
Pagi sekali Dinar telah menyelesaikan masakannya di dapur bersama bibi, rencananya setelah selesai masak ia ingin segera berangkat ke pasar untuk membeli beberapa keperluan dapur. namun tujuan utamanya jelas bukan itu, melainkan ia ingin menghindar barang sebentar dari suaminya, perasaannya masih kacau sehingga dirinya memilih menjauh daripada nanti malah menjadi bomerang sendiri untuk hubungan rumah tangganya dengan Al karena ia pasti akan menyerang berbagai macam pertanyaan mengenai hal semalam.
selepas selesai memasak, ia segera berangkat ke pasar dengan ibu mertuanya, setelah beberapa kali adanya perdebatan kecil diantara keduanya karena perbedaan pendapat, kini kedua wanita beda usia itupun telah berada di dalam mobil dengan mommy Citra yang menyetir.
Dinar diam, ia bahkan tak ingin menemui sang suami hanya untuk sekedarbberpamitan jika dirinya hendak pergi dengan mommy Citra.
"kamu sudah pamit sama suami kamu Din? " tanya mommy Citra ketika kedua nya baru masuk ke dalam mobil.
"em... tadi aku udah minta bibi buat ngasih tahu mas Al kok, karena tadi aku lihat dia masih tidur, kasihan saja kalau di bangunin, soalnya semalam dia pulang agak larut" jawab Dinar. ia berkata jujur mengenai izinnya di titipkan kepada art nya, akan tetapi ia berbohong jika dirinya sudah melihat sang suami.
"ya sudah, kita berangkat sekarang ya, nanti sampai di pasar kita beli sarapan dulu di tempat yang biasanya, gimana? " tanya mommy Citra
"boleh mom... "
setelah itu mobil pun mulai melaju meninggalkan kediaman Smith.
mommy Citra melirik sang menantu yang sedari tadi hanya diam saja, padahal biasanya menantu perempuan nya itu akan menanyakan banyak hal kepada dirinya, namun kini yang mommy Citra lihat, sang menantu nampak murung sekali seperti terhimpit beban berat.
"kamu kenapa Din, kalau ada masalah coba cerita sama mommy! " seru mommy Citra
"enggak kok mom, aku nggak kenapa napa, hanya teringat sebentar lagi mendekati acara resepsi, aku semakin gugup saja" bohong Dinar, padahal di dalam kepalanya hanya ada sang suami.
"kamu tenang saja, semua sudah mommy atur, dan sudah beres, tinggal menunggu hari-H nya saja" ujar mommy Citra menenangkan
"makasih ya mom, karena dari awal sudah mendukung hubungan kami, aku yang dari awal pesimis sekarang menjadi optimis. bahkan aku nggak pernah berpikiran jika hubungan ku dengan mas Al bisa sejauh ini"
mommy Citra menangkap raut sedih yang di rasakan sang menantu, ia segera menepikan mobilnya kemudian menatap sang menantu yang tengah menunduk.
"kamu ada masalah dengan Al? " tanya mommy Citra yang seolah paham isi hati Dinar.
Dinar mendongak, menatap mertuanya yang ternyata juga tengah menatap ke arahnya, Dinar tak kuasa menahan air matanya, ia langsung menumpahkan air matanya ketika pandangan matanya bertabrakan dengan mata mertuanya.
"momm... " Dinar langsung memeluk mertua rasa ibu kandungnya itu, ia sudah tak mampu lagi menahan semuanya sendirian, ia butuh teman yang dapat mendengar setiap keluh kesalnya. dengan tubuh yang bergetar Dinar menumpahkan air matanya saat itu juga.
sedangkan mommy Citra langsung terkejut lantaran sang menantu yang tiba tiba menangis histeris di pelukannya. ia mengusap lembut lengan Dinar seolah mengirim kekuatan untuknya.
"m-mom... " lirih Dinar terbata. ia berangsur melepas pelukannya dari sang mommy
"apa yang harus aku lakukan mom, aku sudah tak bisa memendamnya sendirian"
"baik, sekarang tenangkan diri kamu dahulu, lalu setelah itu barulah kamu cerita semuanya sama mommy" perintah mommy
setelah puas menangis di pelukan sang mertua, kini Dinar telah mantap untuk mengatakan hal hal yang sebenarnya mengganjal di dalam hati nya.
"mom, ku rasa mas Al tidak benar benar mencintai aku deh" lirih Dinar
"apa maksud kamu Din? suami kamu itu sangat mencintai kamu. kalau tidak percaya tanya kan saja pada opa, oma sama daddy, mereka saksinya, mereka semua tahu akan hal itu karena sejak dulu jika Al sedang jatuh Cinta, ia akan memberikan semuanya untuk wanita itu. dan terbukti kini Al telah jatuh dalam pesona mu, jadi mana mungkin Al tidak mencintai kamu Din"
"tapi mom, sepertinya mas Al masih terjebak oleh masa lalunya. mommy ingat waktu kita berbelanja di supermarket ketika hendak mengunjungi panti, Disana mas Al berkata jika dirinya sempat melihat sosok yang mirip tunangannya bahkan mencium parfum yang di pakai oleh tunangannya dulu, mas Al masih menyimpan rapat rapat perasaannya dan mungkin tak akan pernah tergantikan oleh orang lain, aku tak mengada ngada mom, aku tahu dengan mata kepala ku sendiri ketika malam malam aku tak sengaja melihat mas Al sedang di ruang kerjanya masih meratapi tunangannya dulu.
dan semalam untuk yang pertama kalinya mas Al pulang dalam keadaan tak sadarkan diri karena mabuk, ia terus meracau nama 'Luna' di dalam tidurnya tanpa ia sadari, aku yakin, mas Al tak benar benar bisa move on dari masalalunya"
Dinar menumpahkan kegelisahan serta hal yang mengganjal di dalam hatinya kepada sang mertua, ia sungguh sudah tak mampu lagi memendamnya sendiri, apalagi ia seringkali mendapati tingkah laku sang suami yang terlihat aneh setelah pulang dari supermarket waktu itu.
mommy Citra sempat terkejut mendengar semua ungkapan isi hati sang menantu, namun beliau tak ingin memutus pembicaraan Dinar hanya karena beliau ingin menyela akhirnya setelah Dinar selesai berbicara barulan ia menanggapi.
diraihnya jari jemari Dinar kemudian menggenggam nya sangat erat, ia tak tahu harus bersikap seperti apa, tapi yang pasti jika sang putra memang melalukan kesalahan maka ia sendiri yang akan menghukum nya.
"baiklah mommy paham sekarang, jadi itu alasan yang membuat kamu akhir akhir ini menjadi pendiam, karena perasaan mu sedang tidak baik baik saja kepada suami kamu. kenapa kamu tidak mencoba untuk bicara dari hati ke hati saja, siapa tahu kamu dapat menemukan jawaban yang kamu cari, karena mommy yakin betul jika Al benar benar mencintai kamu Din, mommy berbicara seperti ini bukan karena Al anak mommy terus mommy membelanya, tetapi karena mommy yakin betul akan perasaan Al sama kamu. dan untuk soal mabuk, mommy juga tidak bisa mentolerir tindakan bodoh yang di lakukan oleh Al, mommy sendiri yang akan menghukumnya terlepas alasan yang membuat dia memutuskan untuk meminum minuman ha ram itu. " seru mommy pada akhirnya.
Dinar nampak berpikir sejenak, ia rasa perkataan sang mertua ada benarnya juga, apa salahnya jika ia bicara dari hati ke hati kepada sang suami agar masalahnya cepat selesai, mungkin ada hal lain yang ia tidak ketahui dari sang suami sehingga menimbulkan kecurigaan. ia lantas mengangguk.
"mommy benar, sebaiknya aku bicarakan hal ini dengan mas Al agar nanti tidak berbuntut panjang, makasih ya mom sudah mau mendengar kan keluh kesah yang Dinar rasakan, kini Dinar sudah merasa lebih baik setelah mengatakannya kepada mommy" ucap Dinar.
"tak masalah sayang, kamu anak mommy, jadi hal itu wajar kamu lakukan setelah memendamnya terlalu lama dan kamu sudah benar benar tidak mampu lagi menahannya, mommy juga akan mencoba menyelidiki Al, siapa tahu mommy juga akan mendapatkan jawabannya" ucapnya.
"sekali lagi terima kasih mom, kini aku benar benar lega sekarang... "