OH MY WIFE

OH MY WIFE
41



'Witing tresno jalaran seko kulino' begitulah perumpamaan jawa yang cocok untuk Al dan juga Dinar. tak terasa sudah satu minggu usia pernikahannya, dan kini keduanya sudah mulai saling dekat dan mengakrabkan diri


Al yang setiap pagi dan sore selalu mengunjungi apartemen sembari membawakan Dinar makanan, sementara Dinar selalu menyambut kedatangan Al dengan sangat baik, bahkan Dinar selalu menyiapkan satu gelas kopi panas untuk menyambut kedatangannya.


pernah dalam dua hari Al tak mengunjungi Dinar sebab harus pergi ke luar kota, namun Al tak mengabaikan kebiasaannya yang membawakan Dinar makanan, ia sengaja memesankan makanan untuk Dinar di salah satu cabang restorannya setiap sarapan dan juga makan malam.


apakah Al tak ingin Dinar memasak sendiri? tentu jawabannya pasti ingin. akan tetapi untuk sementara waktu Al yang akan membawakan makanan untuk Dinar selagi dirinya masih tinggal bersama mommy dan daddy nya. baru, nanti setelah Al benar benar tinggal bersama Dinar, barulah Al memperbolehkan Dinar untuk memasak, tentu saja memasak untuk dirinya.


kebetulan hari ini hari minggu, Al yang biasanya selalu bermalas malasan di rumah, pagi ini ia sudah terlihat rapi dengan pakaian casualnya, dan hal itu di sambut dengan tatapan curiga dari mommy dan daddy nya. pasalnya putra pertama mereka sangat anti sekali mandi pagi kecuali ada pertemuan atau ada kegiatan bersama teman temannya.


"mau pergi kemana kak tumben udah rapi? " tanya daddy Marcello yang sedang duduk di teras bersama sang istri


"ah.. anu.. itu, apa.. Al ada janji sama temen. mau keluar sebentar dad, apa daddy mau titip sesuatu? " tanya Al menyamarkan kegugupannya.


"oh, tidak.. daddy hanya tertanya saja karena jarang jarang kamu keluar di hari minggu. tapi daddy perhatikan selama semingguan ini kamu jadi sering keluar ya kak, memangnya kemana? " tanya Daddy penasaran


"Al mau refreshing dad, suntuk mikirin kerjaan terus, sekali kali lah havefun" jawabnya


"kamu itu, jangan seneng seneng aja kak. inget umur udah kepala tiga, kapan kamu mau nikah, ini sudah lewat tiga tahun lo kak" seru mommy Citra.


"itu di pikir nanti aja mom, ya sudah Al sudah kesiangan, Al pamit dulu mom, dad" pamit Al seraya mencium punggung tangan Citra dan Marcello.


sedangkan mommy Citra dan daddy Marcello saling pandang, mereka merasa aneh dengan sikap putranya itu, sebab jika Al di singgung mengenai pernikahan, maka ia akan langsung badmood. tapi pagi ini mereka berdua terkejut sebab Al tak Bereaksi apapun bahkan terlihat sangat santai dan itu malah membuat mommy Citra dan daddy Marcello nampak cemas.


sementara itu Al yang sudah berada di dalam mobil pun segera melajukan mobilnya menuju apartemennya.


hari ini Al tak membawa apapun, ia masuk ke dalam apartemen dengan tangan kosong karena hari ini Dinar yang akan membuatkan sarapan untuk dirinya.


begitu masuk ke dalam apartemen Al langsung di suguhkan dengan aroma masakan yang menguar dan tercium sangat lezat, ia bergegas menuju arah dapur untuk. melihat Dinar yang sedang memasak.


'cantik' gumam Al dalam hati ketika melihat Dinar tengah berkutat dengan masakannya.


baju kaos longgar dengan celana pendek di atas lutut serta rambut di kuncir kuda sehingga memperlihatkan leher jenjang milik Dinar membuat ia terlihat begitu cantik, bahkan peluh keringat yang mengalir ke lehernya. membuat dirinya terlihat sangat sek si.


Al menengguk ludahnya sendiri, sesaat kemudian ia tersadar dari lamunannya begitu Dinar membalikkan dirinya.


"masakannya belum matang mas, kamu tunggu di meja makan saja atau kalau nggak tunggu di ruang tv sambil nonton aja biar nggak bosen. nanti kalau sudah matang aku panggil" ucapnya.


"hm, baiklah aku akan menunggu sambil menonton tv saja" jawab Al kemudian bergegas menuju ruang tengah. Sedangkan Dinar turut mengikuti dari belakang sembari memegang cangkir berisi kopi kemudian meletakkan di atas meja.


"kopinya aku taruh disini mas" ucap Dinar


"makasih Din... "


"ya, sama sama mas" jawabnya kemudian kembali ke dapur untuk menyelesaikan masaknya pagi ini.


hari ini art yang biasanya membersihkan apartemen nya tidak datang sebab kemarin Al sudah memintanya untuk libur di hari minggu, dan itu membuat suasana pagi ini terasa snagat berbeda karena di dalam apartemen hanya ada mereka berdua.


dalam pikiran Al, meminta artnya libur di hari minggu akan membuat dirinya bisa leluasa berbincang dengan istrinya, akan tetapi ternyata fakta yang ia rasakan saat ini sangat jauh berbeda. ia merasa sangat aneh dan canggung. bahkan untuk melempar candaan pun sangat berat.


mungkin Al benar benar telah jatuh cinta dengan gadis kampung itu sehingga untuk berdekatan dengannya saja terasa sangat grogi.


"mas sarapan sudah siap" panggil Dinar dari arah dapur. setelah kurang lebih lima belas menit Dinar memasak, kini ia telah selesai dan menghidangkan masakannya di atas meja makan. ada ayam goreng serta ikan goreng, tumis kangkung serta sambal terasi.


entah apa maksud Dinar, sepagi ini ia menghidangkan sarapan yang sangat berat itu. terlebih ada sambal di pagi hari ini.


"iya... " jawab Al singkat kemudian meletakkan ponselnya di atas meja kemudian menghampiri Dinar yang sudah menunggunya untuk sarapan.


"hari ini ada rencana keluar Din? " tanya Al sembari melihat Dinar yang tengah mengisi pitingnya dengan makanan.


"enggak ada mas, tapi mungkin nanti belanja buat dapur aja sih, sekalian nanti ke toko bahan kue" jawab Dinar


Dinar kembali duduk di kursi makan kemudian mulai mengisi piringnya sendiri.


"kamu mau buat kue, memang bisa? " tanya Al


Dinar pun mengangguk "kalau di bilang jago sih enggak.. cuma sedikit banyak bisa lah bikin kue"


"hm baiklah. setelah sarapan aku akan mengantar mu berbelanja apapun yang ingin kamu beli sekalian isi kulkas di penuhi aja nanti biar nggak bolak balik belanjanya" sarannya


"ide bagu tuh mas.. ya sudah nanti sekalian buat ngisi kulkas saja"


setelah itu keduanya kini makan dengan tenang, sesekali Dinar maupun Al saling melempar pertanyaan.