OH MY WIFE

OH MY WIFE
26



"tapi mas, apa mas benar benar sudah yakin dengan keputusan ini. kita adalah dua orang manusia yang tak saling mengenal, apa mas yakin aku tidak akan mengganggu masa depan mu? " tanya Dinar.


Al pun mengangguk "aku sudah memikirkannya matang matang, aku juga teringat pesan yang selalu di ucapkan ibuku ketika aku hendak melamar kekasih ku dulu, beliau selalu berpesan, jika nanti aku menikah, aku tak boleh mempermainkan pernikahan.


meskipun pernikahan ini bukan keinginan ku, akan tetapi aku harus menjaga pernikahan ini sebaik mungkin. jadi aku harap kamu bersedia melangkah bersama ku, jika tidak bisa bergandengan tangan, kita bisa berjalan beriringan.


jika memang suatu saat nanti kita benar benar tak bisa bersatu, kita bisa mengakhirinya dengan cara yang baik" jelas Al


keputusan ini di ambil Al bukan dalam sekejap mata, akan tetapi sedari tadi ia telah menimbang baik buruknya melanjutkan pernikahannya dengan Dinar. terlebih ia ingin pernikahan sekali seumur hidup, ia yakin bahwa semua yang telah terjadi itu karena kehendak-Nya


"baiklah, aku setuju... tapi mungkin untuk saat ini aku masih belum sepenuhnya menyerahkan diri ku padamu mas, tetapi aku akan mencoba untuk selalu melibatkan dirimu dalam setiap langkah kaki ku" jawab Dinar.


setelah ia mempertimbangkan perkataan Al, ia pun menyetujui sebab pernikahan bukan suatu hal yang bisa di permainkan.


Al pun tersenyum menatap Dinar, ini adalah kali pertama Dinar melihat senyum tampan dari Al hingga membuatnya tersipu malu


"ya, aku menghargai semua keputusan mu..." ucap Al


"kembalilah ke kamar mu, kita bahas hubungan kita esok hari saja setelah kita kembali ke kota" ucap nya lagi.


Dinar pun mengangguk lantas berdiri dari duduknya kemudian melangkah pergi meninggalkan Al di dapur sendiri.


'semoga keputusan ku yang ku ambil ini adalah yang terbaik' gumam Al sesat setelah Dinar pergi


*****


Keesokan paginya di kediaman Al


Bella, Azura dan juga Cia tengah berada di dapur untuk menyiapkan sarapan keluarganya. sementara para pria sedang bersantai di teras.


"mommy mana dad? " tanya Bella ketika mrlihat sang daddy berjalan menghampirinya


"mommy ada di kamar, dia sedang kurang enak badan dari semalam. daddy minta tolong buatkan mommy mu bubur lalu antarkan ke kamar ya"


"ya ampun pantas saja mommy tak terlihat sedari tadi, ternyata sedang sakit" sahut Azura


"baiklah serahkan semuanya sama kami dad, daddy pergilah temani mommy"


"ya, makasih sayang"


setelah sang daddy berlalu, Bella meminta sang putri, Cia untuk menyiapkan bubur untuk omanya sebab dirinya tengah mengerjakan yang lain nya yang belum sempat ia selesaikan.


setelah beberapa saat kemudian, kini bubur hangat telah tersaji di atas mangkuk dengan segelas jus alpukat telah tertata rapi di atas nampan.


"biar mama yang antarkan buburnya untuk oma, kamu bantu tante Zura selesaikan masaknya ya Cia" titah Bella mrngambil alih nampan yang di bawa Cia.


Bella segera beranjak menuju kamar sang mommy, ia sangat khawatir sebab dari semalam sang mommy tak keluar kamar semenjak kejadian gelas pecah tadi malam


ceklek


"mom... " panggil Bella


"Bell.. ada apa? " tanya Citra yang tengah berba ring di atas ka sur.


"ini aku bawain bubur, kata daddy mommy sedang sakit.. " Bella meletakkan nampan di atas nakas


"aku tak sakit Bell, hanya sejak semalam perasaan ku tidak nyaman, seperti ada yang mengganjal di hati, tetapi aku nggak tahu itu apa" jawabnya


"mungkin mommy terlalu lelah, jadinya di hantui rasa tak nyaman" ucap Bella


"enggak lah Bell, sebelumnya aku nggak pernah seperti ini"


"ya sudah biarkan saja mom, mommy cukup fokus sama kesehatan mommy saja, ini buburnya di makan dulu" ucap Bella menyodorkan nampan di depan sang mommy


Akhirnya mau tak mau Citra memakan bubur itu sebab paksaan dari Bella yang terus menerus menyodorkan sendok padanya.


"tumben bubur buatan mu selezat ini Bell? " tanya Citra.


"iya lah lezat, orang itu bikinan Cia bukan bikinan aku. kan mommy tahu sendiri kalau aku nggak bisa masak bubur" kesal Bella


"haha.. iya ya, aku sampai lupa. wah, ternyata cucu ku pintar juga bikin bubur" kelakar Citra. kini dirinya bisa sedikit tersenyum tak seperti tadi yang hanya murung dan gelisah.


Siang harinya anak anak Citra pun mulai berpamitan untuk pulang ke rumah masing masing sehingga kini kediaman Al kembali sepi. tinggal lah Citra, Marcello dan Azzam.


"sepi lagi.. " gumam Citra


"iya benar, kalau kita punya cucu dari Al pasti rumah kita jadi ramai ya sayang" sahut Marcello yang ternyata mendengar suara lirih sang istri


Citra pun langsung menoleh ke arah sang suami kemudian tersenyum "iya benar, rumah selalu ramai kalau ada Keisya di rumah, kalau dia pulang, rumah jadi sepi lagi"


Azzam yang berdiri tak jauh dari tempat duduk kedua orsng tuanya pun mendekat dan duduk di seberangnya


"gimana kalau kita ke panti mom, sudah lama kita tak berkunjung kesama rame rame, nanti kita jemput oma opa dulu di rumahnya sekalian" ajak Azzam


Citra lantas mengangguk "ya boleh, sebentar mommy siap siap dulu, kamu hubungi opa kalau kita mau mengajak mereka ke panti " ucap Citra kemudian beranjak.


Azzam pun segera melaksanakan perintah sang mommy untuk menghubungi opa nya. kebetulan opa dan oma nya telah kembali ke Indonesia dua hari yang lalu setelah beberapa minggu liburan di luar negeri.