OH MY WIFE

OH MY WIFE
103



Dinar dan Aldrich terkapar dengan nafas tersengal sengal, keduanya telah mencapai ******* untuk yang kesekian kalinya dan kini saatnya mereka untuk membersihkan diri.


"ayo aku bantu kamu ke kamar mandi setelah itu kita sholat magrib berjamaah" Aldrich segera menggendong Dinar yang terlihat begitu kelelahan, mereka bergegas untuk membersihkan diri sebab waktu maghrib hampir selesai.


setelah keduanya beres mandi dan sholat, Aldrich mengajak Dinar untuk kembali duduk di atas ranjang, ia tak mengizinkan Dinar untuk keluar kamar malam ini.


***


Sementara di lantai satu, seluruh keluarga besar Aldrich tengah berkumpul di ruang makan.


sore tadi, oma, opa dan nenek Fatma datang ke kediaman utama setelah mommy Citra mengabarkan jika menantunya telah kembali bersama dengan besannya.


"ini si Al sama Dinar mana, kok dari tadi nggak kelihatan? " tanya opa Bagas, ia menyapu pandang ke segala arah mencari cucunya, namun yang di cari tak kunjung menampakkan diri.


Bella dan Azura yang tahu akan keduanya pun bungkam, sebagai seorang istri, jika ada sebuah masalah, paling cepat menyelesaikan hanyalah di atas ranjang, dan itulah yang mereka perkirakan.


keduanya saling berpandangan seolah bertanya satu sama lain.


"iya ya, dari tadi siang saya juga tidak melihat Dinar, kemana anak itu? " bu rahayu pun turut berkomentar.


"mungkin masih di kamarnya, lebih baik biarkan saja dulu, siapa tahu mereka tengah menyelesaikan masalah mereka" Bella yang sedari tadi diam pun ikut menimpali.


"ya sudah kalau mereka ada di rumah, biarkan saja sudah, opa harap mereka lekas baikan. lebih baik kita mulai saja makan malamnya tak perlu menunggu mereka, biar nanti bibi siapkan makan malam untuk mereka berdua" putus opa Bagas.


"baik... "


***


"bagaimana, apa masih sakit? " tanya Aldrich


"sudah agak mendingan mas, lebih baik kita turun saja mas, aku takut mereka nyariin kita dan menunggu kita untuk makan malam" jujur Dinar grogi berdekatan dengan sang suami setelah apa yang mereka lakukan tadi.


"nggak perlu, kamu disini aja nanti biar aku yang ambilin kamu makan malam, sepertinya mereka tengah makan malam bersama, di bawah sedang ramai, apa kamu tak malu kalau nanti mereka menyadari ada yang berbeda dari kamu dan mencerca banyak pertanyaan sama kamu? "


Aldrich memperhatikan leher Dinar yang banyak sekali tanda cinta disana, ia tersenyum simpul mengingat kegiatan panasnya tadi sore.


"ramai? memangnya ada acara apa? "


"tadi di grup keluarga, mommy mengabarkan jika kamu sudah pulang dan sekarang pasti, opa, oma dan nenek ada di bawah, apa kamu tidak tahu? "


Dinar menggeleng, ia benar benar tidak mengetahui hal itu, terlebih sedari tadi ia tak mrlihat ponselnya. "aku nggak tahu kalau semuany bakalan kumpul disini, tahu gitu tadi di tunda aja"


"lah, mana bisa... kan juga udah kejadian. jadi terima saja... " Aldrich mendarat kan kecupan pada kening sang istri.


"hiisshh... " Dinar mendengus sebal. ingin turun tapi ia malu terlebih kondisinya saat ini tidak begitu fit setelah kegiatan panas tadi.


Aldrich melihat jam pada ponselnya, mereka sudah satu jam lebih duduk dan mengobrol disana. ia lantas beranjak untuk menaruh ponselnya di atas nakas dan hendak mengambil kan makanan untuk dirinya dan sang istri.


"mau kemana? " tanya Dinar sembari memegang lengan sang suami


Dinar mengangguk, ia membiarkan suaminya keluar sementara dirinya tetap berada di dalam kamar.


Aldrich menuruni tangga satu persatu menuju lantai dasar, meskipun di Kediaman orang tuanya di sediakan lift, namun Aldrich lebih memilih menuruni anak tangga. tak ada alasan khusus, ia hanya terbiasa naik turun tangga agar lebih sehat.


sampai di lantai dasar dapat Aldrich lihat jika memang keluarganya tengah berkumpul di ruang keluarga, mereka tampak bersenda gurau satu sama lain, dan hal yang membuat Aldrich merasa heran adalah dari semua orang yang ada disana tak ada satu pun dari mereka yang menghampiri nya ke kamar untuk mengajaknya makan malam atau berkumpul di ruang keluarga.


'Bisa bisanya mereka melupakan pengantin baru ini' lirih Aldrich kemudian melanjutkan langkahnya untuk menuju ke dapur.


"woy kak Al, dari mana aja baru nongol" Azzam sedikit berteriak ketika melihat Aldrich berjalan melewati ruang keluarga.


Aldrich menoleh ke belakang, ia terkejut ketika mendapati semua keluarga nya tengah menatap ke arahnya. ia sedikit kikut sebab tadi tak ikut makan malam bersama.


"em, itu, dari kamar aja. kenapa Zam? "


"ya nggak kenapa kenapa, tumben nggak ikut gabung, oh iya, mana kakak ipar, katanya udah pulang tapi dari tadi aku belum ada lihat dia sama sekali? "


"kakak mu lagi di kamar, em, dia... dia kurang enak badan, yah dia kurang enak badan makanya dia nggak ikut turun" Aldrich tergagap menjawab pertanyaan dari sang adik, tak pernah ia bayangkan jika akan di tanyai soal istrinya sehingga ia tak menyiapkan jawaban yang tepat untuk menjawabnya.


bu Rahayu langsung berdiri kemudian menghampiri menantunya. "Dinar sakit, ya ampun pasti dia kelelahan makanya sampai sakit begitu"


semua orang yang berada di sana pun terkaget mengetahui jika Dinar tengah sakit kecuali Bella dan Azura, keduanya yakin sakitnya Dinar bukan sakit biasa melainkan sakit karena kelelahan seusai iya iyaan dengan Aldrich


"Citra ayo temani aku ke kamar Dinar" ajak bu Rahayu kepada besannya. mommy Citra yang sudah berada di samping bu Rahayu pun mengangguk, keduanya hendak melangkah pergi namun Aldrich justru mencegahnya dengan merentangkan tangannya.


"tunggu! "


"eemm... biarkan Dinar istirahat dan jangan di ganggu dulu, lebih baik besok saja melihatnya, biar malam ini aku yang menjaganya" cegah Aldrich


"kamu ini bagaimana, orang menantu mommy sakit kok mommy malah nggak di bolehin nengok"


Bella dan Szura terkikik geli, keduany terlihat tengah ngerumpi menertawakan tingkah Aldrich yang terlihat begitu konyol.


"udah biarin aja mom, mending besok aja lihat Dinarnya. Al pasti akan menjaga Dinar dengan baik, bukan begitu Al? " tanya Bella.


Aldrich mengangguk cepat, ia bersyukur sang kakak menolong dirinya, namun ketika Aldrich menoleh ke arah sang kakak, Bella justru menyunggingkan senyum mengejeknya.


"be - benar itu kata kak Bella mom" meski curiga, Aldrich tetap sepakat dengan perkataan sang kakak.


kedua wanita paruh baya itupun lantas mengangguk, "baiklah, tapi kalau sampai besok Dinar tetap nggak keluar kamar, mommy akan langsung menerobos kamar kalian! " ancam nya terdengar nyata, padahal mommy Citra hanya menggertak saja.


"ya sudah, kami akan melihat besok saja. lebih baik kamu segera ambilkan makanan untuk Dinar karena ibu yakin bahwa Dinar belum makan apapun sedari tadi, jangan lupa kamu juga harus makan"


"baik bu, kalau begitu Al pamit ke dapur dulu buat nyiapin makan Dinar"


"ya, pergilah... "