
Setelah menjalankan ibadah sholat isya berjamaah, Bella, Azura dan juga Cia langsung membawa Dinar menuju kamarnya kemudian menguncinya dari dalam.
hal itu mereka lakukan karena tak ingin acara bersenang senangnya di ganggu oleh Aldrich yang masih belum terima jika harus pisah kamar dengan sang istri.
sementara Aldrich dan para pria lainnya melongo melihat Dinar yang tampak pasrah di tarik oleh ipar perempuan nya.
Aldrich menatap nanar kepergian sang istri, sungguh hatinya teramat nelangsa ketika teringat jika nanti malam ia akan tidur sendirian tanpa sang istri.
"tenang lah, istri mu akan baik baik saja"
"jangan galau begitu kenapa sih kak, wong ya kakak ipar masih ada di rumah ini loh, kenapa jadi seolah olah kakak ipar pergi jauh sih" Azzam turut menyambung ucapan adik iparnya, Kenzi, suami Azura.
"ck kau mana paham apa yang aku rasakan Zam" ucap Al kemudian beranjak pergi. ia ingin ke dapur untuk mengambil air dingin. ia ingin mendinginkan kepala dan hatinya yang terasa mendidih mengingat hal itu.
Di teguknya perlahan air dingin yang baru ia keluarkan dari kulkas, dinginnya air mengalir di tenggorokannya seakan mampu meredam panas di dalam hatinya.
hari masih terlalu sore bagi Aldrich untuk tidur, ia memilih untuk duduk lebih dahulu di ruang makan sembari menghabiskan air minumnya.
"tumben kak kamu sendirian disini, Dinar mana? " tanya mommy Citra
"eh mom, sudah pulang. itu, Dinar lagi di bawa para wanita ke kamar, entahlah mereka sedang melakukan apa, akupun tak boleh ikut, bahkan aku di suruh tidur di kamar tamu" adu Al kepada sang mommy.
"iya, kebetulan acaranya sudah selesai"
"mungkin mereka sedang ingin menikmati waktu bersama sama Al, wajar saja, kan Dinar juga ipar mereka, mereka juga ingin memberikan kebahagiaan tersendiri buat Dinar, lagipula setelah ini kamu kan bakalan memboyong Dinar ke rumah pribadi kamu jadi mungkin selagi ada waktu bersama mereka memanfaatkan waktu itu dengan baik. sudah lah jangan cemberut begitu, jelek tahu nggak! "
"tapi mom, "
"huss sudah, tidak ada tapi tapi an, biarkan mereka menghabiskan waktu bersama, lebih baik kamu tidur sekarang biar besok nggak telat bangunnya" ucap sang mommy
***
Di dalam kamar, Dinar bersama saudari iparnya tengah tiduran di kasur dengan masker yang sudah menghiasi wajah mereka masing masing, sembari menunggu mengantuk, mereka menggunakan waktu itu untuk bercerita banyak hal.
ya, meskipun mereka semua sering bertemu, akan tetapi waktu seperti ini jarang sekali mereka jumpai.
"jadi ternyata Cia juga punya adik, dan sekarang sedang kuliah di luar negeri? " tanya Dinar yang mendengar cerita dari Bella jika dirinya mempunyai anak laki laki yang seumuran dengannya dan kini tengah menempuh pendidikannya di luar negeri.
"he em. dia jarang sekali pulang, makanya selama kamu disini kamu belum ada ketemu sama dia" jawab Cia
"pulang dong, masak om nya nikah dia nggak pulang, ini dia masih di perjalanan kayaknya, besok pagi sampai" jawab Bella.
"syukurlah, semoga selamat sampai rumah"
malam itu keempat wanita itupun saling bertukar cerita dari masa lalu hingga ke masa sekarang, bahkan Bella juga menceritakan kisah kedua orang tuanya yang di masa lalu juga pernah ia jodohkan, kemudian pertemanan dirinya dengan sang ibu yang juga di pertemukan di panti asuhan tempat mommy Citra berada.
tak terasa malam semakin larut, karena saking serunya mereka bercerita, hingga tak menyadari jika waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam.
Cia yang lebih dulu menyadari kemudian Menginterupsi mereka dan meminta untuk segera beristirahat.
"hei, lihat jam nya, sudah pukul sebelas, lebih baik kita segera tidur dari pada besok mata kalian semua sembab karena kurang tidur" ajak Cia
"lah, nggak kerasa ya sudah malam, ya sudah lebih baik kita langsung tidur aja, kasihan juga pengantinnya kalau kurang tidur" Azura menimpali
"ya sudah ayo kita tidur... "
kini mereka mulai terlelap hingga tak mengadari jika seseorang telah membuka pintu kamar mereka dengan kunci cadangan.
pria itu berjalan mengendap endap agar tidak membangunkan yang lainnya.
"untung ada kunci cadangan... " lirihnya
kemudian ia berjalan ke arah ranjang, kebetulan disana Dinar berada di sisi paling kiri, dengan mudah lelaki itu mendekat kemudian mulai menggendong Dinar dan membawanya keluar dari kamarnya.
tiba di depan kamarnya, ia di kejutkan oleh daddy Marcello yang menatap heran kearahnya.
"mau kamu bawa kemana istri kamu Al? " tanya daddy Marcello
"eehh dad, em ini mau aku pindahin ke kamar samping" Aldrich sedikit terkejut karena tiba tiba daddynya tengah berjalan ke arah nya.
"lah kan ini kamar kamu, kenapa pindah? " tanya daddy Marcello. ia belum mengetahui acara putri putrinya jadi ia merasa heran ketika Aldrich mengajak istrinya untuk pindah kamar.
"tuh, daddy lihat aja di dalam, sudah Al mau ke kamar dulu dad, kasihan Dinar kedinginan" pamit Al kemudian melangkah meninggalkan daddynya yang keheranan.
penasaran dengan apa yang di katakan putra sulungnya, daddy Marcello pun mendekati pintu kemudian kepalanya melongok ke dalam. ia menepuk jidatnya sendiri begitu mendapati putri putrinya tengah tertidur di kasur milik putra sulung nya.
"pantas saja dia membawa istrinya pergi dari kamarnya, pasti karena istrinya tadi di culik mereka dan karena Al tidak bisa tidur karena terbiasa tidur bersama Dinar sekarang gantian Al yang menculik Dinar. astaga anak itu.. " gumam daddy Marcello menggeleng kan kepalanya.