
Sore harinya.
mommy Citra mengajak kedua besannya untuk pergi ke hotel untuk mengecek persiapan disana, meskipun sudah ada penanggung jawabnya disana, akan tetapi mommy Citra lah yang bertanggung jawab penuh atas leberhasilan acara esok hari.
maka dari itu, selagi mereka belum terlalu sibuk, mommy Citra mengajak besannya untuk mengecek sebentar ke hotel setelah itu mereka akan menjemput bu Fatma serta opa dan omanya Al.
"mommy berangkat ke rumah nenek dulu ya, sekalian nanti ngecek ballrom, mumpung ada waktu buat keluar" pamit mommy Citra kepada putra putrinya.
kebetulan siang tadi anak anak mommy Citra sudah berkumpul di kediaman utama, jadi ramailah rumahnya saat itu.
"hati hati ya semuanya" ucap Bella
sebenarnya ia juga tak ingin keluar, akan tetapi karena tujuan keluarnya saat ini adalah menjemput ketiga orang tuanya, maka mommy Citra dengan senang hati melakukannya, ia juga turut mengajak sang besan agar dapat kembali bertemu serta menyambangi panti asuhan nya dulu.
kini mommy Citra, daddy Marcello, bu Rahayu serta pak Beni telah meninggalkan kediaman utama bersama seorang supir.
Al masih berada di ruang kerjanya untuk menyelesaikan pekerjaannya yang menumpuk, rencananya hari ini ia akan menyelesaikan semuanya agar besok dan beberapa hari kedepan ia bisa lebih santai lagi, padahal sebelum itu Azzam dan daddy Marcello telah memberi tahu jika Al tak perlu memforsir tenaganya untuk menyelesaikan pekerjaan nya itu karena mereka nanti yang akan membantu menyelesaikan.
Dinar mengintip dari luar pintu ruang kerja Al, di lihatnya sang suami yang nampak sangat sibuk padahal aebentar lagi mereka akan mengadakan pesta, tapi Al justru masih berkutat dengan pekerjaannya, ia khawatir jika nanti Al akan kelelahan dan jatuh sakit.
'sepertinya mas Al bener bener banyak kerjaan deh'
Dinar kemudian berbalik, berjalan menuju ke arah dapur.
"mau kemana kak? " tanya Azura pada kakak iparnya itu.
"mau ke dapur dulu, bikin minuman untuk mas Al. kasihan kakak mu, sepertinya pekerjaannya sangat banyak sampai sore gini dia belum juga keluar dari ruang kerjanya" jawab Dinar.
"kak Al memang begitu kakak ipar, dia selalu ingin segera menyelesaikan pekerjaan nya jauh jauh hari supaya ketika nanti nggak keteteran dan malah menganggu aktivitas selanjutnya" timpal Azzam menyahuti.
kebetulan mereka semua tengah berkumpul di ruang keluarga dengan mengerubungi Keisya, putri Azura yang semakin hari semakin menggemaskan itu.
"begitu ya, ya sudah aku tinggal ke dapur dulu ya, setelah itu aku kesini lagi" pamit Dinar.
"hm, segera kak... " ucap Azura.
setelah selesai membuatkan wedang jahe, Dinsr kemudian membawanya ke ruangan Al, tak lupa ia juga meletakkan beberapa camilan di atas piring untuk menemani sang suami bekerja.
tok
tok
tok
"mas ini aku Dinar" ucap Dinar dari arah luar, ia tak berani langsung nyelonong masuk karena khawatir mengganggu sang suami
"masuk saja sayang" teriak Al dari dalam.
mendengar jawaban dari sang suami, Dinar segera membuka pintu dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tengah membawa nampan.
"masih sibuk mas? " tanya Dinar mendekat ke arah sang suami.
"hmm, tinggal sedikit lagi. ada apa, apa perlu bantuan? " tanya Al menatap lekat sang istri.
Dinar menggeleng "tidak ada mas, aku kesini hanya ingin membawakan ini" Dinar meletakkan secangkir teh hangat dan sepiring kue bolu di meja kerja Al.
"meskipun mas sangat sibuk bekerja, aku harap mas tetap menjaga kesehatannya, jangan sampai karena terlalu bersemangat bekerja hingga melupakan kesehatannya. ini aku ada bawa wedang jahe dan juga kue bolu, nanti istirahat lah sebentar untuk menikmatinya" ucap Dinar
"iya sayang, makasih ya sudah di bikinin minuman, di antar kesini pula" ucap Al tulus.
"sama sama mas, jangan lupa di minum dan makan ya, kalau sudah lelah, istirahat dulu baru nanti di lanjut lagi. kalau begitu aku keluar dulu ya mas" pamit Dinar, ia hendak pergi karena khawatir mengganggu sang suami, namun tangan nya langsung di cekal oleh Al.
"kamu disini aja temani aku, aku akan meminum ini setelah itu baru kita keluar sama sama"
"memangnya sudah selesai? katanya tadi belum? " tanya Dinar
"belum sih, tapi tenang aja, nanti malam pasti aku kerjain semuanya kok"
kini Al benar benar menghabiskan semua yang di bawa oleh sang istri, ia bahkan mengabaikan pekerjaan nya yang tengah menunggu dirinya untuk segera di sentuh.