
Dinar masih bercengkrama hangat dengan mertua serta iparnya, pertemuan kali ini terlihat seperti seorang anak yang untuk pertama kalinya bertemu dengan keluarganya setelah sekian lama tak berjumpa, berbeda dengan tadi malam yang penuh ketegangan, hari ini mereka bercengkrama banyak hal. padahal sedari tadi pagi Dinar merasa begitu tegang ketika hendak berangkat ke kediaman sang suami.
percakapan mereka terhenti ketika melihat kedatangan Azura bersama suami serta balitanya. mommy Citra melambaikan tangan ke arah Azura agar ia mendekat kepadanya.
"Zura kesini sebentar, kenalkan keisya sama tantenya dulu sebelum berangkat" ucapnya kepada snag putri.
Azura yang memang hendak menghampiri sang mommy pun tersenyum mengangguk kemudian berjalan lurus ke arah mommy.
"hai kakak ipar, kita bertemu lagi" sapanya kepada Dinar.
"iya, ini anak kamu? " tanya Dinar. pasalnya tadi malam Azura tak membawa turut serta keisya ke apartemen nya.
"iya kakak ipar, namanya keisya.. " jawabnya.
setelah berbincang sebentar, mereka memutuskan untuk segera berangkat sebelum hari semakin panas. Dinar bersama suami serta mertua dan ipar laki lakinya berada dalam satu mobil sementara yang lainnya berada di dua mobil yang berbeda.
ketika hendak berangkat ternyata dari arah gerbang depan mereka di kejutkan oleh mobil opa Bagas masuk ke halaman rumah.
Mommy Citra kemudian kembali turun untuk menghampiri sang papa yang tiba tiba datang.
"pa, kok kesini, katanya tadi nggak bisa ikut karena udah janjian sama temennya mau main golf?" tanya mommy Citra begitu melihat papanya turun dari mobil
"papa udah batalin, mau ikut kalian kerumah cucu mantu, ini mau langsung berangkat? " tanya papa Bagas
"iya pa ini mau berangkat, tapi mampir ke panti dulu jemput ibu" jawabnya
"nggak usah, kita langsung berangkat saja. tuh papa udah sekalian tadi jemput bu Fatma di panti biar mama mu ada temannya. ya sudah ayo kita berangkat sekarang" seru papa Bagas kemudian kembali masuk ke dalam mobil, pun dengan mommy Citra yang juga ikut kembali ke dalam mobilnya.
akhirnya rombongan keluarga Al pun berangkat beriring iringan menuju kempung halaman Dinar yang harus menempuh perjalanan kurang lebih tiga jam
***
sementara di rumah Dinar. bapak tampak sibuk menggelar karpet di ruang tamu sebab jika nanti harus duduk di sofa rasanya tidak akan muat sebab kata Dinar, ia akan datang bersama keluarga besar Al sementara sofa yang ada di ruang tamu hanya cukup di duduki untuk enam orang saja.
sedangkan bu Rahayu tengah menyiapkan makanan untuk menyambut besannya dengan di bantu para tetangganya.
Mila datang ke rumah Dinar, dengan dalih ingin membantu memasak untuk besan bu Rahayu. padahal sebenarnya ia hanya ingin melihat apa saja yang di persiapkan bu Rahayu untuk menyambut keluarga menantunya yang ia kira miskin itu dan juga ingin melihat apa saja yang akan di bawa oleh suami Dinar dari kota untuk mertuanya itu.
ternyata apa yang dipikirkan Mila tidak sesuai dengan kenyataannya, rupanya bu Rahayu menyiapkan begitu banyak hidangan untuk menyambut besannya, bahkan bukan hanya makanan berat, ada juga bermacam macam kue dan juga buah buahan.
'padahal menantunya itu hanyalah karyawan warung, kenapa banyak sekali makanan yang di masak, sudah seperti menyambut walikota saja persiapannya' gumam Mila merasa kesal. ia kemudian membantu sekedarnya saja, tidak ingin terlalu lelah membantu tetangganya itu.
karena lelah menunggu Dinar yang tak kunjung datang, akhirnya Mila menyerah, ia berpamitan untuk pulang lebih dulu. namun ketika sampai di teras, ia terkejut ketika melihat ada beberapa mobil mulai memasuki halaman rumah Dinar.
ia mencoba untuk menyangkal jika yang datang adalah Dinar, sebab mobil yang masuk ke halaman Dinar adalah mobil mobil mewah yang bahkan belum pernah ada yang memiliki di kampungnya.
ia mengira ngira barangkali orang tersebut salah masuk gang atau mungkin hanya menumpang putar balik atau menumpang parkir. namun belum selesai rasa terkejutnya, ia kembali terkejut bahkan membelalakkan matanya ketika pintu mobil di buka dan Dinar turun dari salah satu mobil itu.
bu Rahayu dan pak Beni yang masih berada di dalam rumah segera keluar setelah mendengar deru suara mobil masuk ke halaman rumahnya. mereka berdiri di samping Mila yang masih syok melihat Dinar keluar dari mobil.
Dinar beserta keluarga Al turun kemudian segera berjalan ke arah teras, Azzam beserta ipar laki lakinya kebagian membawa buah tangan untuk orang tua Dinar.
"Assalamualaikum pak, bu" salam Dinar dan Al kemudian mencium punggung tangan keduanya secara bergantian.
"wa'alaikumussallam, kalian sudah datang" ucap bu Rahayu. kemudian pandangannya beralih kearah keluarga Al yang masih berdiri di belakang Al dan Dinar. ia menatap satu persatu sembari tersenyum. kemudian pandangannya tertuju wanita seumurannya yang juga tengah memandang ke arahnya.
"mbak ayu? " panggil mommy Citra. sementara bu Rahayu nampak terkejut melihat teman lamanya ada di depannya.
"Citra, kamu beneran Citra istri tuan Marcello kan? apa kabar Cit, ya Allah,sudah lama sekali kita tidak bertemu" seru Bu Rahayu kemudian meme luk mommy Citra. ia kemudian mrnoleh ke samping Citra, disana Bella berdiri sembari tersenyum ke arahnya
"mbak Ayu nggak lupa kan sama aku? " tanya Bella
"Bella kan ya, mana mungkin aku lupa, karena dari dulu, dimanapun ada Dinar pasti Bella juga ada bersamanya, kamu apa kabar Bell? " tanya Bu Rahayu
"aku baik mbak" jawab Bella
"rupanya mbak masih ingat aku dan Bella, ku pikir tadi aku saja yang masih ingat mbak Ayu, karena kan sudah lama sekali kita nggak pernah ketemu. jadi mbak ibunya Dinar, besan ku? " tanya mommy Citra.
"iya benar aku ibunya Dinar. ibu mana Cit, kamu nggak ajak ibu kesini? " tanya Bu Rahayu
mommy Citra menoleh ke belakang "sepertinya masih ada di mobil bersama mama, nanti pasti turun" jawabnya.
" ya sudah kita masuk dulu di luar panas" ajak Bu Rahayu.
semuanya mengangguk kemudian satu persatu mulai masuk ke dalam rumah Dinar. sementara Mila hanya mematung, ia kemudian mundur selangkah untuk melihat apa saja yang di bawa suami Dinar untuk keluarganya.
Sedangkan bu Fatma, mama Sonya baru turun setelah semuanya masuk ke dalam rumah, kedua wanita tua itu sangat kelelahan harus duduk berjam jam di dalam mobil dan memilih beristirahat sebentar di dalam mobil.
"Assalamualaikum... " salam bu Fatma dan mama Sonya ketika masuk ke dalam rumah Dinar.
Bu Rahayu langsung berdiri ketika melihat ibu angkatnya datang kemudian menghampirinya.
"ibu... " panggil bu Rahayu kemudian meme luk bu Fatma
"loh Ayu, kamu disini juga? " tanya bu Fatma yang belum mengetahui jika bu Rahayu adalah besan mommy Citra
"ini rumah Ayu bu. ayo duduk dulu bu" ajaknya kepada dua wanita tua itu.
bu Rahayu atau yang dulu sering di panggil Ayu. adalah anak asuh sekaligus pengasuh di panti asuhan milik Bu Fatma. dulu sebelum ia menikah, ia memilih mengabdikan dirinya merawat adik adik pantinya termasuk Citra kala itu.
namun ketika dirinya berusia 24 tahun, dirinya di pinang seorang pria sederhana kemudian di boyong ke kampung halaman sang suami. saat itulah ia jarang sekali mengunjungi panti asuhan karena harus membantu sang suami di sawah dan berjualan.