
"segera pertemukan kami dengan orang tua Dinar untuk membahas kelanjutan rumah tangga kalian" sambung daddy Marcello.
Bella, Azura dan juga Cia yang sedari tadi penasaran atas ucapan daddy Marcello yang terdengar ambigu di telinganya pun kini mulai paham kearah mana ucapan daddy Marcello sedari tadi. nampaknya memang daddy Marcello hanya ingin mempertegas keputusan Al agar di kemudian hari ia tak menyesal, begitulah kira kira kesimpulan yang mereka dapatkan dari ucapan daddy Marcello.
"apa itu artinya daddy merestui pernikahan kami? " tanya Al
"daddy tidak pernah bilang jika daddy menentang pernikahan kalian berdua, daddy hanya ingin mempertegas keyakinan kamu akan keputusan yang kamu ambil hari ini" seru daddy Marcello
"Al kau pasti tahu jika kami semua sangat kecewa kepada mu, terlebih mommy, mommy merasa jika kamu benar benar tak membutuhkan dan tak menganggap mommy hingga kamu menutupi hal ini kepada kami. mommy hanya ingin bertanya sama kamu. apa kamu benar benar serius dengan pernikahan kalian, apa kamu sudah benar benar bisa menerima wanita baru di hati mu? jujur mommy khawatir kalau saja nanti keyakinan mu goyah kemudian kamu malah berpaling darinya. mommy tidak ingin hal itu terjadi" sahut mommy Citra.
ia masih belum mempercayai keyakinan sang putra yang sudah menerima dengan ikhlas pernikahannya dengan Dinar.
"mom aku minta maaf jika sudah menyakiti hati mommy, tapi Al juga bingung harus bilang seperti apa sama mommy dan daddy, pernikahan kami terjadi karena kesalahpahaman, hingga Al tak bisa langsung berterus terang. Al bersungguh sungguh dengan Dinar mom, Al telah jatuh hati kepada dia" ucap Al bergetar. ia terus meyakinkan keluarganya tentang perasaannya dengan sang istri
"baiklah mommy akan mencoba percaya dengan kata kata mu." lalu pandangan mommy Citra beralih ke arah daddy Marcello "besok siang saja kita menemui besan, lebih cepat lebih baik agar mereka tidak terus terusan sembunyi sembunyi seperti ini"
rencananya pagi nanti mommy Citra akan membelikan beberapa buah tangan untuk besannya, maka dari itu ia memilih berangkat siang hari agar dapat mempersiapkan semuanya.
"kalau itu yang terbaik, tak masalah kita berangkat besok siang" ucap daddy Marcello menimpali.
rapat dadakan malam itu berakhir pukul 02.00 dini hari, setelah itu satu persatu rombongan yang di bawa mommy Citra pun kembali ke kediaman masing masing.
setelah kepergian keluarganya, Al dan juga Dinar dapat bernafas lega sebab sedari tadi keduanya sangat tegang meskipun mommy Citra dan daddy Marcello tak melakukan keke rasan atau tinda kan yang kurang menyenangkan. bahkan ancaman yang ingin menghapus Al dari daftar ahli waris pun tak benar benar di lakukan. justru keluarga Al akhirnya menerima Dinar dengan tangan terbuka dan mendukung penuh hubungan keduanya. apalagi memang sejak awal mommy Citra berencana ingin menjodohkan Al dengan Dinar, barang tentu ia tak menentang sama sekali.
'huuuhhh' Al menghembuskan nafas nya pelan. ia melihat kue yang di bawa sang kakak masih tergeletak di atas meja, ia bahkan tak mengingat jika hari ini adalah hari ulang tahunnya.
"mas... " panggil Dinar, kini keduanya sudah kembali ke ka mar dan mere bahkan tu buhnya di atas ka sur.
"kamu pasti terkejut " ucap Al
"ya, bahkan sampai sekarang aku masih deg deg an" jedanya
"mas, aku nggak nyangka deh, kalau kamu itu anaknya tante Citra, ku pikir hanya nama belakang kalian aja yang mirip, ternyata memang benar kalian memiliki hubungan" sambungnya
"mommy Din, bukannya tadi mommy sudah meminta kamu untuk memanggilnya mommy bukan tante lagi. memangnya kamu tahu nama lengkap mommy? " tanya Al, ia semakin penasaran sudah sejauh mana kedekatan Dinar dengan mommynya itu
"tahu lah, dulu waktu pertama kali bertemu beliau ngasih kartu namanya ke aku. ternyata memang benar ya mas, kita dipertemukan dengan seseorang pasti ada tujuannya seperti aku dan tan- em maksud ku mommy" seru Dinar
"hidup memang penuh misteri Din.seperti halnya jodoh dan maut, tidak ada yang tahu. ya sudah sekarang kamu tidur karena nanti siang kita bakal nempuh perjalanan jauh" ajak Al
***
pagi tadi Dinar sudah mengabarkan jika keluarga suaminya akan berkunjung nanti siang, jadi Dinar meminta sang ibu untuk menyiapkan jamuan untuk menyambut mereka.
sedangkan Al mengabari bibi Yuni untuk mengabari jika dirinya tak perlu datang ke apartemen hari ini karena mereka akan pergi.
setelah selesai bersiap dan menempuh perjala nan kurang lebih 30 menit, kini Al telah sampai di rumah utama.
Dinar turun dari mobil kemudian memandang takjub bangunan indah nan megah di hadapannya, untuk yang pertama kalinya ia mengunjungi rumah mertuanya yang sangat indah ini.
Al segera mengajak Dinar untuk masuk karena saudara saudarinya sudah menunggu mereka di dalam.
"ayo masuk, mereka sudah berkumpul di dalam" ajak Al
"mas, ini rumah apa istana, kenapa bagus sekali " tak menghiraukan ajakan sang suami, Dinar justru menatap takjup bangunan di depannya itu.
Al tersenyum kemudian meraih tangan Dinar "berhenti mengagumi dan sekarang ayo masuk, mommy sudah menunggu mu" ajaknya lagi.
"ayo mas... " Dinar melangkah pelan bersama Al, degup jantungnya kembali terpacu cepat ketika ia mulai masuk ke dalam rumah mewah itu.
"wah mantu mommy sudah datang.. " mommy Citra datang dari arah belakang menghampiri Dinar yang sudah mulai masuk ke dalam. ia langsung memeluk menantunya kemudian mengambil alih menuntun Dinar untuk ikut bergabung dengan ipar iparnya di ruang keluarga. sementara Al melongo melihat mommynya bahkan tak menyapanya, jangankan menyapa, melirik pun tidak.
"duduk dulu Din, kita masih nunggu Azura belum datang, katanya tadi pengen ikut ke rumah kamu" ucap mommy Citra begitu Dinar sudah duduk bersama keluarga sang suami.
"iya mom..." jawab Dinar terlihat canggung.
Bella mendekat ke arah Dinar kemudian duduk di samping gadis itu "semalam kita bertemu tapi nggak sempet ngobrol, kamu masih ingat aku kan? " tanyanya.
"eemm, kak Bella bukan? " jawab Dinar kembali mengingat
"yah, betul sekali. kamu ternyata lebih cantik aslinya ya dari pada pas waktu video call waktu itu. beruntung sekali adik ku bisa mendapatkan istri secantik kamu" seru Bella bersemangat.
"ah biasa saja kak.. " ucapnya malu malu.
jika para wanita tengah mengerubungi Dinar dan bercerita panjang lebar, lain halnya dengan Al yang merasa seperti anak tiri setelah kedatangan Dinar.
daddy Marcello menepuk pundak Al yang melihat sang istri tengah di kerubungi mommy serta saudari saudarinya.
"jangan cemburu begitu Al, mereka hanya terlalu senang mendapatkan teman baru, yang itu berarti geng mereka bertambah satu lagi, tinggal nunggu si Azzam saja membawa calon istrinya setelah itu pasti mereka akan benar benar membentuk grup arisan. yakin deh sama daddy" goda daddy Marcello membuat Al semakin kesal. ia benar benar di abaikan oleh sang mommy sekarang karena sudah ada penggantinya.