mendengar suara sepatu yang mengikutiku dari belakang. Aku menuju pagar pembatas atap yang terbuat dari tembok lalu memakai semua tenagaku untuk naik tembok yang setinggi satu meter


" Apa yang kau lakukan?" suara itu kukenali, suara Darwin. Aku tak menjawab, aku hanya berdiri diatas pagar tembok merentangkan kedua tanganku menikmati semilir angin


" Boy .. " tiba-tiba teriakan itu terdengar histeris. Aku bahkan tak berani menatap kebawah, jika aku benar jatuh kupastikan wajah tampanku ini akan tak berbentuk lagi. Pelan-pelan aku memutar tubuh, kulihat semua orang kini menangis melihatku. Bulan Chesa Chesy Momy, wanita-wanita cengeng itu


" Jangan seperti ini boy, Dad janji akan berusaha keras mencari Jiana. Kalau perlu Dad sendiri yang akan angkat tangan." ucap ayahku mencoba melangkah mendekat. Tapi Maaf Dad, sampai kapanpun Dad tidak akan bisa mencari Jiana. Semua orang sudah kusuruh untuk berpura-pura bodoh dan tak bisa menemukan Jiana


" Jangan mendekat!" sautku


" Bryan jangan gila, aku akan membantumu mencari Jiana dan Kya. Ayo turunlah. " kulihat wajah kakak iparku juga sedih dan setitik airmata tampak dipipinya. Terlihat sekali Dean sangat menyayangiku


" Aku tidak bisa hidup tanpa Jiana dan Kya. Aku lebih baik mati saja." ucapku membuat tangisan Momy kencang


" Boy, kamu tidak menyayanyi Mom, kamu akan membuat Mom sedih jika seperti ini. Maafkan kami, kami akan berusaha lagi membantumu dan Jiana." Aku benar-benar tak tega melihat momy menangis


" Daddy mohon, turunlah. Dad akan mencari Jiana. " pinta Ken memelaskan wajahnya tapi Bryan malah memutar tubuhnya kembali


" Hidupku seperti mati tanpa Jiana." ucapku kembali merentangkan kedua tangan


" Bryan!" teriak Ken histeris lalu berlutut ke lantai, pria itu menangis tersedu memegangi dadanya


" Kamu akan membuat Daddy benar-benar gila jika seperti itu." tangisan itu menyayat hati siapapun, kencang dan tak pernah ditunjukan dihadapan anak-anaknya


" Jangan seperti ini, maafkan Daddy." lirihnya membuat Bryan menitikan airmata. Bryan merasa berdosa saat ini


Bruk


Tiba-tiba Darwin ikut berlutut membuat bibir Bryan menyeringai puas." Maafkan aku .. " ucapan itu terdengar serak. Aku kembali memutar tubuhku untuk melihat Darwin


Ini saatnya, pertunjukan benar-benar dimulai. Aku tahu Darwin tidak akan tega melihat Daddy, selama ini Daddy sudah banyak membantu Darwin, mengobati biaya perawatan penyakit kanker payudara ibunya di Jerman. Aku melihat Darwin menangis didepan Daddy


" Darwin .. " lirih Ken beranjak berdiri


" Bayi itu adalah bayiku. Bukan anak Bryan melainkan anakku." Semua orang tampak tercengang begitupun Daddy


" Itu bayiku, aku yang tidur dengan Queen bukan Bryan." ucap Darwin dengan airmata berlinang menyesali semua perbuatannya


Flashback sebelum huru hara


" Apa yang kau lakukan?" tanya Darwin terkejut, ia kembali untuk mencari kunci mobil. Darwin juga meneguk ludahnya kasar melihat tubuh molek Queen yang sedang berusaha menelanjangi Bryan, bagaimanapun Darwin adalah pria normal


" Diamlah, jangan ikut campur." saut Queen mengabaikan Darwin, pria itu masuk kedalam kamar Bryan dan Jiana untuk mencari kunci mobil. Ia membelakangi Queen menatap foto-foto keluarga kecil yang bahagia didingding. Sejujurnya Darwin cemburu dan marah melihat itu, bagaimana bisa kini Bryan yang mendapatkan kebahagiaan itu bersama Jiana?


" Apa yang kau lakukan keluarlah" teriak Queen kesal membuat Darwin kembali memutar tubuhnya. Ia berjalan menuju pintu lalu melirik Queen yang telungkup diatas tubuh Bryan yang sudah terlelap, wanita itu menciumi bibir Bryan


" Kau bukan Jia minggirlah." begitulah racauan Bryan yang didengar Darwin sambil mendorong tubuh Queen hingga berguling kesamping. Saat itu Queen mendengus kesal karena susah sekali menggoda Bryan, apalagi membangunkan burungnya


Darwin ingin sekali tertawa melihat wanita murahan itu. Ia berjalan keluar lagi namun dihentikan Queen." Kau menyukai Jiana?" saat itu Darwin memutar tubuhnya menatap heran Queen


" Aku tidak hanya suka, aku mencintai Jiana sejak dulu."


" Lalu kenapa kau bodoh?"


" Dia sudah milik orang lain, lalu apa yang harus kulakukan?" bibir Queen menyeringai mendapatkan sekutunya. Lalu ia menuruni ranjang dan mendekat pada Darwin tanpa malu dengan tubuh polosnya


" Tiduri aku?"


" Apa keuntunganku?"


" Kau bisa mendapatkan Jiana dan aku kembali pada Bryan."


" Bukankah memotret kalian sedang tidur berdua saja sudah cukup?"


" Tidak, aku tahu Jiana tak akan meninggalkan Bryan. Kita butuh sesuatu yang lebih hebat" tanpa basa basi Queen menarik Darwin menuju ranjang. Mereka melakukannya disamping Bryan


" Teruskan!" perintah Queen saat Darwin membeku melihat darah mengalir dari kewanitaan Queen, tak menyangka wanita bar-bar itu masih perawan. Darwin menuntaskan pergulatan panas itu, menumpahkan cairannya dirahim Queen sesuai permintaan wanita itu


" Dimana apartementmu?"


" Mau apa?" tanya Darwin menaikan resletingnya kembali dan duduk disisi ranjang


" Kita harus melakukannya lagi sampai aku hamil."


Flashback off


Plak


Saat itu Daddy menamparnya dengan begitu keras. Daddy tampak sangat kecewa dengan penghianatan Darwin." Kenapa kau melakukan itu? " suara Daddy benar-benar dingin kali ini


" Aku sangat membenci Bryan, dulu Jiana adalah kekasihku tapi Bryan malah memperkosanya. Jiana hamil dan meninggalkanku." Aku tertawa mendengar penuturan Darwin lalu aku turun dari tembok mendekati Darwin. Kuberi tinju wajah itu hingga Darwin tersungkur ke lantai. Daddy tak menghentikanku, Daddy terlihat marah dan benar-benar kecewa pada Darwin


Aku kembali meninju wajah itu hingga hidung Darwin berdarah." Seharusnya kau berpikir dimana awal kesalahan itu, bukankah disini juga kau punya peran? kau membiarkan Jiana masuk kedalam rumahku. Kau yang pertama memiliki salah. " Darwin tak melawan ia membiarkanku meninju perutnya, aku sudah lama ingin menghabisi Darwin dan ini kesempatanku


Saat itu aku berhenti aku berdiri didepan Daddy. dan Daddy memegang lalu mencengkram pelan kedua bahuku." Jangan melakukan hal itu lagi, Daddy akan marah padamu dan kamu bukan lagi kebanggaan Daddy bila berniat bunuh diri lagi." ucapan itu membuat bibirku tersenyum manis


" Maaf Dad, aku tidak sebodoh itu. Aku hanya mengerjai kalian hehe .. " sautku lalu aku berlari sebelum semua orang menghajar dan memukulku


" Bryan .. " aku mendengar semua orang berteriak marah padaku membuatku tertawa. Aku segera berlari menuruni tangga, sekarang tubuhku tak terasa lemas lagi malah sangat bersemangat dan saat ini tujuanku adalah Jiana ..


Semuanya sudah selesai Jia aku akan menjemputmu sayang ..


-


-


Kasih aku vote dongg 🤭🤭🤭 bunga juga 🤭🤭🤭 kopi juga boleh 🤭🤭🤭


-


-