OH MY WIFE

OH MY WIFE
114



Aldrich mengecek ponselnya yang berdering, ia harap kali ini adalah pesan dari sang istri setelah beberapa kali ia di buat kesal sebab pesan yang masuk bukan dari sang istri, melainkan dari teman temannya.


'akhirnya kamu membalasnya sayang' Lirih Aldrich , seulas senyum terbit dari bibirnya. ia segera memacu mobilnya menuju rumah kos Mia, sahabat sang istri.


hanya membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit sampai Aldrich tiba di rumah kos Mia, ia kembali menghubungi sang istri dan mengabari jika dirinya berada di luar gerbang, ia tak berani masuk sebab disana di khususkan untuk wanita meskipun dulunya Aldrich sempat masuk kesana untuk menjemput sang istri.


tok


tok


tok


"mas... " panggil Dinar dari luar, wanita itu beberapa kali mengetuk kaca mobil suaminya.


Aldrich di buat kaget sebab ia baru saja mengirimkan pesan kepada sang istri, namun kini dengan cepat sang istri gelah berdiri di samping mobilnya.


"sayang... " Aldrich memeluk serta mencium sang istri, akhirnya setelah beberapa saat mencari, kini ia bertemu dengan istrinya.


"mas apa sih, malu tahu" Dinar mendorong pelan da da sang suami sebab Aldrich tiba tiba memeluk dirinya di pinggir jalan.


"mas tadi khawatir banget sama kamu, takutnya kamu pergi lagi dari kehidupan mas. lagian kenapa pergi nggak bilang bilang hm? " tanya Aldrich sembari menoel hidung Dinar.


"ya maaf mas, tadi aku buru buru kesini setelah Mia bilang jika dia sedang sakit. lagipula Dinar pikir tadi mas sangat sibuk, bahkan pesan ku tadi siang pun belum di buka ketika aku perjalanan ke kosan Mia"


"lain kali kabari mas, mas tadi sempet khawatir karena pegawai mu bilang jika kamu pergi buru buru bahkan nggak ada ngomong apa apa sama mereka, mas takut terjadi sesuatu sama kamu sayang" jelas Aldrich yang membuat hati Dinar langsung menghangat.


"Dinar minta maaf sudah buat mas khawatir, maafin Dinar ya mas" Dinar memasang wajah melasnya agar sang suami luluh dan tak mengomel lagi.


Aldrich, tentu pria itu tak tega melihat ekspresi sang istri yang melas seperti itu, ia langsung mengangguk begitu saja tanpa berkata apapun.


"masih ingin makan di warung mas Dani? " tanya Aldrich


"masih lah mas, kita kesana ajak Mia sekalian ya, kasihan juga kalau dia keluar cari makan sendiri, badannya masih demam"


"baiklah, kamu jemput Mia gih, aku tunggu disini" ucap Aldrich menyetujui


"iya, makasih ya mas" Dinar segera berlalu ke dalam menuju kamar Mia. rupanya Mia telah siap setelah sebelumnya memang Dinar meminta ia untuk bersiap siap.


"sudah siap Mia? " Dinar melongok ke dalam kamar Mia.


setelah memastikan istri serta sahabatnya telah duduk di kursi dengan nyaman, Aldrich bergegas melajukan mobilnya menuju ke warung mas Dani yang hanya berjarak beberapa ratus meter dari rumah kos Mia.


keadaan warung masih lengang meskipun ada beberapa pembeli disana, Aldrich masuk ke dalam warung di susul oleh Dinar dan juga Mia yang berjalan di belakangnya.


"wah wah, siapa ini yang datang" mas Dani, anak pemilik warung itupun tersenyum lebar mendekati dan menyapa Aldrich yang masuk ke dalam warung.


"ck, masak lupa, tukang buat teh ini" ucap Aldrich datar, namun hal itu hanyalah guyonan, selanjutnya mereka tertawa bersama.


"apa kabar mas Al, lama nggak kesini, sekalinya kesini langsung bawa 2 cewek" goda mas Dani.


"terus aja godain, nanti kalau pawangnya marah kamu tanggung sendiri akibatnya"


"iihh takuttt... "


setelah temu kangen dan berbasa basi sebentar, akhirnya pesanan mereka telah terhidang di atas meja mereka. dengan cepat baik Aldrich, Dinar maupun Mia segera menyantapnya.


waktu sudah menunjukkan pukul 17.20 wib, setelah makan dan melanjutkan mengobrol, Aldrich pun berpamitan sebab hari sudah malam.


sebelum keduanya pulang, mereka terlebih dahulu mengantarkan Mia ke kosan nya kemudian melanjutkan perjalanan untuk pulang.


***


keesokan paginya


Di dalam kamar mandi, Dinar memegang sebuat alat tes keha milan, matanya terlihat berkaca kaca, kemudian menetes tanpa di minta. air matanya berjatuhan seiring isakan tangis bahagia.


ia bahkan menggunakan beberapa merk alat tes keha milan sebab dirinya masih belum yakin akan hasilnya, namun hasilnya tetap sama. Posi tif.


yang artinya jika ia benar benar tengah mengandung bu ah cintanya bersama sang suami.


awalnya Dinar masih tak menyadari jika ia sudah terlambat hampir satu minggu, namun setelah ia mendapatkan notifikasi dari salah satu aplikasi kalender mens truasi yang mengatakan jika dirinya sudah terlambah 1 minggu ia sangat terkejut, dan akhirnya kemarin ia memberanikan diri mampir ke apotek untuk membeli test p*ck ketika dalam perjalanan menjenguk Mia di kosannya.


'benarkah aku mengandung' lirih Dinar mengusap pelan pe rut bawahnya yang masih rata.


Dinar lantas menghapus air matanya, ia berencana akan pergi ke rumah sakit terlebih dahulu untuk memastikan kebenarannya sebelum ia memberitahu sang suami.


"nanti ke dokter dulu deh, kalau memang beneran ha mil, aku akan lansung ke kantor mas Al buat ngasih kejutan ini" gumam Dinar.