OH MY WIFE

OH MY WIFE
91



Kini Dinar dan keluarga besarnya sudah berada di mobil yang sama untuk mengantarkan Dinar kembali ke kampung halamannya, selain daddy Marcello dan mommy Citra, ada juga Azzam dan Edo yang turut ikut mengantarkan Dinar pulang bersama kedua orang tuanya , sedangkan para tetangganya sudah berangkat lebih dulu dengan menggunakan bis.


tak banyak yang mereka tanyakan, meskipun penasaran dengan kejadian tadi siang, namun, para tetangga sedikit sungkan jika ingin bertanya lebih dalam sebab itu urusan pribadi keluarga besar Dinar.


mereka menghormati dan turut mendoakan yang terbaik untuk rumah tangga Dinar, dan berharap permasalahan mereka segera terselesaikan.


"Dinar nggak apa apa mom, mommy jangan menatap Dinar seperti itu" lagi lagi Dinar menenangkan mertuanya yang merasa bersalah terhadap dirinya.


"maafkan ulah anak mommy ya sayang, mommy janji akan beri anak itu pelajaran supaya bisa berpikir lebih panjang lagi setelah ini" ucap mommy Citra sendu


"Dinar percayakan semua sama mommy, Dinar hanya ingin menenangkan diri dulu di kampung, setelah itu Dinar akan kembali ke rumah utama"


bu Rahayu pun turut mengangguk, setelah tadi siang mommy Citra menceritakan tentang masa lalu putranya, kini ia mengerti apa yang di rasakan menantunya itu, jadi ia tak ingin mendoktrin jika menantunya sepenuhnya bersalah akan kejadian tadi siang.


"nanti kalau Dinar sudah tenang, kami akan antar dia kembali ke kota, untuk sekarang biarlah Dinar menenangkan diri terlebih dahulu, dan nak Al menyelesaikan masalah nya dengan mantan tunangannya "


"mbak janji ya, bawa menantu ku kembali ke rumah"


"InsyaAllah Citra... "


setelah itu semuanya terhanyut dalam lamunan masing masing, hingga tak menyadari jika mereka telah tiba di kampung halaman Dinar.


"sudah sampai mom, dad" ucap Azzam memberi tahu.


mommy Citra menggeliat dalam dekapan sang suami, rupanya setelah banyaknya beban pikiran yang ia rasakan, ia tanpa sadar tertidur hingga tak menyadari jika dirinya dan rombongan telah sampai di rumah Dinar.


begitu pula dengan Dinar dan kedua orang tuanya, mereka pun ikut terbangun setelah Azzam membangunkan mereka.


hari sudah gelap, pak Beni bergegas membuka pintu kemudian menyalakan lampu rumahnya, setelah itu barulah ia mempersilahkan bedannya untuk masuk ke dalam rumah.


"masuk dulu besan, istirahat dulu, sebentar saya siapkan tempat tidurnya" ucap pak Beni


sementara Dinar dan bu Rahayu memilih untuk langsung masuk ke kamar untuk menyimpan barang bawaannya setelah itu menyiapkan minum untuk mertuanya dan besannya.


"ibu sudah masak airnya, tinggal kamu seduh teh nya nak"


"iya bu. apa tidak apa apa kalau hanya minum air saja bu, di rumah tidak ada makanan atau camilan gitu? "


"kamu ini bagaimana toh Dinar, kan ibu sama bapak kemarin ke kota jadi ya nggak ada makanan, kalau camilan kan biasanya ada di rumah pas kamu juga dirumah, kalau nggak ada kamu ya nggak ada camilan, udah teh dulu aja kamu bawa ke depan, ibu coba beli di warung siapa tahu masih ada makanan"


"bercanda bu, ini aja udah nggak apa apa, mommy sama daddy pasti ngerti kok, lagipula tadi kan udah pada makan toh" Dinar terkekeh geli menggoda sang ibu.


ia bahagia jika sang ibu kembali tersenyum, sebab sejak kejadian siang tadi, ibunya terlihat lebih banyak diam dengan mulut tertutup rapat.


Tidak ada lagi tawa terdengar dari bibirnya, Dinar yakin jika ibunya turut sedih akan dirinya. maka dari itu ia mencoba untuk menghibur sang ibu, meskipun dirinya sendiri juga memerlukan hiburan


"ya sudah, itu kalau sudah selesai segera di bawa keluar, kasian mereka pasti haus"


Dinar mengangguk, ia kembali berkutat dengan gelas yang ada di hadapannya, ia sudah menyeduh tehnya kemudian tinggal menaruhnya di atas nampan, sementara itu, ibu lebih dulu kembali ke ruang tamu sebab tak enak jika meninggalkan besannya terlalu lama, hingga beberapa saat ia di susul Dinar yang mengekor di belakangnya sembari membawa nampan berisikan teh hangat.


"di minum dulu teh nya dad, mom... " ucap Dinar setelah meletakkan gelas di hadapan mertuanya.


"makasih sayang, seharusnya tak perlu repot seperti ini, apalagi keadaan mu tidak baik baik saja"


"enggak merepotkan sama sekali kok mom. mommy minumlah supaya badannya kembali hangat"


malam itu kediaman Dinar tampak ramai, bu Rahayu meminta besannya untuk menginap di kediamannya karena mengingat hari sudah sangat malam, kebetulan satu minggu setelah kunjungan pertama mereka di kediaman Dinar, pak Beni membuat satu kamar lagi untuk berjaga jaga jika keluarga besannya datang berkunjung seperti saat ini.


satu persatu dari mereka telah masuk ke kamar masing masing, malam ini Dinar meminta sang ibu untuk menemani tidur sementara pak Beni memilih tidur di depan tv yang kebetulan disana ada kasur lantai yang terbentang cukup lebar, sedangkan kamarnya di pergunakan untuk tidur Azzam dan Edo.


sebenarnya kedua pria bujang itu menolak untuk tidur di kamar orang tua Dinar, dan memilih untuk tidur di depan tv, tapi karena pak Beni tak tega akhirnya beliau memaksa kedua bujang itu untuk tidur di kamarnya, dan lagi, mau tak mau akhirnya mereka pun menurut karena mereka juga sudah lelah dan ingin segera beristirahat.