OH MY WIFE

OH MY WIFE
29



"oma, oma.. lihat ini oma, o opa.. " dengan terbata Azzam memanggil omanya


"ada apa dengan opa? " oma pun langsung berdiri dan menghampiri Azzam begitu juga dengan Citra dan Marcello


"opa sudah sadar oma, opa sudah siuman" pekik Azzam senang ia segera menghubungi dokter dan mengatakan jika opanya telah siuman


mama Sonya pun segera memeluk suaminya yang tengah terba ring di atas brangkar sambil menangis sesenggukan.


"sudah, aku baik baik saja sekarang. maaf sudah membuat mu khawatir" ucap papa Bagas menenangkan sang istri


"bagaimana aku tak khawatir kalau harus melihat mu tiba tiba pingsan seperti tadi"


"maaf, aku tak akan mengulanginya lagi. tersenyumlah. apa kau tak malu di lihat mantu dan cucu mu? " goda papa Bagas sembari menghapus air mata sang istri


mama Sonya pun kini mulai tenang begitu juga dengan Citra yang kini masih dalam dekapan sang suami, ia sudah tenang dan menghentikan tangisnya


*tok


tok*


dokter pun tiba kemudian masuk setelah mengetuk pintu, ia segera memeriksa perkembangan papa Bagas setelah siuman dari pingsannya.


"alhamdulillah sekarang kondisi pak Bagas sudah mulai stabil, perbanyak istirahat ya pak, jangan lupa makan makanan yang sehat dan bergizi, kalau begitu saya pamit dulu" pesan dokter tersebut kemudian pamit keluar.


"baik, terima kasih dokter" ucap Azzam.


"Assalamualaikum... " terdengar ketukan dan salam dari luar, mendengar hal itu Azzam segera mendekat ke arah pintu kemudian membukanya. di lihatnya disana ternyata ada sang kakak dan adik sudah berdiri di depan pintu, tanpa menunggu di persilahkan masuk, keduanya sudah nyelonong masuk dan menghampiri opa yang tengah tiduran di atas brangkar.


"ya ampun opa, kenapa bisa begini? " Azura dengan nada khawatirnya segera berlari menghampiri opa Bagas.


"opa hanya kelelahan, jadi nggak perlu khawatir seperti itu. lihat ini, opa baik baik saja kan sekarang? " tanya nya menggoda


"makanya kalau jalan jalan tuh ajakin aku gitu loh opa, jadi nggak mungkin opa kelelahan " celutuk Bella


"yang nggak ikut opa pergi siapa coba? " sahut opa menimpali


"eh iya ya, kan aku waktu itu harus nemenin mas Gilang pergi ke acara koleganya, kenapa jadi aku yang lupa!" seru Bella menepuk pelan jidatnya


"nahh.. jadi salah siapa disini? " tanya opa


"iya iya, salah opa... " seloroh Bella.


"hey, apa apaan kau ini, yang bener itu ya salah kamu lah Bella.. dasar bocah satu ini dari dulu selalu pengen menang sendiri" gumam opa Bagas di akhir kalimat sembari menggeleng gelengkan kepalanya.


kini suasana yang tadinya mendung menjadi cerah karena kedatangan Bella dan Azura yang mampu membuat tawa di keluarganya menjadi pecah.


sementara itu di luar Azzam tengah menerima telepon balik dari Al, ia segera memberi tahu jika opa Bagas di rawat di rumah sakit dan opa Bagas juga mencari dirinya. padahal yang sebenarnya sedari tadi opa Bagas tak menyinggung soal Al sama sekali.


*****


Sementara itu di rumah Dinar, Al buru buru menghampiri Dinar yang tengah berada di dapur.


"Din, Dinar.. " Al mencari Dinar di dapur, namun gadis itu tak berada di sana. padahal terakhir kali Al melihat Dinar, ia sedang berada di dapur tengah mencuci rantangnya tadi.


sementara Dinar yang berada di belakang rumah tengah membalikkan jemuran pun terperanjat kaget mendengar teriakan Al yang mencari dirinya. gegas ia menyudahi aktivitasnya kemudian segera masuk ke dapur.


"ada apa mas? " tanya Dinar sesampainya di dekat Al.


"kamu dari mana sih, aku cariin dari tadi nggak ada di rumah?" tanya Al


"aku dari belakang mas, habis ngurus jemuran, ada apa? " tanya Dinar


"oh iya sampai lupa. ayo sekarang kemasi barang barang mu, kita kembali ke kota sekarang" ajak Al segera berlalu meninggalkan Dinar yang termenung di ruang tengah.


"eh mas, memangnya ada apa? " Dinar segera menyusul Al yang tengah mengemasi pakaiannya di kamar.


"opa ku masuk rumah sakit, katanya dia sedang mencari ku, makanya ayo sekarang kita kembali ke kota. kamu beresin barang barang kamu, aku pamit sama bapak dan ibu" ucap Al


Dinar pun langsung mengikuti ucapan suaminya, ia segera mengambil tas nya kemudian memasukkan barang barangnya, sementara Al yang sudah terlebih dahulu membereskan barang barangnya pun segera keluar dari kamar untuk mencari bapak dan ibu mertuanya.


ternyata bapak dan ibu mertuanya teras rumah tengah bercengkrama. Al segera menghampiri keduanya.


"pak, bu.. " panggil Al


pak Beni dan bu Rahayu seketika langsung menoleh ke arah Al yang tengah berdiri di samping pak Beni


"ada apa nak? " tanya bu Rahayu


Al mendekat kemudian duduk di hadapan mertuanya.


"Al mau minta izin kembali ke kota hari ini bersama Dinar pak, bu" ucap Al


"loh, bukannya kemarin bilangnya besok baru balik ya nak, kan Dinar izin hari seninnya? " tanya pak Beni


"iya pak, tapi barusan saya mendapat kabar bahwa opa saya masuk rumah sakit dan beliau mencari saya. Jadi saya harus kembali sekarang, saya juga akan membawa Dinar bersama saya " jawab Al


"innalillahi, semoga opa mu segera sembuh nak Al, kalau begitu segeralah berkemas, nanti bapak antar ke depan nyari angkot"


"baik pak" Al pun segera berdiri kemudian kembali. masuk ke dalam rumah untuk mengambil tasnya, namun ternyata Dinar telah membawanya ke ruang tamu dan penampilannya yang sudah rapi. Al segera menyambar jaket yang di berikan Dinar kemudian meraih tas nya dari Dinar.


"sudah? " tanya Al


"sudah mas, tinggal berangkat saja" jawab Dinar. sejak kejadian kemarin, Dinar begitu penurut dan tidak pernah lagi bicara asal asalan kepada Al. bahkan untuk mengajaknya bercanda seperti waktu di warung pun ia menjadi segan.


keduanya berjalan ke depan menghampiri pak Beni dan bu Rahayu yang tengah menunggu di teras.


"bu, Dinar sama mas Al pamit balik ke kota dulu ya, nanti kalau lagi senggang, Dinar akan pulang lagi" pamit Dinar kepada sang ibu


"iya nak, hati hati di jalan " kemudian pandangan ibu mengarah ke arah Al. "ibu titip Dinar ya nak Al, jaga dan lindungi dia, ibu percayakan Dinar kepada mu nak" ucap bu Rahayu kepada Al


"insyaallah Al akan menjaga amanah ibu, kalau begitu Al pamit dulu ya bu, maaf kalau selama disini Al selalu merepotkan ibu"


"tidak sama sekali nak, ya sudah kalau begitu kalian berangkat lah, mumpung belum terlalu sore" ucap bu Rahayu


"baik bu" kemudian Dinar dan juga Al mencium punggung tangan bu Rahayu sebelum berangkat.