
mommy Citra dan bu Rahayu yang juga masih berada di atas pelaminan pun juga turut kaget melihat Aldrich yang tiba tiba pergi dari pelaminan dengan tergesa gesa.
mereka segera menghampiri Dinar yang masih menatap sang suami yang menjauh darinya
"apa apa dengan Aldrich sayang? " tanya mommy Citra lembut
Dinar menggeleng, ia sebenarnya tahu suaminya tengah menghampiri seseorang, sebab Dinar sekilas melihat seseorang yang sangat familiar namun ia masih belum bisa memastikan kebenarannya sebab yang ia tahu jika mantan tunangan suaminya itu sudah meninggal dunia. ya, yang Dinar lihat ialah mantan tunangan sang suami, ia tahu karena sempat melihat fotonya yang berada di ruang kerja sang suami.
" Dinar tidak tahu mom, tiba tiba saja mas Aldrich melamun setelah itu langsung bangkit kemudian berlari menuju pintu keluar" jawab Dinar. ia lantas memperhatikan suaminya yang semakin dekat dengan pintu keluar
"kamu tenang disini dulu, mommy akan meminta Azzam untuk mengeceknya" dengan cepat mommy Citra menghubungi putra bungsunya untuk mencari keberadaan kakaknya saat ini.
sementara Dinar sendiri tengah termenung dengan banyak pikiran berkecamuk di dalam kepalanya.
'benarkah yang ku lihat tadi, bukankah dia sudah meninggal, bagaimana bisa ia kembali lagi, atau jangan jangan, sebenarnya dia masih hidup, tapi kenapa dia menghilang dan bahkan membuat berita bohong seperti itu'
'semoga saja mas Al hanya ingin memastikan, aku percaya suami ku bisa menepati ucapannya'
Dinar mencoba untuk mensugestikan dirinya untuk tetap berpikir positif terhadap sang suami.
mommy Citra telah selesai menghubungi Azzam, pria itu berkata jika dirinya juga tengah mencari keberadaan sang kakak, sebab ia tadi juga melihat jika sang kakak turun dari atas pelaminan dan berlari menuju pintu keluar, tapi karena jaraknya yang sedikit agak jauh dari tempat sang kakak, ia menjadi kehilangan jejaknya.
"Din... " panggil mommy Citra
"bagaimana mom? "
"Azzam sedang mencari keberadaan Al, mungkin dia sedang menemui temannya sehingga terburu buru dan nggak sempat bilang sama kamu" mommy Citra mencoba menenangkan sang mantu yang terlihat murung setelah kepergian Aldrich.
bu Rahayu dan pak Beni pun hanya bisa menyaksikan terlebih dahulu, mereka berdua belum ingin ikut dalam pembahasan ini sebab mereka pikir jika Aldrich hanya ingin menemui temannya sama seperti ucapan mommy Citra.
Dinar mengangguk, meski tahu jika mertuanya itu tengah mencoba menenangkan dirinya, namun Dinar tetap menghargai hal itu, ia tersenyum menatap sang mertua
"iya mom... "
kembali terdengar kasak kusuk dari beberapa tamu undangan yang hadir disana, mereka mempertanyakan Aldrich yang tiba tiba meninggalkan pelaminan padahal acara masih belum selesai, banyak spekulasi miring tentang pernikahan Aldrich, ada yang mengira bahwa mereka berdua di jodohkan sementara Aldrich tak menyukainya, ada juga yang masih berpikir jika Aldrich masih belum bisa move on, ada juga yang mengkritik Dinar karena dari kalangan biasa, bukan pembisnis seperti mereka.
namun, kasak kusuk itupun segera teredam setelah daddy Marcello turun tangan menyelesaikan permasalahan ini. daddy Marcello memberikan penjelasan jika Aldrich tengah buru buru menemui temannya yang ingin segera pulang, maka dari itu Aldrich tergesa gesa turun dari pelaminan.
setelah mendengar penjelasan dari daddy Marcello, mereka kembali pada kegiatan mereka masing masing meski ada beberapa yang tidak mempercayai hal itu.
Sementara itu, setelah Aldrich turun dari pelaminan, ia segera berjalan cepat menuju pintu keluar dimana ia mendapati Luna yang berjalan bersama kedua orang tuanya hendak keluar dari gedung tersebut.
setelah sampai di luar, ia melihat jika mobil Luna telah beranjak pergi meninggalkan hotel. dengan nafas yang masih ngos ngosan, Aldrich segera meminta kunci mobil kepada salah satu bodyguard daddy nya, awalnya bodyguard tersebut tak bersedia memberikan kunci mobil untuk Al, namun setelah beberapa saat berdebat akhirnya mau tak mau bodyguard itupun memberikan kunci mobilnya untuk Aldrich.
"berikan atau aku akan meminta daddy memecat kalian! " seru Aldrich dengan tatapan elangnya, yang akhirnya mendapatkan kunci mobil yang ia inginkan.
tak perlu menunggu lama, Aldrich segera menancap gas untuk segera menyusul Luna.
karena masih siang, hal itu memudahkan Aldrich untuk mencari keberadaan mobil Luna yang baru saja meninggalkan hotel dengan berbekal plat mobil yang ia lihat tadi sesaat setelah mobil itu melintas di hadapannya.
'kenapa Luna, kenapa kamu memutuskan untuk pergi dari ku, apa yang sebenar nya terjadi padamu...'
'kenapa kamu harus datang lagi di kehidupan ku jika dulu kamu meninggalkan aku Lun... ' lirih Aldrich dengan mata yang berkaca kaca.
***
Azzam menyusuri beberapa tempat di dalam ballrom namun dirinya tak kunjung menemukan keberadaan sang kakak, sehingga ia memutuskan untuk pergi keluar untuk bertanya pada bodyguard yang berjaga di luar.
mereka mencari Aldrich dengan sembunyi sembunyi karena tak ingin membuat para tamu undangan menjadi heboh atas berita Aldrich yang meninggalkan sang istri di pelaminan sendirian.
"apakah kalian tahu dimana kak Al? " tanya Azzam pada salah satu bodyguard yang berjaga di depan.
"tuan muda, tadi tuan Aldrich baru saja meninggalkan tempat ini dengan menggunakan mobil saya.
sebenarnya saya sudah melarang, namun karena ia mengancam akan memecat kami, maka tak ada pilihan bagi kami untuk memberikan kunci mobil itu kepada tuan Aldrich. apa ada masalah tuan?" tanya nya.
karena saking kalutnya daddy Marcello dan mommy Citra, hingga mereka tak ingat jika mereka menempatkan bodyguard di depan hotel, yang pada akhirnya menyebabkan bodyguard yang berjaga di depan tidak mengetahui kejadian di dalam ballrom.
"****... " umpat Azzam
"acara di dalam belum selesai, tapi kak Al justru meninggalkan kami semua disana, bahkan tanpa kata apapun, apa kalian melihat seseorang keluar dari sini sebelum kak Al? "
"ada tuan, sebelum tuan Aldrich keluar, tadi saya melihat tuan Irfan dan nyonya Tia, bersama dengan seorang wanita keluar dari dalam, kami tak bisa melihat wanita itu sebab ia mengenakan masker dan juga kaca mata" jawab bodyguard itu.
'apa dia kembali lagi? ' pikir Azzam
"baiklah, tolong segera cari kak Al sekarang juga, aku juga akan mencarinya" perintah Azzam
"baik tuan muda " bodyguard itupun lantas undur diri dan segera masuk ke dalam mobil satunya untuk mencari tuan mudanya.