
Menghembuskan nafasnya pelan, Mila kemudian beranjak pergi dari toilet setelah di rasa hatinya lebih tenang. ia segera kembali ke meja kerjanya dan langsung duduk mengerjakan pekerjaannya yang belum selesai sekaligus menghalau teman temannya yang menaruh curiga kepada dirinya agar tidak langsung menanyakan hal itu kepada dirinya.
beberapa saat berkutat dengan layar komputer nya, ia melihat beberapa rombongan Aldrich mulai berkeliaran di area kantor untuk melihat lihat.
Mila yang mengetahui hal itu pun langsung segera beranjak meninggalkan meja kerjanya untuk menemui Aldrich, ia tak ingin menyia nyiakan kesempatan untuk berbicara langsung kepada Aldrich karena khawatir jika nanti ia tak dapat bertemu kembali dengan suami temannya itu untuk meminta maaf.
setelah beberapa saat mencari, ia melihat Aldrich sedang berjalan beriringan bersama pemimpin cabang dan asistennya.
Mila mendekat kemudian menyapa Aldrich yang berjalan mendekat.
"Pak Aldrich... " panggil Mila, ia tak meminta izin terlebih dahulu kepada asisten nya, dan langsung memanggil Aldrich.
sedangkan Aldrich yang di panggil pun menghentikan langkah kakinya kemudian menoleh ke arah Mila. dahinya mengernyit seolah tengah memikirkan sesuatu.
"iya, ada yang bisa saya bantu? " tanya Aldrich, ia belum sadar jika yang berhadapan dengan dirinya ialah Mila, tetangga sang istri.
"emm... saya bisa minta waktunya sedikit pak, saya ingin menyampaikan sesuatu" ucap Mila.
Al nampak berpikir kemudian menimang sembari melihat jam yang melekat di pergelangan tangannya.
"boleh, silahakan.. "
" pak Hendro, Soni. kalian kembali ke ruangan duluan saja" ucap Al kepada kedua orang yang bersamanya.
keduanya pun mengangguk kemudian meninggalkan Aldrich bersama Mila.
setelah memastikan bahwa kedua orang itu pergi, Mila langsung mulai angkat bicara.
"p-pak Aldrich, saya Mila. kedatangan saya kesini karena saya ingin meminta maaf atas semua kesalahan yang saya perbuat kepada bapak dan juga Dinar waktu itu" ucap Mila panjang kebar tanpa berbasa basi
"memangnya kamu kenapa, dan kenapa sampai bawa bawa istri saya, memangnya kita ada kenal? " tanya Aldrich. jujur ia masih belum mengingat jelas siapa Mila.
Al kini teringat siapa Mila, ia ingin sekali memaki wanita di depannya itu, karena tingkahnya itu yang membuat ia di paksa menikah dengan Dinar, tapi apa mau di kata, Mila adalah seorang wanita, ia tak mungkin jika harus menyakiti wanita.
tapi di satu sisi ia sebenarnya merasa berhutang budi, sebab jika bukan karena Mila, ia tak mungkin menikah dengan Dinar dan menemukan belahan jiwanya dengan cara singkat.
Aldrich tak ingin gegabah, mau bagaimana pun lewat perantara Mila lah dirinya dapat menikah dengan Dinar.
"hal itu bukan masalah lagi buat saya, karena berkat kejadian hari itu, saya mendapatkan istri sebaik Dinar, jika tidak ada kejadian itu mungkin saya dengan istri saya tidak menikah dan mungkin sudah tidak saling kenal"
jawaban Al membuat Mila mendelik, ia kira, Aldrich akan memaki maki dirinya atau bahkan memecatnya dari kantor, tapi siapa sangka, justru ia tak mempermasalahkan hal itu.
"saya minta maaf karena sudah membuat kegaduhan hari itu, sekali lagi saya mohon masf pak Al, saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi, dan jika anda berkenan dan memperbolehkan, izinkan saya bertemu Dinar dan meminta maaf secara langsung pak" pinta Mila
"baik, saya sudah memaafkan kamu, dan untuk bertemu dengan Dinar, nanti ssya pikirkan lagi. ada lagi yang ingin kamu katakan? "
"sudah tidak ada pak, hanya itu saja. terima kasih untuk maaf dan waktunya pak" Mila menunduk, mempersilahkan Aldrich untuk berjalan lebih dulu.
sepeninggalan Aldrich, Mila berulang kali menghembuskan nafasnya lega, ia bersyukur karena satu masalah teratasi, kini tinggalah dirinya meminta maaf kepada Dinar.
***
sebuah tepukan di pundaknya menyadarkan Mila dari lamunan panjangnya, dilihatnya ternyata bu RT sudah berada di sampingnya.
bis yang di tumpangi Mila pun sudah berhenti dan beberapa warga pun sudah ada yang turun dari bis.
"mbak Mila ngelamun ya, ayo turun kita sudah sampai" ucap bu RT.
"maaf bu, saya nggak sadar kalau sudah sampai"
Mila mengangguk kmudian segera berdiri dan mengikuti bu RT menuju pintu keluar.