OH MY WIFE

OH MY WIFE
12



"eemm, gimana ya... " Azzam nampak berpikir lama membuat Al mendengus sebal, karena jika tidak menginginkan bantuan sang adik, tentu dirinya tidak akan menunggu lama seperti ini.


"baiklah aku akan membantu mu kak, tapi hal itu tentu tidak gratis bukan" jawab Azzam pada akhirnya. ia pikir dengan sang kakak berani dekat dengan wanita, sang kakak dapat melupakan masa lalu nya. tidak masalah lah jika dirinya harus mengerjakan pekerjaan berlipat ganda asal sang kakak bisa segera move on dari masa lalu yang menyakitkan itu.


Azzam tahu jika sang kakak bukan menemui teman lamanya, melainkan menemani seorang gadis untuk pulang ke kampungnya, sebab Azzam sendiri mendengar percakapan mereka kemarin ketika ia berkunjung ke warung tenda.


pikiran Azzam mulai menerawang jauh memikirkan sang kakak yang ikut bersama gadis itu, di pikirannya sedang menayangkan adegan dimana sang kakak dan gadis itu di gerebek warga kemudian di nikahkan secara paksa, seperti di novel novel yang ia pernah baca, ia berharap hal itu benar benar terjadi sehingga sang kakak dengan mudah lepas dari belenggu masa lalu. ia sampai tidak menyadari jika sang kakak sedang memperhatikan dirinya yang tengah senyum senyum tidak jelas.


"hei... " tepuk Al pada lengan sang adik yang sedang senyum senyum tidak jelas, ia khawatir jika sang adik ternyata sedang kesurupan. satu tepukan kecil nampak nya masih belum bereaksi, kemudian tepukan kedua masih belum berhasil juga, hingga tepukan ketiga, Al menepuk lengan sang adik dengan kasar, barulah Azzam tersadar dari khayalan tingginya.


"astaga, apa sih kak. sakit tahu" ucap Azzam gelagapan


"lagian kamu ya, masak di ajakin ngomong malah senyam senyum nggak jelas, kakak takutnya kamu itu sedang kesambet makanya kakak sadarin. bukannya terima kasih malah ngedomel nggak jelas" ucap Al kesal


Azzam tak menjawab lagi ucapan sang kakak, ia hanya memperlihatkan deretan giginya kepada sang kakak karena baru saja ia memikirkan sang kakak dengan gadis waktu itu.


Azzam kemudian beranjak dan kembali masuk ke dalam rumah, sesaat kemudian ia menoleh ke arah sang kakak yang masih terheran heran dengan sikap anehnya


"oh iya, kesepakatan tetap berlanjut, nanti aku akan minta apa yang aku mau, dan kakak di larang keras menolaknya" seru Azzam.


"baiklah, apapun itu asal kau mau membantu ku" jawab al serius


"oke sip" gegas Azzam kembali masuk kemudian segera berkumpul bersama keluarganya, sedangkan Al masih berada di luar memikirkan langkah yang ia ambil hari ini.


'tidak apa lah aku absen di kantor, kasihan juga gadis itu, dia sering membantu ku di warung tenda, mungkin inilah saatnya aku membalas kebaikannya' gumam Al, ia kemudian beranjak dan menyusul sang adik masuk ke dalam rumah.


terdengar sayup sayup suara mommy nya yang tengah berbicara di daput bersama dengan kakak, adik serta keponakannya, ia kemudian melangkahkan kakinya ke dapur untuk menghampiri wanita terkasihnya itu.


"bahas apa sih kayaknya seru banget" celutuk Al setelah mengambil minum di dalam kulkas


"urusan wanita lah kak" seru Bella dan Azura bersamaan. sedangkan sang mommy dan Cia hanya tersenyum menanggapinya.


"gitu aja main rahasia rahasiaan sama saudara sendiri, ya udahlah nggak penting juga" ucap Al kemudian pergi


sementara keempat wanita itu tengah cekikikan karena Al yang menggerutu. mereka pun melanjutkan acara masaknya untuk makan siang.


"jadi dia kerja di pabrik daddy mom? " tanya Azura yang masih penasaran


"iya, dia bilangnya sih begitu, terus mommy ajakin dia buat gabung di butik mommy, itung itung biar semakin akrab, tapi nggak tahu juga dia mau apa tidak" jawab Citra mendesah pelan. karena di dalam pikirannya telah tumbuh bermacam rencana setelah pertemuannya dengan Dinar, ia banyak berharap Dinar bersedia bergabung di butik miliknya.


"ya semoga saja nanti sesuai keinginan mommy" ucap Azura di angguki mommynya.


setelah itu mereka bergegas menyelesaikan masakannya agar nanti para lelaki yang tengah menunggu segera makan siang. 30 menit berlalu kini semua sudah tersaji di atas meja, keempat wanita itu segera membersihkan diri sebelum makan siang, tak lupa sebelum itu Citra meminta Art nya untuk menyiapkan minuman serta makanan penutup.


jam sudah menunjukkan pukul 12.30 wib, kini semua orang sudah duduk di kursi masing masing untuk segera makan siang, di awali dengan Marcello yang lebih dulu di ambilkan makanan oleh sang istri, setelah itu di lanjutkan oleh anak anaknya yang lain.


beberapa saat kemudian mereka telah menyelesaikan makan siangnya.


"galau ya kak, ketika makan nggak ada yang ngambilin" celutuk Azura menyindir kedua kakaknya yang sedari tadi diam saja.


"apaan sih, aku mah punya pacar, jadi meskipun di rumah nggak ada yang ngambilin makanan, kalau ketemu pacar pasti di manja manja, kak Al tuh yang pasti galau berat" ucap Azzam pongah


"di pacarin doang kagak di nikahin, pait pait pait" ejek Zura


"Aku ke kamar dulu mom, dad" pamit Al tiba tiba, ia segera berdiri dan berjalan menuju lift.


seketika semua anggota keluarganya menatap kepergian Al dengan ekspresi terkejut sekaligus sedih. bahkan Azura yang sejak tadi berceloteh pun langsung menutup mulutnya rapat rapat.