Stuck With Mr Bryan?

Stuck With Mr Bryan?
Baby gurita



-


-


" Tidak Kya Daddy sedang berolahraga!" saut Jiana dengan wajah gugup bercampur malu hingga memerah


" Hah olahlaga, kenapa Daddy olahlaga diatas pelut Mum?"


Astaga, Jiana benar-benar bingung menjawab pertanyaan putri mereka." Eeemmh karena berdua bersama Mummy, Mummy juga harus berolahraga agar sehat."


" Kenapa Kya tidak diajak Mum?"


" Kya kan sudah tidur tadi .. " saut Jiana menyengir, ia ingin sekali tertawa melihat raut wajah polos putrinya


" Sekarang tidur lagi ya. "


" Kya juga kepanasan, Kya mau tidul sama Daddy dilantai .. "


" Kya .. " suara Bryan menyaut


" Jangan Kya jangan tidur disini."


" Kya .. "


" Mum kenapa tidak boleh?" wajah lucu itu menengadah pada sang ibu. Jiana semakin bingung, mencoba menghindari jawaban Kya ia memejamkan mata dan pura-pura tidur


" Mum?"


" Sayang .. Mum mengantuk!"


" Kya Daddy juga mau tidur diatas lagi." Bryan kembali muncul dengan pakaian yang sudah lengkap, pria itu kembali pada posisinya semula sebelum Kya tidur dan langsung merengkuh Kya yang menghadap ibunya


" Tidurlah anak cantikku .. " Bryan bersenandung


" Tidurlah sayang .. Daddy dan Mummy sudah mengantuk . " Kya cekikikan mendengar suara nyanyian jelek sang ayah


" Hey .. ayo tidur."


" Suara Daddy jelek!" ledeknya membuat Jiana tertawa dan spontan membuka matanya


" Kyasha tidurlah anak daddy dan mummy .. kalau tidak tidur digigit gajah .. " Jiana dan Kya semakin cekikikan dengan nyanyian yang meracau dan asal dari bibir Bryan


" Daddy digigit nyamuk!" Bryan tergelak lalu ia membalikan tubuh itu menghadapnya. Bryan mengedipkan sebelah matanya pada Jiana, memberi kode pada wanita itu agar memejamkan mata begitupun dirinya yang juga memejamkan mata


Keduanya berpura-pura tidur untuk menghalau Kya agar mengikuti mereka


" Daddy Mumy .. " kepala Kya celingkukan pada ayah dan ibunya yang tiba-tiba memejamkan mata


" Daddy .. " Kya mencubit pelan pipi Bryan lalu beralih pada Jiana


" Mum!" panggilnya mencubit pipi Jiana


Tidak ada yang menanggapi, Kya bergerak tidur terlentang antara ayah dan ibunya. Gadis kecil itu tampak menatap langit-langit kamar untuk beberapa saat sebelum akhirnya memejamkan matanya


" Hehe .. ampuh juga!" kekehan Bryan terdengar jelas ditelinga Jiana membuat bibir itu tertawa


" Syuuut!" Bryan menempelkan telunjuknya dibibir lalu melangkahi Kya dan menyusupkan tubuhnya ketengah antara Kya dan Jiana


" Aku tidak mau." Jiana menahan jemari Bryan yang nakal menyusup kebalik celana piyamanya


" Kenapa? tadi mau!"


" Nanti Kya bangun lagi." bisik Jiana


" Tidak, dia tidak akan bangun."


" Boy .. "


" Aah sayang sebentar .." suara Bryan sungguh manja. Jiana terkekeh lucu lalu bergerak membelakangi tubuh Bryan


Dengan seringai dibibirnya Bryan tak hilang akal, ia menurunkan celananya terlebih dulu. Lalu menyusupkan kedua tangannya merengkuh Jiana, satu tangannya menggerayangi pangkal paha mencoba membuatnya basah


Cup cup cup


Bryan kecupi rahang dan leher itu dengan lembut." Boy .. " tegur Jiana menepuk tangan dipangkal pahanya


" Diamlah sayang .. aku sudah tak tahan." bisiknya sambil menurunkan kedua celana Jiana sampai kelutut


Dan kembali berlanjutlah olahraga panas mereka yang tertunda. Kali ini Bryan berhasil karena Kya benar-benar terlelap. Meskipun ranjang mereka bergoyang kencang, gadis kecil itu tampak tak terusik sedikitpun malah mendengkur keras menambah suara berisik dikamar mereka


" Aaaahhh sayang .. " dessah Jiana saat tubuhnya diguncang hebat Bryan dari belakang, lelehan hangat itu Jiana rasakan dikewanitaannya. Keduanya terkulai lemas dengan nafas terengah lalu sama-sama menengok kebelakang untuk melihat putri mereka


Jiana dan Bryan cekikikan." Hampir saja, untung kita pakai selimut!" ucap Jiana. Bryan mengecup pelipis berkeringat itu dan menarik tubuh Jiana terlentang


" Tangan dan lututku benar-benar sakit!" gerutu Bryan. Jiana terkikik lucu bergerak menghadap Bryan


" Aah aku mencintaimu sayang .. " bisik Bryan membuat senyum Jiana melebar lalu menarik jemari Bryan mengelus perutnya


" Boy .. "


Aah Bryan mulai merasakan gelagat aneh Jiana lagi


" Aah ini benar-benar melelahkan Jia .. " ucap Bryan menguap lalu memejamkan mata


" Boy .. "


" Hmm?" tanya Bryan terdengar malas membuat Jiana mendengus dan menampar pipi kanannya. Spontan kedua mata hitam pekat itu terbuka karena terkejut


" Sakit!" ucapnya manja


Jiana yang kesal membalikan tubuh itu membelakanginya


" Baiklah .. baiklah apa yang kamu inginkan!"


" Enak-enaknya saja mau!" gerutu Jiana terdengar lucu ditelinga Bryan. Ia mengulum senyum sembari mengangkat tubuh untuk menjangkau wajah Jiana


" Sayang apa yang kamu inginkan hmm?" Jiana malah memejamkan mata dengan bibir mengerucut


" Cantik .. " panggil Bryan membelai pipi chuby itu


" Ayolah sayang tadi aku hanya bercanda." sautnya lalu mencebikan bibirnya, Bryan sudah sering mengalami ini. Setelah bercinta istrinya selalu saja meminta hal yang aneh dan tak masuk akal untuk Bryan. Dan itu harus segera Bryan turuti, jika tidak ya beginilah Jiana .. merajuk bisa sampai besok pagi


Meskipun Bryan mengerti ini semua karena kehamilan sikembar namun ada kalanya permintaan Jiana terkadang membuatnya lelah karena tak tahu waktu. Lihatlah sekarang sudah pukul 12:11 dan Bryan sangat yakin Jiana menginginkan sesuatu yang sulit dicarinya


" Hey .. " Bryan menarik pundak Jiana agar terlentang lalu menciumi pipinya


" Katakan apa yang kamu inginkan?" tanya Bryan dengan suara lembut


" Aku mau nasi padang." saut Jiana sembari membuka kedua matanya. Bryan mendapat sedikit kemudahan sekarang, pria itu melebarkan senyumnya namun belum juga beberapa detik senyum itu sudah pudar


" Aku juga mau baby gurita segar dengan saos tomat."


" Sayang dimana ada gurita jam seperti ini?"


" Tapi aku mau, itu sudah terasa dilidahku." Bryan menarik nafasnya dalam, jika bukan Jiana mana mau ia melakukan hal konyol seperti ini


" Aku mau yang segar jangan diminimarket, supermarket dan kawan-kawannya."


" Ya ya aku akan mencebur kelaut untuk mendapatkan itu." saut Bryan beranjak menuruni kasur dengan tampang kesal


" Sungguh!"


" Sepertinya kamu tidak perduli kalau aku terluka?"


" Mau bagaimana lagi, ini sikembar yang mau." Bryan mencebikan bibirnya dan segera melakukan perintah Jiana membuat wanita itu bersorak riang


Malam-malam ditemani pak Deden Bryan berselancar mengarungi pelabuhan mencari baby gurita. Jika padang, Bryan tak perlu susah payah, itu sudah tersedia dimanapin. Pak Deden yang selalu setia menemani Bryan tampak tersenyum dengan pria yang sangat setia dan baik pada istrinya itu. Mau sesulit apapun Bryan selalu menuruti keinginan Jiana


Mereka tiba disebuah pelabuhan para nelayan. Bryan tampak terdiam sejenak merasa ragu untuk keluar dari mobil. Malam membuat pelabuhan itu terlihat menyeramkan untuk Bryan hingga bulu kuduknya kini berdiri


" Tuan .. " panggil pak Deden yang sudah diluar mobil lebih dulu


Angin malam serta gemuruh ombak berhembus kencang menerbangkan sebagian mantel Bryan. Keduanya menghampiri kapal-kapal nelayan yang berjejer, kebetulan kapal nelayan itu baru singgah setelah menjaring ikan dilaut. Bryan tak mengucapkan sepatah katapun, ia hanya mengikuti pak Deden mencari baby gurita untuk sang istri


" Tuan .. ini baby guritanya." ucap Deden memberikan sekantung kresek hitam pada Bryan. Meskipun enggan Bryan mengambil dan membuka untuk melihatnya. Ia terkekeh lucu baby-baby gurita itu masih hidup didalam sana


" Ini masih benar-benar segar, Jia pasti akan sangat senang." sautnya dengan senyum merekah


" Ayo kita pulang pak."


Keduanya memutuskan untuk kembali, berjalan diatas pasir. Namun hal yang tiba-tiba terjadi yaitu sebuah ombak menerjang Bryan yang tak sempat menghindar membuat mantel serta baju yang dipakai Bryan basah." Sial .. " gerutu Bryan


" Aahh Jia .. lihat perjuanganku dalam membahagiakanmu sampai seperti ini." gerutu Bryan megusapi mantelnya yang basah


Pak Deden hanya tersenyum mendengar gerutuan itu." Tuan mau bertukar jaket?"


" Tidak pak, tidak usah." Tolak Bryan


Dan kejadian tak terduga terjadi lagi, sebuah ombak yang lebih besar kembali menerjang Bryan hingga pria itu terjengkang keatas pasir." Sialan. " teriak Bryan mencoba bangkit namun kedua tangannya merasa menyentuh hal yang lembek dibelakang tubuhnya. Bryan memberanikan diri menengok kebelakang dan


Aaaaaahhhhh


Bryan berteriak kencang membuat pak Deden yang juga terseret ombak terkejut, beringus bangun mendekati sang majikan." Tuan .. " panggilnya panik


Wajah Bryan tampak memucat


Oek


Oek


Oek


Pak Deden segera menarik tuannya yang sedang muntah itu untuk berdiri menjauhi sukujur tubuh dibelakang Bryan yang diyakini adalah mayat." Tuan tidak apa-apa?" Deden menepuk punggung Bryan


" Menjijikan!" umpat Bryan


" Saya akan menghubungi polisi!" saut Deden lalu menuntuk Bryan yang terlihat lemas menjauhi pantai


" Kenapa ada mayat .. " gumam Bryan dengan wajah takut


" Pantas saja sejak tadi aku merinding." gumamnya lagi mengusap mantelnya yang basah


" Aku tidak akan menghamili Jia lagi, wanita itu benar-benar .. gerutu Bryan kesal menjingkat-jingkatkan satu kakinya ketanah


Tak lama polisi setempat datang mendekati Bryan dan pak Deden. Pria itu menjelaskan secara rinci penemuan mayat yang terlihat sudah tak utuh karena dimakan ikan pada salah satu polisi. Setelah melaporkan semuannya akhirnya Bryan dan pak Deden diijinkan pulang


Keduanya kembali pada mobil. Bryan segera membuang mantelnya kesembarang arah dan masuk kedalam mobil bagitupun pak Deden. Tapi pria itu mendadak menepuk jidatnya


" Astaga." gerutunya


" Pak .. baby guritanya .." Bryan menatap pak Deden begitupun pak Deden


" Biar saya saja yang membelinya, Tuan tunggu disini."


Bryan mengangguk membiarkan pak Deden meninggalkannya


Lama-lama tampak menyeramkan untuk Bryan, pria itu mencoba memejamkan mata dengan bersedekap dada menutupi rasa dingin karena piyamanya yang basah


Drrtt drttt


Bryan mendengar suara aneh lalu membuka matanya. Pandangannya mengedar kesekeliling namun tak menemukan apapun , hanya kegelapan yang ia lihat." Kenapa jadi horor seperti ini." Gerutu Bryan dengan wajah yang mulai takut


Hi hi hi


Suara cekikan itu membuat Bryan kian menciut takut, ini benar-benar memalukan untuk seorang pejantan tangguh seperti dirinya


Hi hi hi


" Siapa disana?" tanya Bryan dengan suara pelan, keringat dingin mulai bercucuran, wajah Bryan memucat takut


" Mom .. boy takut!" gumamnya hampir menangis


Hi hi hi


" Astaga .. apa yang harus kulakukan." gerutu Bryan menutup wajah dengan kedua matanya, tubuhnya ia lemaskan kebawah kursi mobil, berjongkok disana dengan mulut komat-kamit. Tak terasa celana Bryan menghangat, sang burung itu mengeluarkan air seni saking mencekamnya keadaan ini untuk Bryan


" Tuan .. "


" Syukurlah .. " Bryan bernafas lega menurunkan kedua tangannya, menoleh pada pak Deden yang keheranan melihatnya berada dibawah kursi


" Ayo cepat pergi, disini banyak hantu." saut Bryan


" Hantu?"


" Ya pak cepatlah." meskipun heran, pak Deden akhirnya mengikuti perintah Bryan


Sementara pria itu berangsur naik dan duduk lagi ke tempat semula


Hi hi hi


" Astaga Momy, hantu itu mengikutiku." teriak Bryan ketakutan dengan wajah memucat


" Tuan dimana hantu?" pak Deden panik akan teriakan itu sampai mengerem mobil mendadak


" Itu suara hantu .. " Pak Deden ingin sekali tertawa melihat Bryan yang celingukan dengan bibir gemetar


" Itu Tuan .. itu bukan hantu. " Pak Deden mengambil ponselnya yang berada didalam dasboard mobil


" Ini suara nada dering ponsel saya .. "


Hi hi hi hi


Bryan merasa asap keluar dari kedua telinganya. Jika saja pak Deden bukan seorang pria paruh baya seperti ayahnya. Bryan sudah membuang pria itu kelaut saat ini. Bryan membungkam tak bersuara, wajahnya terlihat malu sampai memerah


" Jangan ceritakan ini pada siapapun."


" Baik Tuan .." sautnya mengulum senyum


Tiba dirumah keduanya segera masuk kedalam. Bryan disambut senyuman cantik Jiana


" Sayang .. " panggilnya dengan suara merdu berlari mendekati Bryan, langsung mencium pipinya


" Ini baby gurita dan nasi padangnya." ucap Bryan memberikan dua kantong pada Jiana


" Terima kasih sayang kamu sangat hebat." Jiana menciumi bibir itu tanpa malu didepan pak Deden dan bi Amy yang menemaninya


" Tapi kenapa kamu bau?" Jiana mengendus-ngendus tubuh suaminya lalu menutup hidung


"Bajumu basah .. " Jiana menyentuh baju Bryan


" Celanamu juga .. " Jiana menyentuh celana Bryan


" Sayang kamu benar-benar mencarinya kedalam laut?" tanya Jiana


" Iya!" saut Bryan ketus


" Terima kasih sayang .. aku jadi semakin mencintaimu .. " Jiana kembali menciumi bibir itu, tapi Bryan hanya mencebik. Jiana menggandeng Bryan masuk kedalam. Jiana tak tahu kesulitan yang dialami suaminya, pria itu sampai mengompol saking ketakutan tadi


Bruk


Jiana mendorong tubuh Bryan kesofa hingga berbaring saat tiba dikamar. " I love you .. " Bisik Jiana merangkak naik ketubuh Bryan


" Sayang baby guritanya?" tanya Bryan menahan kedua jemari Jiana yang akan menurunkan celananya


" Setelah putaran kedua .. " bisiknya dengan senyum nakal menatap Bryan yang seksi dengan rambut basahnya


" Aaah sayang kau memang wanitaku!" teriak Bryan senang


-


-