Stuck With Mr Bryan?

Stuck With Mr Bryan?
Ingin seorang bayi



-


-


Jiana perlahan membuka matanya saat pagi menjelang, ia menggeliyatkan tubuhnya yang benar-benar terasa pegal karena Bryan tak melepaskan dekapannya sedikitpun tadi malam. Bibir Jiana tersenyum melihat putrinya yang masih tertidur pulas lalu ia mencoba bergerak sambil menengok kebelakang dan benda kenyal itu langsung saja mendarat dibibir Jiana. Wanita itu terkesima hingga tak mengedipkan matanya


" Pagi sayang .. " ucap Bryan melebarkan senyumnya selebar mungkin. Tak mendapat jawaban dari Jiana, Bryan segera melu*at bibir itu dengan begitu lembut membuat Jiana tersadar dan mengedipkan kedua matanya. Bryan melepaskan bibirnya menangkup wajah Jiana dengan satu tangannya


" Kenapa kau selalu menciumku." gerutu Jiana pelan


" Bukankah kau suka yang romantis, ciuman lembut adalah hal yang romantis." saut Bryan dengan seringai dibibirnya lalu ia kembali membenamkan bibirnya pada Jiana tak membiarkan wanita itu membuka suaranya, seakan tak bosan dengan bibir yang terus ia jamah itu. Jiana mendorong dada Bryan, ia tersengal dengan ciuman Bryan yang selalu menghanyutkan untuknya


" Jangan diteruskan, Kya sebentar lagi bangun" bisik Jiana pelan membuat Bryan terbahak kencang


" Ayolah sayang semalam aku tidak mendapatkanmu." gerutu Bryan manja mengerucutkan bibirnya seperti Kya


Jiana tertawa dan kembali menampar pipi Bryan hingga kedua mata itu membulat sempurna dengan istrinya yang selalu galak padanya. Bryan segera menangkap jemari yang tadi menamparnya dan ia gigiti pelan jari- jari Jiana


" Kalau kau lapar aku memasak hmm jangan makan jariku." ucap Jiana usil


" Aku lapar dan ingin memakanmu." bisik Bryan dengan tatapan mesum dan bibir tersenyum nakal


" Jangan mulai, kau mau Kya mengganggu kita ditengah jalan?" Bryan mengulum senyumnya


" Sebentar, hanya sebentar hmm?"


" Bukankah kita harus bersiap-siap untuk pergi ke bandung."


" Hanya sekali, pelit sekali." gerutu Bryan lagi, ia mulai kesal pada Jiana yang banyak alasan untuk menolaknya


" Ayolah beri aku vitamin untuk pagi ini." ucap Bryan memelaskan wajahnya pada Jiana, dan Bryan tidak pernah memelas pada wanita manapun tapi berdekatan dengan Jiana selalu membuat juniornya on mendadak


" Kya tidak akan bangun, ini masih sangat pagi." rayu Bryan, satu tangannya mulai menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan Jiana


" Tapi aku mmmpppp." Bryan segera membungkam mulut Jiana dengan bibirnya, ia benar-benar tak tahan akan hasratnya yang menggebu sejak semalam


Tangan Bryan mulai nakal menurunkan celana piyama tidur Jiana kebawah hingga lutut lalu celana terakhir Jiana ia tarik juga kebawah membuat Jiana memekik dalam ciumannya dan berontak, namun Bryan tak membiarkan itu ia makin menghimpit Jiana dengan tubuhnya yang lebih besar dari Jiana


" Emmmhh .. " lenguh Jiana saat jemari Bryan mulai nakal dipangkal pahanya, membuka lebar kedua paha itu. Jika sudah mendapat sentuhan Bryan seperti ini, Jiana mana tahan wanita itu kini mulai pasrah dengan yang dilakukan sang suami


Saat cukup membuat pangkal paha itu basah, Bryan bergegas menarik kedua celana itu kebawah kemudian celana milik dirinya hingga batas lutut


" Aahh .. " desah Jiana tertahan karena takut membangunkan Kya saat Bryan mulai memasukinya dengan sekali hentakan


" Aaarrhhgg sayaang. " erang Bryan panjang diceruk leher Jiana, merasakan hangatnya daging lembut dibawah sana pada adiknya


Bryan tak membuang waktu ia akan mempersingkat percintaan mereka pagi ini. Ia bangun dari tubuh Jiana, membuka kedua paha wanita itu menahan dengan kedua tangannya dan mulai bergerak cepat memaju mundurkan adiknya pada Jiana


Ranjang bersprei hitam itu mulai bergoyang dan mengeluarkan suara deritan kencang memenuhi setiap penjuru kamar. Sesekali tatapan keduanya tertuju pada Kya yang beruntungnya tak terganggu sedikitpun namun Bryan juga tak bisa terlalu kencang mengeluarkan suara nikmatnya begitupun Jiana yang menutup mulut dengan telapak tangannya


" Oh **** kau Jiana .. " erang Bryan panjang melepaskan cair*n putih kental itu dirahim Jiana setelah hampir 30 menit lamanya mereka bergumul dibalik selimut, dan 30 menit menurut Bryan adalah waktu yang singkat


Bryan beringus melepaskan penyatuannya dengan Jiana, ia membungkukan badan dan menyingkap piyama tidur Jiana yang masih melekat tak Bryan sentuh sedikitpun saat tadi bergumul bersama Jiana karena Bryan menyentuh gunung kembar itu dari luar. Ia mendaratkan bibirnya diperut Jiana, menciumi perut itu lembut dengan tatapan pada Jiana yang juga menunduk menatapnya


" Sayang .. aku ingin bayi lagi dari perutmu. Aku janji kali ini aku akan menemanimu." ucap Bryan membuat Jiana tertegun


" Aku ingin seperti pria lain yang melakukan apapun saat istri mereka mengandung, aku ingin melihat perutmu membuncit dan melahirkan anak kita lagi." ucapnya lagi dengan wajah penuh harap. Jiana mengulurkan tangannya membelai rambut Bryan dari puncak kebelakang, wanita itu tersenyum tanpa mengatakan apapun. Bryan orang yang sangat sibuk tapi Jiana juga tak menyangka bahwa pria itu memikirkan pernikahan mereka sampai sejauh itu


" Kenapa kau mau aku yang mengandung anakmu?" tanya Jiana


Spontan sentilan keras mendarat dikening Jiana tentu saja itu ulah jemari Bryan yang terperangah dengan pertanyaan istrinya


" Tentu saja karena kau istriku, memangnya wanita mana yang mau kuhamili selain dirimu." gerutu Bryan pelan


" Kau mau Kya memukul dan memakiku jika adiknya bukan dari Mumynya." tambah Bryan kali ini Jiana tertawa. Wanita itu tak menyangka lagi pria semenyebalkan Bryan kini berubah jadi pria yang selalu membuatnya tertawa meskipun lelucon itu sangat garing untuknya


" Kau menyebalkan." gerutu Bryan mengerucutkan bibirnya seperti Kya yang langsung Jiana berikan kecupan lembutnya


" Tapi kau cinta mati padaku kan?" tanya Jiana mengerlikan matanya genit dan menggigit bibir bawahnya


" Jangan bertingkah begitu." larang Bryan menaikan jari telunjuknya


" Apalagi pada pria lain." tambah Bryan


" Kenapa?" tanya Jiana mengernyitkan dahinya tak mengerti


" Karena itu membuatku on."


" Itu karena kau tidak normal dan selalu berpikir mesum." ejek Jiana dengan tawa kecil


" Aku bersungguh-sungguh Ji, hanya kau wanita yang membuatku seperti ini. Aku selalu on bila didekatmu." saut Bryan dengan suara manja dan jemari yang mulai hinggap menyentuh pipi Jiana


" Menggelikan, berhenti merayuku." saut Jiana tersipu malu dan langsung bergerak membelakangi Bryan. Spontan jemari Bryan nakal menyentuh bokong Jiana yang masih polos


" Kenapa kau tidak percaya, kau tahu aku tidak pernah meniduri wanita lebih dari sekali. Tapi denganmu aku selalu ingin melakukannya." gumam Bryan terdengar jelas dikedua telinga Jiana


" Ji .. " Bryan mulai mendekat dan jemarinya kian nakal dibokong Jiana


" Apalagi kau belum puas?."


" Aku memang belum puas, tapi jika aku minta lagi kau mau memberikannya untukku?" tanya Bryan kian mengikis jarak, terpaan nafas hangatnya kini menggelitik leher Jiana


" Segera pakai celanamu." bisik Jiana menunjuk Kya yang terlihat membuka matanya dengan dagu membuat Bryan menghela nafas akan kegagalan rayuan untuk ronde keduanya dan bergegas menaikan kedua celananya yang masih menggantung di kakinya


Dari belakang Bryan juga membantu Jiana memakai kembali celananya, kali ini wanita itu tak memakai dalaman membuat Bryan menyeringai penuh dan menyusupkan jemarinya pada pangkal paha Jiana


" Mummy .. " panggil Kya bangun duduk dan menatap kedua orang tuanya yang masih bergelung selimut bergantian


" Hey sayang .. " panggil Jiana melebarkan senyumnya lalu Bryan mengangkat tubuhnya dari belakang Jiana, sebenarnya Jiana benar-benar tak nyaman dengan tangan Bryan yang berada dibawah tapi mau bagaimana lagi ia tidak mungkin memarahi Bryan didepan Kya


" Kenapa Kya tidul disini Kya kan mau ditengah Daddy dan Mummy." gerutu Kya mengerucutkan bibir membuat kedua orangtuanya merasa gemas. Bryan kali ini ia melepaskan jemarinya dari Jiana dan berpindah ke atas mendekap tubuh Jiana


" Daddy dan Mum kan sedang pacaran." ucap Bryab menghujani sebelah pipi Jiana dengan kecupan lembutnya membuat sang gadis kecil spontan berdiri dan menjatuhkan tubuhnya antara Bryan dan Jiana


" Auuuh berat." teriak Bryan membuat Kya cekikikan dan tubuh kecil itu langsung menyusup antara dirinya dan Jiana, memisahkannya dan Jiana yang langsung berbalik pada Kya dan Bryan


Tawa kembali memenuhi kamar mereka dengan cekikikan ketiganya yang terus saling bercanda. Terutama Bryan yang terus mencandai Kya dan Jiana dengan lelucon yang menurut Jiana garing tapi sangat sukses membuatnya dan Kya tertawa


-


-