
Pagi hari, setelah Dinar melepas kepergian sang suami ke kantor, ia bergegas menuju kamarnya yang ada di lantai dua untuk mengganti pakai annya, karena rencananya pagi ini ia dan mommy Citra akan mengunjungi butik untuk fitting baju pengantin.
selesai berganti baju ia langsung menghampiri mommy Citra yang sudah menunggunya di ruang tengah.
"maaf lama mom" ucap Dinar mendekat kearah mommy Citra.
"mommy juga baru duduk, ya sudah, ayo kita berangkat sekarang saja" ajaknya kemudian berdiri dan melangkah pelan bersama Dinar menuju ke depan.
keduanya masuk ke dalam mobil setelah pintu di bukakan oleh supir yang akan mengantar keduanya. Dinar duduk dengan tenang meskipun dalam hatinya ia merasa sangat grogi apalagi ia hanya berdua dengan ibu mertuanya saja.
1 jam di perjalanan, kini mobil yang mereka naiki tah sampai dan terparkir di depan sebuah butik mewah yang terlihat sangat luas.
mommy Citra menggiring sang menantu untuk masuk bersamanya. "selamat datang nyonya Smith" sapa beberapa karyawan yang ada disana.
mommy Citra mengangguk "apa Starla ada tamu lain? " tanya mommy Citra kepada salah satu karyawan disana.
"tidak ada nyonya, beliau sudah menunggu anda di ruangannya, mari saya antar" jawab salah satu karyawan wanita.
"Terima kasih" mommy Citra dan Dinar mengikuti langkah kaki karyawan tersebut menuju ke ruangan Starla.
tok
tok
tok
"Bu Starla, nyonya Smith sudah datang" ucap karyawan itu dari balik pintu.
ceklek
"Hai Citra, akhirnya datang juga. apa kabar? " sapa Starla setelah membuka pintu kemudian melihat mommy Citra sudah berdiri di depan ruangannya, keduanya lantas saling berpe lu kan kemudian cipika cipiki.
"kabar ku baik, oh iya kenalin ini menantu ku, namanya Dinar" ujar mommy Citra memperkenalkan Dinar kepada kawan lamanya itu.
"Dinar tante... " sapa Dinar sembari menunduk singkat
"ternyata sangat cantik. pinter juga si Aldrich cari istrinya. ya sudah ayo masuk, kita ngobrol di dalam saja" ajak tante Starla
mereka setuju kemudian berjalan masuk ke dalam ruangan tante Starla.
Starla, wanita paruh baya yang seumuran dengan mommy Citra. istri dari teman lamanya sekaligus rekan bisnis sang suami dulu.
"aku kemarin sempat kaget loh Cit, waktu kamu bilang mau fitting baju pengantin. aku kira kamu yang mau ngadain pesta pernikahan untuk yang sekian kalinya" seru tante Starla ketika mereka telah duduk di sofa yang ada di ruangannya itu.
mommy Citra terkekeh, ia tak kaget kalau sahabatnya berpikiran seperti itu sebab ia dan sang suami memang sering kali mengadakan pesta walaupun pesta itu untuk anak anaknya.
"kali ini tebakan mu salah kan. aku mau kamu membuatkan baju pengantin untuk menantu ku ini" ucap mommy Citra.
"kamu tenang saja, aku pasti akan memberikan yang terbaik untuk kamu, oh iya mana Al, kenapa nggak ikut fitting sekalian? " tanyanya
"anak itu memang ya, selalu saja Terima beres. hm ya sudah ayo kita ukur dulu baju untukmu" ajak tante Starla pada Dinar.
Dinar mengangguk kemudian segera berdiri.
setelah selesai mengukur Dinar, mereka kemudian melanjutkan perbincangan mereka yang lain.
kurang lebih hampir 2 jam mereka disana, kemudian mommy Citra undur diri sebab sudah terlalu lama ia disana.
"kalau begitu aku pamit dulu ya, aku percayakan semuanya sama kamu" pamit mommy Citra kepada tante Starla.
"hati hati di jalan... " ucap tante Starla.
mommy Citra dan Dinar mengangguk kemudian meninggalkan ruangan tante Starla.
***
sudah satu bulan Aldrich dan juga Dinar tinggal bersama di kediaman utama. kini cidera pada kaki Dinar pun telah sembuh total dan ia tidak lagi berjalan menggunakan kruk.
Dinar merapikan dasi sang suami yang sedikit berantakan kemudian tersenyum "selesai" ucapnya.
"Terima kasih istri ku" Al langsung menghadiahi kecu pan singkat di kening sang istri.
Dinar langsung memalingkan wajahnya yang terasa memerah setelah mendengar ucapan sang suami, ia kemudian berbalik badan kemudian meninggalkan Al keluar dari kamar.
"lucunya istri ku" gumam Aldrich kemudian menyusul sang istri keluar.
Pagi ini mereka menjalani aktivitas seperti biasa nya. Aldrich pergi ke kantor sementara Dinar menjadi penganguran di rumah. jujur saja ia ingin sekali kembali bekerja namun kedua mertuanya melarangnya bekerja dengan alasan kakinya baru saja sembuh dan mereka berjanji akan mengizinkan Dina kembali bekerja setelah selesai acara resepsi pernikahannya.
Dinar duduk di teras rumah selepas kepergian sang suami ke kantor, ia nampak berpikir hingga beberapa saat kemudian ia tersenyum kemudian beranjak dari duduknya.
"hah, dari pada nganggur begini mendingan ke dapur aja, siapa tahu ada bahan yang bisa di olah" serunya kemudian segera masuk ke dalam rumah.
Dinar berjalan ke arah dapur, ia berpapasan dengan mommy Citra yang baru saja turun dari tangga. "mau kemana Din? " tanya mommy Citra, ia sebenarnya tahu jika menantunya itu sangat kebosanan di rumah setiap hari, apalagi setelah beberapa hari yang lalu ia di nyatakan sembuh total kemudian berniat kembali bekerja namun baik ia maupun sangat suami melarangnya.
"mau ke dapur mom, mau bikin kerjaan! " seru Dinar bersemangat
"bikin kerjaan, ada ada saja kamu Din, mau masak apa? " tanya mommy Citra yang mengetahui maksud jawaban Dinar. ia kemudian mengikuti Dinar berjalan menuju dapur
"enggak tahu sih mom, ini mau coba lihat di dapur dulu, siapa tahu ada bahan yang bisa di masak"
"gimana kalau kita buat kue saja, kemudian nanti kita bawa kuenya ke panti sekalian jenguk ibu disana" ajak mommy Citra
Dinar mengangguk antusias "wah, ide bagus tuh mom. ya sudah Dinar siapin dulu bahan bahannya ya" seru Dinar kemudian ia berjalan menuju lemari yang berisikan bahan bahan kue kemudian mengeluarkan satu persatu.
mommy Citra tak mau kalah, ia juga turut membantu Dinar menyiapkan peralatan membuat kue kemudian mulai mengadon bersama Dinar