
Dua hari berlalu, kini bu Rahayu akan kembali ke kampung halamannya, ia akan di antar oleh putrinya menuju terminal dengan menggunakan motor milik tetangga kost nya, dengan langkah berat bu Rahayu mulai menaiki bis yang akan membawanya ke tempatnya.
setelah tragedi tersedak tempo hari, sang ibu hingga saat ini tidak membahas mengenai Al kembali, membuat Dinar tentu sangat bersyukur, itu artinya ia tidak akan melakukan kebohongan untuk yang kedua kalinya.
Dinar melambaikan tangannya ketika bis yang membawa sang ibu mulai berjalan, air matanya kembali jatuh setelah beberapa saat ia tahan karena tak ingin melihat ibunya turut sedih. sejak ia mulai berbohong waktu itu, Dinar merasa sangat bersalah hingga tak mampu menatap lama mata sang ibu.
setelah bis yang di membawa sang ibu sudah tak terlihat, gegas Dinar melajukan motornya menuju kosan karena hari sudah menunjukkan pukul setelah tujuh, Dinar harus cepat cepat kembali ke kos untuk mengembalikan motor tetangganya dan juga berangkat bekerja seperti biasanya.
*****
Dua minggu berlalu, Kesehatan pak Seno telah membaik, bahkan tangannya yang cidera sudah mulai bisa di gerakkan, hal itu membuat Al mengucap syukur berkali kali karena pak Seno sembuh dengan cepat. bukan, bukan karena Al ingin segera pergi dari warung tenda, akan tetapi perasaan Al kini jauh lebih tenang sebab tidak di hantui rasa bersalah yang teramat dalam. Al juga akan tetap membantu pak Seno sampai ia betul betul telah pulih seperti sedia kala, ia juga berjanji nanti jika pak Seno sudah kembali ke warung tenda, Al akan sering berkunjung dan membantu berjualan ketika dirinya sedang ada waktu luang.
Hari sabtu kembali datang, itu berarti nanti malam akan banyak pengunjung seperti minggu sebelumnya, karena banyak muda mudi yang keluar rumah untuk bermalam minggu. tadi pagi Al sudah meminta Dani untuk berbelanja lebih banyak karena minggu lalu mereka sampai kehabisan stok makanan sedangkan pembeli masih ada yang berdatangan, hal itu tentu membuat para pengunjung yang hendak makan menjadi kecewa, lantas minggu ini Al memutuskan untuk meminta Dani menambah jumlah porsi yang akan di jual.
sore ini tepat setelah ashar, Al bergegas menuju warung tenda. ya, Al tidak ikut serta dalam menyiapkan apa saja yang akan di jual, tetapi Al akan langsung membantu berjualan sebab jika ia harus membantu mempersiapkan semua dari awal, tentu pekerjaan Al akan terbengkalai di kantor meski sudah ada sang adik yang turut serta membantunya.
maka dari itu Al meminta keringanan untuk ikut berjualan saja tanpa harus menyiapkan bahan bahannya dari awal, lagipula nanti ketika di warung ia juga tetap akan bertemu dengan kompor lagi.
meskipun di kantor ia mendapatkan jabatan yang mentereng, hal itu tak lantas membuat Al menjadi gila hormat. Al akan menempatkan dirinya sesuai dengan situasi dan kondirinya.
seperti hal nya ketika ia sedang berada di kantor, sebagai seorang CEO dari perusahaan Smith Group, Ia akan bersikap dingin dan tegas. namun ketika berada di luar kantor ia akan menjadi Al yang apa adanya, bahkan dalam hal penampilan nya pun ia akan berbeda.
"mas Al, seperti biasa satu ya, makan Sini" pesan Dinar ketika sampai di warung tenda
"kamu datangnya kecepetan Din, Dani masih ngambil nasi di rumah, tunggu sebentar ya aku siapin lauknya dulu sembari nunggu Dani datang" ucap Al memberitahu
Dinar pun menengok jam yang ada di ponselnya, dan benar saja sekarang masih pukul 15.30 wib, itu masih sangat sore ia datangnya, padahal biasanya ia akan datang pukul lima sore.
"lah iya, maklum lah mas Al, hari libur jadi tadi tidur seharian, eh pas bangun kelaperan, jadinya langsung mandi terus berangkat kesini deh, nggak tahunya masih terlalu awal aku datangnya. ya sudah nunggu mas Dani ajalah mas baru siapin pesanannya, biar hot nanti makannya" ucap Dinar.
"boleh mas kalau nggak ngerepotin" jawab Dinar sambil nyengir.
kemudian Al langsung ke belakang untuk membuatkan Dinar minum.
setelah beberapa kali pertemuan, akhirnya keduanya kini sudah mulai akrab, hal itu membuat Al kini merubah pandangannya mengenai Dinar, yang dulunya ia anggap wanita yang sok akrab, kini ia menganggap bahwa Dinar adalah wanita mandiri dan hebat.
"nih aku kasih gratis" ucap Al menyodorkan gelas berisikan es jeruk.
"serius nih mas Al, makasih ya" ucap Dinar, tanpa malu malu ia langsung meminum es tersebut di hadapan Al, dengan sekali tenggak ia langsung menghabiskannya.
Al yang melihat Dinar minum dengan terburu buru seperti habis maraton pun menggelengkan kepalanya seraya berucap "habis maraton Din? " goda Al
"ia mas Al, maraton mengejar cintamu, eaa... " Dinar langsung tertawa setelah menggombali Al
sedangkan Al yang mendengar gombalan dari Dinar pun melotot, bisa bisanya gadis seperti Dinar menggombal kepada pria dewasa.
melihat mata Al yang melotot Dinar langsung mengangkat tangannya kemudian memperlihatkan jari telunjuk serta jari tengahnya membentuk huruf V. "peace mas Al, cinta damai ya, cuma bercanda doang... " ucap Dinar cengengesan.
"tadi Dinar haus banget mas Al, bangun tidur tadi langsung mandi kemudian kesini, jadi lupa belum minum sama sekali" jelas Dinar kemudian.
Al pun mengangguk "mau lagi? " tanya nya
"boleh? " tanya Dinar tanpa malu malu
"sebentar saya ambilkan dulu di belakang" jawab Al kemudian langsung kembali kr belakang dengan membawa gelas kosong milik Dinar untuk di ganti yang baru.