OH MY WIFE

OH MY WIFE
105



Pagi harinya mommy Citra dan bu Rahayu kembali berkutat di dapur, mereka berdua tampak bergotong royong membuatkan bubur hangat untuk Dinar yang katanya sedang kurang enak badan.


yang ada di pikiran mereka, kurang enak badannya Dinar di sebabkan karena perjalanan jauh hingga ia kelelahan, namun yang sebenarnya tidak seperti itu, keduanya bahkan tidak sampai berpikiran jika pengantin baru itu semalaman suntuk membuatkan cucu untuk mereka.


kini bubur hangat telah tersaji di atas nampan, setelah semua siap, bu Rahayu dan mommy Citra bergegas menuju kamar Dinar, sedangkan urusan sarapan untuk yang lainnya mereka limpahkan kepada art nya.


"bi, tolong selesaikan masakannya ya, saya mau ke kamar Dinar dulu"


"baik Nya... "


tok


tok


tok


"Al, Dinar buka pintunya, ini mommy sama ibu bawakan sarapan buat kamu" teriak mommy Citra dari luar kamar Aldrich.


sementara di dalam kamar, kedua pasangan baru itu masih bergelung di bawah selimut dengan tu buh yang masih polos.


Dinar yang mulai terusik tidurnya pun terbangun, ia mengucek matanya kemudian melihat sekeliling, kemudian kembali terdengar ketukan di sertai panggilan dari luar, itu suara mertuanya.


Dinar segera membangunkan sang suami yang masih terlelap.


"mas, mas bangun mas" Dinar menepuk kedua pipi Aldrich dengan sedikit keras agar pria itu segera bangun


"engh... ada apa sayang, bukankah ini masih terlalu pagi untuk kamu meminta lagi" lirih Aldrich dengan mata yang masih terpejam.


ia kembali menarik selimutnya yang sebelumnya sempat di singkap oleh Dinar untuk kembali menyelemuti dirinya.


"astaga, sekarang bukan waktunya untuk bermain main mas, itu mommy sama ibu di luar dari tadi gedor gedor pintu" pekik Dinar merasa gemas terhadap Aldrich


mendengar penuturan sang istri, tiba tiba mata Aldrich yang semula terpejam kini terbuka lebar, bahkan ia langsung beranjak dari tidurnya untuk mencari pakaiannya.


"kenapa nggak bangunin dari tadi sayang? " tanya Aldrich sembari memakai pakaiannya begitu juga dengan Dinar.


keduanya kalang kabut mencari pakaian untuk di kenakan, sampai sampai Aldrich tak menyadari jika celana tidur yang ia pakai terbalik


"dari tadi udah di bangunin ya, kamu aja yang ke geeran mikir yang macem macem" gerutu Dinar, keduanya bergegas menuju pintu kemudian membukanya pelan pelan.


"e ehh mommy, ibu... " Aldrich salah tingkah di tatap dengan tajam oleh mommy nya.


mommy dan ibu pun mengamati penampilan pasutri itu, kemudian pandangan keduanya terfokus pada celana Aldrich yang terbalik, mereka saling berpandangan seolah tengah mempertanyakan tentang apa yang mereka lihat, kemudian kedua wanita patuh baya itu pun tertawa pelan.


Aldrich turut mengikuti arah pandang keduanya, ia menunduk kemudian tersadar jika celananya terbalik "astaga...! " pekik Aldrich, pria itu segera berlari menuju kamar mandi dan tak lupa menguncinya.


sementara Dinar tampak kebingungan sebab wanita itu belum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


"ibu, mommy, ada apa? kenapa kalian tertawa? " tanya Dinar.


Citra sepertinya kita salah mencemaskan menantu mu, rupanya mereka berdua tengah membuatkan kita cucu! " seru bu Rahayu


"iya ya mbak Ay, ku pikir menantu kesayangan ku sakit demam atau apa, eh nggak tahunya lagi jap jip jup" kedua wanita paruh baya itu justru menggoda Dinar hingga membuat pipinya memerah karena malu.


"ibu, mommy, kami nggak ngapa ngapain kok... " lirih Dinar menunduk


"harus ngapa ngapain dong sayang, biar mommy cepet dapet cucu dari kamu! " seru mommy Citra bersemangat.


"ya sudah ini mommy sama ibu buatin kamu bubur, di habiskan ya, kalau kurang nanti minta Al buat ambilkan ke dapur. kamu nggak usah turun dulu nggak apa apa, mommy sama ibu sudah paham kok. ya sudah kamu masuk lagi sana" setelah menyerahkan nampan berisikan bubur mommy Citra meminta Dinar untuk kembali masuk ke dalam kamar setelah itu mommy Citra dan bu Rahayu beranjak pergi ke lantai dasar.


"waduh mbak Ayu, aku kok nggak kepikiran ya sama mereka berdua, aku pikir Dinar beneran sakit, seharusnya aku ingat, jika permasalahan dalam rumah tangga bisa di selesaikan di atas ka sur"


"bukan hanya kamu, aku pun sama Citra, lagipula kan kemarin Dinar juga baru sampai, mana mungkin kita bisa kepikiran sampai kesana, tapi sepertinya ada yang sudah tahu akan hal ini tapi mencoba untuk menutupinya" seru bu Rahayu memberitahu.


mommy Citra yang penasaran langsung mendekat dan berbisik "siapa mbak? " tanyanya penasaran.


"Bella dan Azura. dua wanita itu sepertinya sudah tahu. bukankah mereka berdua semalam tampak biasa saja ketika Al bilang kalau Dinar kurang enak badan, seharusnya kita lebih peka akan hal ini" ucap bu Rahayu tak kalah lirih.


"iya, benar juga ya mbak, bisa bisanya mereka nggak ngasih tahu kita, kalau ngasih tahu langsung kan aku bisa minta banyak cucu sama Al dan Dinar kemarin"


"sudahlah sudah terjadi ini. sekarang kita berdoa saja semoga mereka segera di beri amanah dari Allah"


"aamiin, semoga saja ya mbak"


kedua wanita paruh baya itupun kembali menuju dapur, kebetulan masakan telah siap hanya tinggal menatanya di meja makan.


bu Rahayu dan mommy Citra pun memutuskan untuk ke kamar masing masing untuk segera mandi kemudian ikut berkumpul bersama yang lainnya di ruang keluarga sebelum memutuskan untuk sarapan bersama.


Di kamar, Dinar meletakkan nampannya di atas meja kemudian mendudukan dirinya di atas sofa empuknya, sementara sang suami yang sedari tadi masuk ke dalam kamar mandi pun belum menampakkan batang hidungnya.


ia lantas kembali beranjak untuk memanggil sang suami.


"mas... "


"mas keluar, kamu ngapain di dalam kamar mandi, lagi berendam? "


tak berselang lama kemudian Aldrich membuka pintu, penampilannya masih sama seperti tadi, itu berarti pria itu belum ada mandi sama sekali.


"sayang... mommy sama ibu udah pergi? " tanya Aldrich lirih


"sudah. mas ngapain di dalem kamar mandi, ku pikir tadi mandi, tapi kalau di lihat dari penampilan mas sepertinya belum. mas ngapain aja di dalem? " tanya Dinar.


"eh eng-enggak sayang, aku nggak ngapa ngapain"


Dinar memperhatikan lagi sang suami, ia kemudian melihat celana yang di kenakan suaminya. tidak terbalik dan terlihat normal normal saja. Dinar manggut manggut, ia sudah paham apa yang di lakukan sang suami di dalam kamar mandi, yaitu membalikkan celananya.