OH MY WIFE

OH MY WIFE
101



Ketiga wanita itupun trlah sampai di ruang makan dan mengambil posisi kursi masing masing.


setelah semua berkumpul barulah daddy Marcello selaku kepala keluarga memulai makannya terlebih dahulu kemudian di susul yang lainnya.


15 menit kemudian, setelah makan siang mommy Citra meminta besannya untuk istirahat terlebih dahulu begitu juga dengan Dinar, namun sayangnya wanita menolak, ia enggan untuk meninggalkan keponakannya, Keisya, yang baru bangun sesaat setelah mereka semua selesai makan.


"nanti saja mom, aku nggak capek kok, lagipula ini Key baru bangun, kangen banget aku sama bocah ini" jawab Dinar sembari menoel pipi gembul keponakannya ketika mertuanya memintanya untuk istirahat.


mommy Citra memaklumi, bahkan ia juga ikut berkumpul dengan para wanita di ruang keluarga menemani Keisya, sementara daddy Marcello kembali ke ruang kerjanya.


menjelang sore Dinar yang baru bangun tidur bergegas keluar kamar, setelah siang tadi ia bermain dengan keponakannya, ia langsung kembali menuju kamarnya dengan sang suami yang ada di lantai dua. ia begitu merindukan suasana kamar itu hingga tanpa sadar dirinya ketiduran disana.


"padahal niatnya cuma rebahan, eh malah kebablasan" gumam Dinar menuruni tangga satu persatu dengan langkah cepat hingga ia tak menyadari jika ada seseorang yang tengah berdiri di pijakan terkahir di lantai satu.


dug


karena ia menuruni tangga dengan pandangan menunduk menghadap anak tangga, ia jadi tak melihat jika ada seseorang yang tengah berdiam diri disana hingga Dinar tak sengaja menabraknya.


"aauuww" pekik Dinar sembari mengelus keningnya. ia lantas mendongak menatap suaminya yang berdiri di hadapannya, dapat Dinar lihat dari mata Aldrich yang menyiratkan kerinduan juga keputus asaan.


Dinar lantas menghentikan usapan di keningnya ketika tiba tiba sang suami memengangi tangannya.


"sayang. kamu pulang... " lirih Aldrich, terdengar begitu menyayat hati.


tanpa menunggu lama, Aldrich langsung membawa Dinar dalam dekapannya. Dinar merasakan pundaknya terasa basah dan ia dapat menduga jika itu adalah air mata sang suami, sang suami kini tengah menangis dalam pelukannya.


"mas... " Dinar mencoba mengusap pelan punggung Aldrich, bukannya mengendur, Aldrich justru mengeratkan pelukannya


"maaf, maaf karena aku mengabaikan mu di hari bahagia kita, maaf karena ulah ku kamu menjadi sakit hati, maafkan aku sayang, tolong maafkan aku. aku mohon jangan hukum aku seperti ini karena aku nggak akan sanggup" lirih Aldrich.


Dinar kembali memeluk sang suami yang semakin mengeratkan pelukannya, ia merasakan Luka ketika mendengar suara sang suami yang begitu lirih, Dinar mencoba menguatkan hatinya agar tak menangis namun usahanya gagal, air matanya seolah olah berbondong bondong keluar dari pelupuk matanya


mungkin karena ia merasakan kepiluan serta kerinduan terhadap sang suami sehingga ia juga turut menangis.


"maaf jika kemarin Dinar pergi tanpa pamit mas"


"enggak sayang, kamu nggak salah, aku yang salah karena tak dapat menjaga perasaanmu, maafkan aku sayang"


Dinar perlahan lahan melepas pelukannya kemudian menatap mata indah sang suami yang sudah memerah karena menangis.


ia lantas menghapus sisa air matanya dengan jari jemari nya.


"baru kali ini aku melihat mas menangis seperti ini"


"lebih baik kita bicarakan hal ini di kamar agar tidak mengganggu yang lainnya"


Dinar segera mengajak sang suami untuk naik ke lantai dua, ia bahkan melupakan niatnya untuk membantu menyiapkan makan malam karena bertemu dengan sang suami


seminggu mendiami sang suami nyatanya tak membuat cinta yang tumbuh di hatinya berkurang, justru semakin hari cinta nya tumbuh subur untuk sang suami. dan hari ini ia bertekad untuk menyelesaikan semuanya.


sepeninggalan Dinar dan Aldrich menuju kamarnya, ada beberapa pasang mata yang melihat adegan dramatis tersebut, mereka mengintip sambil berbisik bisik.


"sudah sudah, itu mereka sudah keatas"


"kita seperti lagi nonton siaran langsung film ikan terbang"


"sudah ayo kita kembali ke dapur, nanti mommy malah curiga kalau kita pergi kelamaan"


Bella dan Azura bergegas kembali ke dapur setelah mereka selesai menyaksikan adegan dramatis antara Aldrich dan juga Dinar.


"dari mana sih, katanya tadi cuma lihat Kei, tapi nggak balik balik? " tanya mommy Citra


"nggak kemana mana kok mom, cuma lihat Kei aja, terus langsung kesini" jawab Azura.


mereka berdua tak memberitahu kan mengenai apa yang mereka lihat, karena tak ingin membuat mommy nya bertambah penasaran dan kemudian menanyai banyak hal kepada mereka. dan hal itu pasti akan membuat acara masak untuk makan malam jadi terbengkalai. tidak, mereka tak mau hal itu terjadi.