OH MY WIFE

OH MY WIFE
66



Sore ini Abian dengan semangat mengajak sang ibu mengunjungi toko bunga yang sempat ia lihat kemarin sewaktu hendak pulang ke rumah, karena jarak yang lumayan dekat, disana juga menjual tanaman hias.


"kita sudah sampai bu, ayo kita turun" Abian segera membukakan pintu mobil untuk sang ibu kemudian mengulurkan tangannya agar menjadi pegangan sang ibu.


"kamu selalu saja romantis sama ibu nak" wanita paruh baya itupun menyambut uluran tangan sang anak.


"biarin, memang Abian sayang ibu kok" pria itu tersenyum kemudian menggandeng lengan sang ibu membawanya masuk ke dalam toko bunga tersebut.


disana tidak hanya menjual bunga bucket, melainkan tanaman hidup yang di letakkan di dalam polybag juga ada disana dan bermacam macam jenisnya.


Abian membawa sang ibu menuju deretan bunga bunga berwarna warni dan memintanya untuk memilih sendiri.


"ibu ingin membeli yang mana, nanti kita akan menanam sama sama, sudah lama kita tidak berkebun sekarang" ucap Abian.


"pilihannya banyak sekali Ardi, ibu bahkan bingung harus memilih yang mana, bolehkan ibu membeli 2 macam tanaman? " tanyanya, ia khawatir uang sang anak akan habis jika menuruti, keinginan nya terus menerus.


"membeli semuanya pun aku bisa dan mampu bu, jadi ibu tenang saja, jika hanya seperti ini uang ku tak akan habis, sudah ibu pilih saja yang banyak nanti biar di siapkan sama pegawai disini" Abian meminta sang ibu untuk langsung memilih tanpa ragu, bahkan lelaki itu juga membeli beberapa tanaman yang ia rasa sangat cantik seperti ibunya.


setelah lama memilih, sang ibu kemudian mendekati sang anak yang sedang menunggunya di kursi.


"ibu sudah memilih dan meminta pegawai disini menyiapkan tanamannya, sekarang kita tinggal pergi ke kasir untuk membayarnya" ujar sang ibu kepada Abian


"iya bu.. "


setelah menyelesaikan transaksi nya Abian segera mengajak sang ibu untuk mengunjungi beberapa tempat untuk menyenangkan hati sang ibu yang tadi sempat kesepian.


keduanya keluar dari toko bunga tersebut bersama sama, ketika hendak masuk ke dalam mobil, Abian terpaku sejenak, dadanya berdegup sangat kecang ketika melihat wanita yang sedang berjalan ke arahnya, bukan, lebih tepatnya berjalan menuju toko bunga bersama dengan anak kali kali berusia sekitar 2 tahunan.


"Luna... " panggil Abian reflek ketika wanita itu melewatinya.


sementara wanita yang di panggil Luna itupun langsung menghentikan langkah kakinya, ia terlihat terkejut lalu menoleh ke arah Abian, matanya langsung melotot kemudian segera memutus pandangannya tanpa sepatah katapun wanita itu langsung berlari masuk ke dalam toko bunga tersebut dengan masih menggendong anak kecil itu.


sementara Abian yakin jika wanita yang baru saja ia panggil adalah Luna, sebab wanita itu langsung berhenti ketika Abian memanggil nama itu, ia ingin menghampiri wanita itu, namun sang ibu yang sudah berada di dalam mobil memanggil dirinya membuat ia mengurungkan niatnya, mungkin besok ia akan kembali ke toko bunga ini, begitu pikirnya.


"kamu mau kemana nak? " tanya sang ibu


"oh itu, tadi aku sepertinya mengenal wanita tadi, ingin menghampiri nya tapi ibu sudah memanggil aku, ya sudah kita lanjutkan perjalanan kita saja bu, mungkin aku salah orang" ujarnya.


sang ibu mengangguk mengerti "ya sudah kita kemana lagi sekarang? "


"lebih baik kita ngadem ke Mall bu, sudah sebulan lebih ibu nggak jalan jalan kesana" Abian segera melajukan mobilnya menuju mall terdekat untuk berjalan jalan dengan sang ibu.


***


Sudah sore, mommy Citra dan yang lainnya pamit untuk pulang karena mereka hanya izin kepada daddy Marcello untuk pergi sampai sore saja, bu Fatma mengantarkan keempat orang itu menuju teras bersama anak anak panti lainnya yang juga turut melepas kepergian mereka.


Dinar dan Al nampak bahagia setelah bertemu dengan anak anak panti, mulai dari belajar, bernyanyi, bermain, hingga membantu anak anak panti untuk bersih bersih dan mandi layaknya anak mereka sendiri.


Dipikiran Al, sepertinya ia akan meminta hak nya yang setelah sekian lama tertunda karena beberapa faktor hingga sampai saat ini ia belum bisa memiliki sang istri seutuhnya, sementara Dinar kini tengah di sibukkan dengan pikirannya yang membayangkan jika ia dan sang suami di karuniai buah hati, tak sadar bibirnya menyunggingkan senyuman hingga membuat Mommy Citra dan juga Bella yang duduk di belakang menatap heran ke arah Dinar yang terlihat dari kaca depan.


"kamu baik baik saja kan Din? " tegur Bella


"ap-apa, ada apa kak? " tanya Dinar gelagapan.


"em, nggak apa apa kok, cuma panggil kamu aja" Bella mengurungkan niatnya untuk bertanya lebih kepada Dinar, ia memilih untuk diam menyandarkan tu buhnya pada sandaran kursi.


"oh begitu ya.. " Dinar nampak kikuk setelah kepergok melamun. sementara Al hanya melirik sang istri sebentar kemudian kembali fokus menyetir.


***


Di sebuah kamar, seorang wanita nampak duduk meringkuk di atas ranjangnya, ia menenggelamkan kepalanya di antara kedua kakinya yang tertekuk sembari menangis sesenggukkan.


"kenapa aku harus bertemu dengan dia lagi, apa belum cukup dengan semua yang pernah ia lakukan kepada ku hingga kini aku harus bertemu dengan dirinya lagi" wanita itu terus menangis bahkan sesekali meracau lirih


ia kemudian melirik bocah kecil yang ia gendong tadi, bocah laki laki itu nampak tertidur tenang di samping dirinya. perlahan lahan ia mengelus puncak kepala anak itu sembari bergumam.


"tidak, aku tak boleh menyalahkan takdir yang menimpa ku dulu, aku harus bisa bangkit demi Leo, jika aku menyalahkan semua ini, itu berarti aku juga menyalahkan putra ku, darah daging ku sendiri, aku juga tak ingin menyia nyiakan pengorbanan kedua orang tua ku. huuhh, semangat Luna, semangat demi Leo" wanita itu menyeka air matanya kemudian mengecup kening sang putra.