Stuck With Mr Bryan?

Stuck With Mr Bryan?
Reuni lagi



-


-


Suara riuh memenuhi area ruang tamu rumah Bryan karena hari ini semua keluarga berkumpul lagi untuk kesekian kalinya dan dilakukan dirumah Bryan. Tampak Jiana sedang sibuk memberi susu asi yang sudah dalam botol pada kedua bayi kembarnya yaitu Zayn dan Zeen sementara Chelsea sedang main bersama Bryan


Setiap libur selama lima bulan ini Bryan tak pernah melewatkan waktu untuk main bersama putra-putri mereka. Pria itu tak pernah keluar rumah bila tak kekantor dan tak bersama istrinya. Bryan kini menjadi kucing rumahan sesungguhnya bukan jaguar yang selalu berkeliaran mencari betina


Suara tawa Chelsea melengking keras membuat Bryan tersenyum, bayi yang dalam masa lima bulan itu selalu membuat Bryan gemas, pria itu mengangkat Chelsea lebih keatas hingga tawa lengkingan itu kembali. Bayi itu teramat senang dengan perlakuan ayahnya


Bruk


Bryan menggelengkan kepala tatkala Kya menghambur memeluknya dari belakang. Putri sulungnya pun terkadang menjadi lebih manja bila Bryan sedang main bersama adik-adiknya." Daddy, kenapa Chelsea tak punya gigi?"


" Sayang Chelsea kan masih bayi." saut Bryan menoleh kebelakang pada Kya yang manja melingkarkan kedua tangannya dileher Bryan hingga Bryan merasa tercekik


" Lalu bagaimana Chelsea makan?" Bryan tertawa, Kya memang sedang aktif-aktifnya banyak bertanya


" Sayang Chelsea kan belum makan, dia kan minum susu."


" Oh .." hanya itu yang keluar dari bibir Kya membuat Bryan dan Jiana tertawa dengan putri mereka


Cup


Kya tiba-tiba mengecup kening adiknya dengan begitu lembut." Kya menyayangi adik?" tanya Bryan menoleh lagi


" Meleka lucu tanpa gigi." sautnya dengan cengiran khasnya


Bryan tertawa lagi lalu menoleh pada Chelsea yang sedang mengemut semua jemarinya hingga ludahnya melebar kemana-mana. Bryan menjadi gemas, ia memangku lagi Chelsea keatas dan menggigit pelan dagu Chelsea yang dipenuhi lemak karena bayi kembar tiga itu


Bayi itu awalnya cekikikan dengan perlakuan sang ayah namun lama kelamaan menjadi rengekan kecil apalagi saat sang kakak yaitu Kya mengikuti ayahnya. Gadis kecil itu juga tampak gemas pada Chelsea, menciumi dan mencubit pipi Chelsea. Kya dan Bryan memang sebelas dua belas sering membuat anak bungsu Jiana itu menangis


Lihatlah


Oek


Oek


Oek


Keduanya malah tertawa melihat Chelsea yang menangis


" Boy .." Jiana menegur Bryan dengan suara lembutnya membuat Bryan beringus berdiri mengaming-ngaming Chelsea yang menangis, pria itu juga masih ditempeli Kya dibelakang tubuhnya


" Kya turun sebentar." perintah Bryan namun Kya malah semakin menempel sambil cekikikan. Bryan menarik nafasnya, mau tak mau ia mengulurkan satu tangannya kebelakang menopang tubuh Kya


Itu membuat Jiana dan keluarganya tersenyum. Pria casanova itu kini benar-benar menjelma menjadi seorang ayah yang sangat penyayang untuk anak-anaknya. Bryan bahkan tak pernah marah pada Kya meskipun gadis kecil itu terkadang sangat jahil dan nakal


Sang ibu dan sang ayah pun tak luput tersenyum melihat putra satu-satunya itu


" Kak Jia .." Kedua mata Bryan mendadak membulat saat mendengar panggilan Bella pada Jiana


" Hey kriting, beraninya kau memanggil istriku seperti itu?" bentak Bryan pada Bella membuat gadis itu menciut takut


Tapi itu terlihat lucu oleh sepasang mata yang baru saja datang bersama keluarganya yaitu Delan. Pria itu tersenyum tipis melihat wajah Bella


" Lalu aku harus memanggil kak Jia apa?"


" Berani lagi kau?" bentaknya. Bella menunduk mengatupkan kedua bibirnya


" Hanya aku yang boleh memanggil istriku seperti itu." gerutu Bryan


Jiana menggelengkan kepala, dengan kedua botol susu ditangan ia mendekati Bella." Jangan dengarkan Bryan, dia suka tiba-tiba gila." canda Jiana dengan tawa


" Sayang .." Jiana tersenyum dengan rengekan manja itu


" Ada apa?" Bulan sang kakak mendekati roda bayi Zayn dan Zeen, ia yang paling senang dengan kehadiran tiga bayi kembar itu. Lihat saja Bulan langsung memangku Zayn kepangkuannya


" Jangan aneh, dia kan memang gila sejak dulu, untung saja ada yang mau dengannya." ledek Bulan tanpa melihat Bryan, ia sibuk menatap Zayn yang teramat lucu dan tampan dimatanya dengan setelan kasual khas orang dewasa


Tawa menguar diruangan itu. Bryan merasa heran sejak dulu kenapa selalu dirinya yang menjadi bahan bullyan keluarga mereka. Bryan tak menjawab, bibirnya hanya menggerutu tak jelas sambil menatap Jiana padahal ia sudah merasa perpect dalam hal apapun


Malam ini ia akan menghabisi istrinya, penantian Bryan setelah lima bulan ini berakhir malam ini. Pria itu bahkan menghitung selama setiap harinya. Bryan seperti orang kehausan saat ini, tatapannya menerkam pada sang istri yang entah kenapa semenjak melahirkan semakin cantik bak bidadari, meskipun pada kenyataannya Bryan tak pernah melihat bentuk bidadari itu seperti apa. Konon bidadari adalah makluk yang sangat cantik itu sebabnya wanita selalu digambarkan bak bidadari


Bryan meneguk ludahnya kasar dan itu terlihat oleh Dean sang kakak ipar. Pria itu terbahak kencang melihat Bryan, aneh dimata semua orang. Bryan segera mendekati sang kakak ipar, ia duduk disampingnya." Punya sesuatu yang berbeda tidak?" bisik Bryan


" Obat kuat?" canda Dean. Bryan tertawa lalu mengangguk


" Memangnya sudah boleh?"


" Ini kan sudah lima bulan, Chelsea sekarang sudah lima bulan." Dean terbahak lagi, Bryan sangat bodoh tapi Dean salut pria itu mampu menahannya. Dulu bahkan Dean hanya sampai dua bulan saja


" Ini dua jam nonstop." sautnya dengan cekikikan membuat Bryan ikut cekikikan


" Ya aku akan memuaskan Jiana malam ini." sautnya dengan seringai licik


" Ya bersenang-senanglah tapi ingat, Chelsea, Zayn dan Zeen. Kau harus antisipasi jangan sampai membuat malammu gagal."


" Tentu saja, lalu apa gunanya sikriting itu." balas Bryan


Perbisikan keduanya membuat Bulan dan Jiana menggelengkan kepala. Keduanya sama-sama tahu bahwa suami mereka sama-sama mesum. Perbincangan keduanya tak pernah jauh dari selangk*ngan. Biasanya mereka bertiga bersama Gerald namun kini pria itu dan Chesy sedang berlibur ke Jepang merayakan Aniversary mereka


-


Malam tiba, kini meja makan itu dipenuhi hidangan yang memanjakan mata yang dibuat Jiana dan bi Amy. Meskipun punya bayi kembar namun Jiana tak pernah melewatkan pekerjaannya yang satu ini, alasannya karena Bryan yang tak menyukai masakan siapapun kecuali sang ibu. Saat awal-awal Jiana melahirkan Bryan lebih sering makan disana ketimbang dirumah


Kini semuanya tampak menikmati makan malam


" Dimana Delan?" tanya Bryan saat pria muda pendiam itu tak ada diantara semua orang


" Ya Dad dimana kakak?" tanya Kya yang duduk disamping ayahnya


" Kemana dia mam?" tanya Dean pada sang istri


" Kemana dia?"


Tapi Jiana hanya diam, ia tahu Delan berada dimana. Dimana lagi kalau bukan dikamar sikembar. Setiap sebulan sekali pria itu anteng disana, Jiana tahu alasannya bukan hanya sikembar melainkan karena pengasuh mereka


Meskipun begitu, Jiana hanya diam tak banyak bicara. Ia tahu Delan menyukai Bella begitupun sebaliknya, keduanya tampak akrab dan sering terpergok Jiana sedang saling memandang dan mengagumi


" Mungkin dikamar sikembar." saut sang momy yaitu Jeny


" Tapi dia belum makan malam. Coba Pev panggil kakak." perintah sang ibu


Pevita menuruti Bulan, gadis itu naik kelantai dua menuju kamar sikembar. Pevita membuka handel pintu dengan pelan, ia melihat dari celah pintu. Pevita terdiam memperhatikan kakaknya yang ternyata bersama Bella didalam


Tampak Bella sedang mengajari Delan cara menggendong baby Zeen yang saat itu terbangun dari tidur lelapnya. Keduanya tampak akrab dimata Pevita, bahkan Pevita bisa melihat kakaknya yang jarang tersenyum itu kini benar-benar tersenyum bersama Bella


" Hay Zeen .." Delan tersenyum melihat bibir mungil Zeen tersenyum


" Dia senyum." ucapnya lalu menoleh pada Bella, saat itu kedua matanya saling bersitatap. Lama dan terlihat dalam


Delan mencoba mencondongkan wajahnya, ia sangat tertarik dengan lesung pipit dipipi Bella


"Kakak."


Suara itu mengurungkan niat Delan yang akan mencium lesung pipit Bella. Keduanya tampak canggung seperti maling yang sedang tertangkap basah


-


-