OH MY WIFE

OH MY WIFE
99



Pagi sekali Dinar telah selesai mengemas beberapa pakaian yang dulu sempat ia bawa dari kota, tak lupa ia juga turut membawa kado dari keponakannya yang beberapa waktu lalu ia sembunyikan di dalam lemari.


bu Rahayu dan pak Beni pun telah siap, setelah semalam bu Rahayu menjelaskan kepada sang suami akan niat Dinar yang ingin kembali ke rumah mertuanya, kini beliau begitu bersemangat, bukan karena ia senang putrinya pergi dari rumah, melainkan bahagia sebab putrinya bersedia damai semua masalah yang menimpa rumah tangganya.


"bapak duduk dulu ibu ambilkan piringnya"


bu Rahayu beranjak menuju rak piring sementara pak Beni menunggu dengan sabar duduk di kursi makan sembari menunggu putrinya yang masih berada di dalam kamarnya.


"bapak, ibu, maaf Dinar lama ya" ucapnya sedikit sungkan sebab ibu dan bapaknya telah menunggu dirinya di meja makan tanpa menyentuh makannya.


"ini ibu juga baru selesai siapin piring, sudah ayo kita sarapan dulu, tadi ibu bikin nasi goreng sama telur ceplok" ajaknya kemudian menyendokkan nasi ke dalam piring sang suami.


"makasih bu" ucap bapak


bu Rahayu tersenyum "ndang di makan pak"


Dinar memutar bola matanya malas, semenjak suaminya datang terakhir kalinya, ibu dan bapaknya selalu bersikap seolah memamerkan keromantisan dihadapannya.


"anak dari suami ibu juga mau dong di ambilkan! " celutuk Dinar sembari menyodorkan piring ke hadapan bu Rahayu


"anak dari suami, anak dari suami, kepanjangan kalau bilang seperti itu, tinggal bilang minta di ambilkan saja begitu, ada ada saja kamu ini" bu Rahayu menggeleng kan kepalanya. "lagipula dapat kata kata dari mana bisa begitu? "


"nemu tadi di sosmed bu hehehe... makasih ibu ku sayang! " Dinar segera menerima piring yang telah berisikan nasi goreng dengan toping telur mata sapi yang sudah di ambilkan oleh sang ibu.


Entah mengapa sejak keputusan nya ingin kembali ke rumah utama kini Dinar terlihat begitu riang, bahkan sorot bahagia tercetak jelas sejak kemarin siang dan juga senyum yang tak pernah lepas dari bi bir tipisnya. mungkin karena akan segera bertemu dengan suami serta keluarganya ia jadi seperti ini.


"iya, sudah ayo sarapan nanti keburu kesiangan"


sarapan pagi ini begitu sangat nikmat, entah karena itu masakan sang ibu, atau karena perasaannya yang sedang bahagia mengingat sebentar lagi ia akan pulang ke kediaman utama.


Tak menunggu waktu lama, setelah sarapan dan mengecek barang bawaannya, mereka bertiga bergegas menuju ke terminal dengan menggendarai angkutan umum.


sebenarnya setelah bu Rahayu memberitahu besannya jika mereka akan kembali ke kota, mommy Citra mengusulkan untuk membawakan jemputan dari kota sehingga mereka tak perlu berdesak desakan di dalam mobil.


akan tetapi bu Rahayu menolak dengan halus, beliau berkata jika dirinya ingin menikmati perjalanan dengan suami serta putrinya dengan mengendarai bus.


"alhamdulillah, untung berangkat pagi jadi dapet bangku kosong deh! " seru Dinar ketika duduk di dalam bis. setelah sampai di terminal, Dinar beserta kedua orang tuanya bergegas masuk ke dalam bis yang kebetulan memang bis itu mengantarkan mereka ke arah tujuannya.


"makanya tadi ibu suruh cepat cepat, nanti kalau kesiangan suka ramai bis nya"


Dinar manggut manggut, bis mulai melaju meninggalkan terminal, dengan mengucap doa keselamatan kini Dinar kembali menikmati pemandangan jalanan pagi hari yang cukup ramai.


'mas Al, istri mu pulang... ku harap alasan mu meninggalkan ku di pelaminan tidak mengecewakan, semoga setelah ini hanya tinggal kebahagiaan yang ada di dalam rumah tangga kita, mas Al, akankah kamu merindukan aku? '


dalam hati Dinar bergumam, ia ingin pertemuannya dengan sang suami kali ini tidak mengecewakan dirinya lagi atau ia akan benar benar pergi dari kehidupan Aldrich.


perjalanan yang sedikit jauh membuat Dinar kelelahan dan akhirnya tertidur beberapa saat, kemudian tepukan pelan pada pundaknya membuat Dinar langsung membuka matanya.


"ayo turun kita udah sampai" bapak membangunkan putrinya yang tampak pulas sekali tidurnya


"ya cepat, nggak kerasa kan, Lha memang kamunya aja tidur terus dari tadi jadi nggak sadar kan kalau sudah sampai, ya sudah ayo turun, itu ibu sudah di depan"


Dinar terdiam, ia malu ketahuan tertidur hingga tak menyadari lamanya perjalanan.


akhirnya ia mengangguk kemudian mengikuti langkah kaki bapak untuk segera turun dari bis.


***


Daddy Marcello termenung di ruang kerjanya dengan sebuah map yang masih di tangannya. kepalanya menerawang jauh ke masa lalu, dimana ia pertama kali menikahi istri keduanya, mommy Citra.


setelah istri pertamanya meninggal dunia, hidupnya terasa hancur, hari hari ia jalani hanya bersama putri tercintanya, Bella. meski banyak sekali perempuan yang menyerahkan diri padanya, akan tetapi dirinya kala itu tak tertarik, bahkan merasa jijik melihat perempuan yang terlihat begitu rendahan yang dengan mudah menawarkan tu buhnya hanya untuk kesenangan semata.


hingga pada akhirnya bertemulah dirinya dengan mommy Citra yang kala itu bersahabat dengan putrinya semasa SMA, perjodohan yang di lakukan oleh putrinya membuat dirinya tak bisa berkutik karena selama ini putrinya tak pernah memintanya untuk menikah kembali.


namun setelah ia akhirnya mau menikah dengan mommy Citra, cobaan kembali datang, salah satunya ketika ia harus terjebak oleh rekan kerja wanitanya bernama Clara.


namun nasib baik masih ada padanya yang kala itu langsung pergi setelah sesaat ia merasakan tu buhnya panas karena efek pemberian obat pe ra ngsang yang di berikan oleh Clara.


keesokannya setelah tu buhnya kembali pulih ia langsung meminta asisten pribadi nya untuk mengeksekusi Clara dengan membuat wanita itu depresi berat.


namun ternyata tindakannya waktu itu berimbas pada masa depan keluarganya.


"bagaimana bisa aku kecolongan"


"jika Al tahu yang terjadi sebenarnya dengan Luna, akankah dia bisa terima semua ini, dan Luna, gadis baik itu harus menerima konsekuensinya, astaga... "


Setelah daddy Marcello mengetahui bahwa ternyata Luna masih hidup, dirinya begitu kaget, namun kemudian ia merasa ada yang janggal dan pada akhirnya ia menyelidiki Luna. mencari kebenaran yang mereka sembunyikan sampai sampai mereka membuat berita palsu akan kematiannya.


pagi ini asisten pribadi nya membawakan map berisikan informasi mengenai Luna, hingga terakhir kali ketika Luna berada di Mall dan bertemu dengan Abian dan juga Clara.


disana juga ada rekaman pertemuan Luna dengan Abian di salah satu restoran.


dan kini daddy Marcello tahu bahwa ada dendam di masa lalu yang terbawa hingga sekarang. namun ia sedikit lega sebab Clara, yang notabene nya adalah ibu Abian, menjelaskan kesalahan putranya yang salah menaruu dendam kepada keluarga Smith.


"lebih baik aku menemui Irfan dan Tia untuk meminta maaf karena melibatkan putrinya untuk menjadi samsak balas dendam yang di sebabkan oleh Abian"


"lebih baik aku menceritakan hal ini dengan istri ku" daddy Marcello beranjak dari duduknya kemudian keluar dari ruang kerjanya yang ada di kediamannya.


🌹🌹🌹


Maaf baru bisa up hari ini karena ada sedikit masalah, tapi Nad usaha kan agar selalu tepat waktu.


oh iya, kemarin di tempat Nad hujan lebat dan anginnya keceng bgt, di tempat kalian begitu juga nggak???


tetep jaga kesehatan dan juga keselamatan ya temen-temen. see you...


💐💐💐