OH MY WIFE

OH MY WIFE
20



Bu Rahayu dan Pak Beni yang tadi di dalam rumah pun kini sudah keluar, keduanya menoleh ke arah warung yang sudah ramai di kerubungi oleh para tetangga yang sedang berkumpul sambil berbisik bisik. hati dan pikiran kedua pasangan paruh baya itupun merasa was was sebab para tetangga tengah membicarakan putri semata wayangnya. mereka baru sadar jika sedari tadi Dinar dan juga Al tak kunjung balik ke rumah semenjak pak Beni meninggalkan keduanya di warung.


"ada apa ini pak? " tanya bu Rahayu kepada suaminya dengan raut wajah yang sangat cemas


"tidak tahu bu, kita kesana saja" akhirnya pak Beni mengajak sang istri untuk ikut berkumpul bersama tetangganya.


"ada apa ini ibu ibu bapak bapak? " tanya pak Beni, raut wajahnya kini terlihat sekali jika dirinya sangat cemas.


sontak beberapa orang yang berada di depan pak Beni pun menoleh "pak Beni, lihat itu anak kamu sedang berbuat me sum di dalam warung bersama pacarnya" seru salah satu tetangga yang posisinya paling dekat dengan pak Beni


"maksud nya apa ya? " bu Rahayu mencoba memperjelas maksud perkataan tetangganya itu.


Mila yang melihat ada orang tua Dinar pun lantas tersenyum dan kembali menyalakan ponselnya kemudian memberikan ponsel nya kepada bu Rahayu.


"ini, lihat ini bu. Dinar sedang berbuat me sum di dalam bersama seorang pria, tadi aku sempat memergoki mereka berdua dalam kondisi seperti di foto" ujar Mila menyodorkan ponselnya


dengan ragu bu Rahayu menerima ponsel milik Mila, dengan mata melotot tak percaya bu Rahayu membekap mulutnya kemudian menangis. "aa.. aapa ini, bagaimana bisa? mereka tak mungkin melakukan itu" ucapnya terbata bata. sedangkan pak Beni setelah melihat gambar di ponsel Mila pun terpaku, ia tak percaya jika putrinya melakukan hal tak seno noh seperti itu.


Mila yang melihat ekspresi terkejut dari kedua orang tua Dinar pun tersenyum lebar, ia sangat bahagia ketika melihat Dinar dan keluarganya menderita.


Di tengah keterpakuan bu Rahayu dan pak Beni, beberapa warga memilih untuk masuk ke dalam warung dan membawa Dinar serta Al untuk keluar.


sesampainya di teras warung Dinar melihat kedua orang tuanya tengah menangis, mungkin mereka malu mendapati putri semata wayangnya yang tengah di gerebek warga


"pak, bu... " Lirihnya mendekat ke arah sang ibu


"apa itu benar nak? " tanya bu Rahayu menatap sang putri


Dinar menggeleng "tidak bu, ini hanya salah paham, Dinar tidak melakukan hal me sum dengan Al" dengan deraian air mata Dinar mencoba menjelaskan kepada ibunya.


"ngaku aja deh Din, orang aku lihat kalian sedang me sum di dalam tadi, coba aja kalau aku nggak masuk, pasti kalian akan berbuat yang lebih lagi, iya kan" sentak Mila sengit


Dinar menggeleng kemudian menoleh ke arah sang bapak. "pak, Dinar tak melakukan itu pak, ini hanya salah paham" lirihnya sembari meraih tangan pak Beni, namun bukannya merangkul sang anak, pak Beni justru menepis tangan Dinar kemudian berkata " bagaimana bapak bisa percaya, jika sudah ada buktinya, bapak sudah percaya kepada kalian berdua, tetapi kenapa kalian malah melempar kotoran ke muka bapak" ucap pak Beni lirih menahan sesak di dada, sungguh ia sangat kecewa kepada putrinya itu yang dengan tega mengecewakan nya.


"ini hanya salah paham pak, tadi Dinar hampir jatuh, trus saya reflek mau nolongin, tapi belum sempat nolong Dinar, saya justru ikut terpeleset pak" kini giliran Al yang membuka suara


"alah alasan klasik itu mah" lagi lagi Mila menyerobot


"ya benar, mending kita nikahin aja mereka berdua"


"lagian ada cowok ke rumah kenapa nggak lapor RT, malah mes um dirumah"


"iya tuh, mending nikahin aja"


para tetangga mulai bersahut sahutan meminta Dinar dan Al untuk segera di nikahkan, kemudian tibalah pak RT disana dan menenangkan warganya


"tenang bapak bapak ibu ibu.. kita jangan main hakim sendiri, mari kita selesaikan masalah ini dengan kepala dingin" ucap pak RT tegas. membuat para warga pun terdiam.


kemudian pak RT menghampiri pak Beni "pak Beni bisa kita berbicara di dalam rumah saja? " tanya pak RT


"mari pak... " pak Beni pun mengajak pak RT untuk masuk ke dalam rumahnya, ibu Rahayu, Dinar dan juga Al juga turut ikut masuk ke dalam rumah, sementara beberapa warga menunggu di teras rumah pak Beni.


"pak Beni, sebelumnya saya mohon maaf, tadi saya mendapat laporan dari warga jika nak Dinar tengah berbuat mes um di warung bersama pacarnya, apa itu benar pak? " tanya pak RT ketika sudah berada di ruang tamu


"itu tidak benar pak, itu hanya salah paham" sahut Dinar cepat


"saya juga kurang tahu pak RT, tadinya saya meninggalkan mereka karena mereka sedang makan di depan warung, tapi beberapa saat setelah saya tinggal ternyata hujan mulai turun, mungkin mereka berdua memutuskan menghabiskan makannya sembari menunggu hujan, namun setelah hujan reda beberapa warga sudah berkumpul di depan warung, mereka bilang jika putri ku Dinar tengah berbuat hal yang tak seno noh, hal itu di ketahui pertama kali oleh nak Mila" jawab pak Beni menjelaskan dengan semua yang ia lihat


"kalau begitu saya akan panggil nak Mila dulu" pak RT segera beranjak dari duduknya kemudian melangkah keluar untuk memanggil Mila, beliau mengajak Mila untuk masuk ke dalam rumah sebagai saksi.


"nak Mila, apa benar nak Mila yang pertama kali melihat nak Dinar berada di dalam warung bersama seorang pria? " tanya Pak RT setelah kembali duduk di sofa.


"benar pak RT, kalau tidak percaya, ini saya punya buktinya" jawab Mila lantang kemudian memperlihatkan foto Dinar yang tadi berada di dalam warung


"Astagfirullah..." gumam pak RT setelah melihat ponsel Mila.


"tapi saya tidak melakukan apa apa pak rt" ujar Dinar sendu


"kami tidak berbuat me sum pak rt " Al berseru


pak RT mengangguk kemudian menoleh ke arah pak Beni yang duduk di seberangnya.


"jadi begini saja pak Beni... "