OH MY WIFE

OH MY WIFE
124



Kurang dari 2 jam, keduanya telah sampai di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali.


mulai dari turun dari pesawat, Aldrich tak melepas genggaman tangannya pada sang istri.


sedangkan Dinar, ia tentu sangat bahagia bisa merasakan liburan bersama sang suami sebab ini adalah kali pertama dirinya bisa liburan jauh dari rumah.


"kita berapa hari disini mas? " tanya Dinar, keduanya berjalan menuju pintu keluar.


"seminggu cukup? " tanya Aldrich, pria itu tak masalah seberapa lama mereka berlibur sebab pekerjaannya telah ia selesaikan dan jika ada pekerjaan lainnya, ia bisa mengerjakan ketika liburan.


"lebih dari cukup mas... jangan terlalu lama juga, nanti pekerjaan mu jadi terbengkalai"


keduanya menaiki taksi menuju hotel yang sebelumnya sudah di pesan oleh Aldrich.


lelaki itu bisa saja menyewa orang mengurus semuanya mulai dari ia menginjak kan kakinya disana sampai kembali lagi ke Jakarta, akan tetapi sang istri meminta agar mereka pergi layaknya orang orang pada umumnya. tak perlu asisten apalagi pengawalan ketat.


hanya membutuhkan waktu beberapa belas menit keduanya telah sampai di hotel.


"kamu istirahat saja dulu, nanti setelah sudah enakan, baru kita jalan jalan"


Aldrich dan Dinar telah masuk ke dalam kamar setelah melakukan check in.


Dinar yang teramat lelah pun langsung merebahkan tu buhnya di kasur tanpa mengganti pakaiannya terlebih dahulu.


"nanti sore ke pantai yuk mas, aku pengen lihat sunset, pasti indah banget... "


Aldrich merebahkan tu buhnya di samping sang istri "sesuai keinginan mu sayang" jawabnya.


***


Di Jakarta


Di kediaman utama


Siang ini Mommy Citra berencana mengajak menantu barunya, Mia, untuk mengunjungi kediaman Dinar setelah pengantin baru itu pulang dari honeymoon untuk yang kedua kalinya


mommy Citra terburu buru mengajak menantu nya untuk segera pergi dari rumah sebelum suaminya mengetahui jika istrinya di bawa pergi olehnya.


"ayo kita berangkat sekarang sebelum suami mu sadar kalau kamu nggak ada di kamarnya " seru mommy menarik lengan Mia.


Mia tentu bahagia, setelah hampir 3 bulan ia menjadi menantu disana, ia belum sama sekali mengunjungi rumah ipar iparnya sebab sang suami begitu overprotective.


ia akan selalu di minta untuk menemaninya mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali selayaknya babysitter.


"kalau mas Azzam nyariin gimana mom? "


"biarin aja, udah gede ini. lagian ya, masak istrinya di kurung di kamar terus, kasihan kamunya nanti babak belur. mending ikut mommy, kita bisa happy happy. kapan lagi mommy bisa nyulik kamu dari dia" ucap mommy sembari tersenyum penuh kemenangan.


mommy Citra begitu kesal dengan putra bungsu nya yang tak membiarkan sang istri melakukan hal yang ia sukai, Mia akan selalu di minta untuk selalu di sisinya, hal itu membuat mommy Citra merasa geram. namun lagi lagi, Azzam selalu bisa mencari alasan, maklum pengantin baru, katanya.


Mia mengulum senyum, ia bisa bayangkan betapa kalang kabutnya sang suami ketika bangun tidur tak mendapati dirinya ada disana bersamanya.


"mommy udah ngabarin Dinar kalau kita mau kesana mom? " tanya Mia, keduanya telah berangkat menuju kediaman Dinar dengan mommy yang mengendarai mobilnya sendiri.


"perlu di kabari dulu nggak mom? "


"nggak usah, lagipula udah deket, tinggal lima menitan lagi".


keduanya sampai di kediaman Dinar, setelah mbak Wati membukakan gerbang dan mommy memasukkan mobilnya, kini keduany telah keluar dari mobil dan berjalan menuju pintu.


mbak Wati yang baru saja menutup gerbang pun menghampiri orang tua majikannya itu.


"silahkan masuk nyonya besar"


"mbak, menantu ku ada di rumah kan? " tanya mommy Citra begitu masuk ke dalam rumah mendapati rumah dalam keadaan sepi.


"wah, nyonya dan Tuan sedang liburan ke Bali Nyonya besar, baru saja tadi pagi berangkat, mungkin sekarang sudah sampai disana" jawab mbak Wati.


"astaga, benar kan dugaan ku. kenapa dua anak itu nggak ngasih kabar sih" gerutu mommy Citra.


ia segera duduk di sofa di ikuti Mia, sedangkan mbak Wati pamit ke kebelakang untuk membuatkan minuman


"sebentar mommy telpon Al dulu"


ia segera mengulir layar ponselnya mencari nomor sang anak, setelah ketemu, ia segera meneleponnya saat itu juga.


"halo Al, kamu dimana? "


"... "


"kenapa nggak kasih kabar ke mommy dulu, gimana keadaan menantu mommy, dia baik baik saja kan? kamu sudah konsul dokter dulu kan kalau mau pergi jauh? " cercanya


".... "


"ya sudah kalau begitu, minggu depan mommy tunggu dirumah, ini kebetulan Azzam sama Mia juga udah pulang setelah honeymoon kedua mereka"


".... "


"iya Wa'alaikumsalam... "


Mbak Wati datang dengan membawakan teh hangat dan juga camilan untuk mommy Citra dan Mia, setelah mempersilahkan ia segera undur diri.


"tadi kata mas Al bagaimana mom? "


"mereka emang sengaja nggak ngabarin biar kita nggak pada ikut, em lebih tepatnya si Al nya sih, pasti dia nggak mau di ganggu mskanya nggak kabar kabar kalau mau pergi liburan"


"ya sudah biarkan saja mereka, lebih baik kita ke mall saja, belanja belanja, kapan lagi kamu bisa ngabisin uang suami mu kalau bukan sama mommy"


mommy Citra mencoba untuk membuat Mia nyaman dengannya. meski belanja bukan hobinya, namun ia juga ingin membuat Mia percaya diri dan tak sungkan membelanjakan uang suaminya.


"tapi nanti mas Azzam ma... "


"enggak, nggak bakalan marah, dia akan marah jika kamu nggak mau pakai uang pemberian dari dia. tenang saja, kita kasih kejutan buat dia supaya nanti lupa akan kemarahannya"


akhirnya Mia pun setuju setelah mommy Citra membisikkan rencana yang akan mereka buat.