OH MY WIFE

OH MY WIFE
13



"di pacarin doang kagak di nikahin, pait pait pait" ejek Zura


"Aku ke kamar dulu mom, dad" pamit Al tiba tiba, ia segera berdiri dan berjalan menuju lift.


seketika semua anggota keluarganya menatap kepergian Al dengan ekspresi terkejut sekaligus sedih. bahkan Azura yang sejak tadi berceloteh pun langsung menutup mulutnya rapat rapat.


bukan tanpa sebab mereka berekspresi seperti itu, mereka tahu jika Al kembali teringat akan masa lalu nya yang masih bersemayam di hatinya, masa lalu yang membuat dirinya hampir putus asa.


kini Al tengah duduk di kursi yang berada di balkon kamarnya, pikirannya kini menerawang kejadian beberapa tahun yang lalu, waktu itu dirinya tengah menunggu kehadiran wanita spesialnya di sebuah restoran mewah yang berada di pinggir pantai, dirinya bahkan menyewa tempat itu dan mendekorasi secantik mungkin untuk menyambut kehadiran pujaan hatinya, Luna namanya.


malam itu Luna mengenakan dress panjang berwarna maroon dengan rambut ikal yang tergerai indah. senyum mengembang setelah keduanya saling berhadapan, Al segera mengulurkan tangannya ke arah sang kekasih kemudian menuntunnya ke arah kursi yang telah di sediakan.


"untuk mu... " ucap Al sembari memberikan setangkai mawah merah kepada kekasihnya.


"terima kasih sayang" ucap Luna lembut menciumi bunga tersebut.


tanpa menunggu lama Al segera melamar sang kekasih tepat di tahun kedua mereka jadian, Luna yang di lamar oleh sang kekasih pun sangat bahagia, bahkan dirinya dengan langsung menjawab bahwa dirinya menerima lamaran dari Al.


senyum mengembang di antara keduanya, bahkan setelah selesai melamar sang kekasih dengan menyematkan sebuah cincin berlian di jari manis Luna, Al dengan cepat memutuskan untuk segera menikahi Luna.


satu minggu setelah acara lamaran romantis malam itu, Al mendapatkan kabar dari ibu tiri Luna, jika Luna mengalami kecelakaan tunggal yang mengakibatkan mobil yang di kendarai Luna terperosok masuk ke dalam jurang dan meledak, bahkan Luna juga di kabarkan tewas di tempat.


'aarrgghhh' teriak Al ketika telah kembali dari ingatan masa lalunya. kepingan kepingan masa lalunya seakan kembali bertegur sapa dengannya yang sedang kesepian.


"bagaimana bisa kamu di kabarkan tewas jika jasad mu pun aku tidak menjumpai nya Luna, aku harus bagaimana, dada ini selalu sakit ketika mengingat kenangan tentang kita berdua, apa kamu tenang disana sayang" guman Al lirih sembari menekan dada nya yang terasa sangat sakit


sebuah tepukan halus di pundak membuat ia mengalihkan pandangannya, ternyata sang mommy sudah berada di sampingnya,


"Al sudah mencoba ikhlas mom, tapi mengapa sangat sulit sekali" jawabnya


"kau tahu nak, semakin kau menjatuhkan hati mu pada manusia, semakin sakit pula yang kamu rasakan, ketahuilah nak, hal itu membuat Allah menjadi cemburu kepada mu sebab kamu lebih bergantung kepada manusia dari pada kepada-Nya. istighfar dan perbanyak shalawat, selalu dekatkan diri kepada dang pencipta, jika hati mu kembali sakit datanglah pada-Nya " tutur Citra pelan agar sang putra dapat mencerna perkataannya.


"astaghfirullah.... "


"astaghfirullah.... "


kini perasaan Al jauh lebih tenang, hatinya yang semula berdenyut nyeri perlahan sembuh, Al menatap sang mommy yang masih dengan setia menemani kesunyiannya dengan lekat, di raihnya tangan sang mommy kemudian di kecup nya berulang kali sembari meminta maaf atas dirinya.


"maafkan Al ya mom... "


"iya sayang, sudah hentikan kesedihan kamu, ada kami keluarga mu yang selalu ada di samping mu. ingat pesan mommy, jika hati mu kembali merasakan sakit, segeralah mengambil wudhu kemudian hamparkan sajadah mu, dan meminta ketenangan dari -Nya" pesan Citra kepada sang putra


"baik mom, Al akan selalu mengingat pesan mommy, terima kasih mom"


hari beranjak sore, para lelaki kini tengah sibuk mengatur alat pemanggang di taman belakang, sedangkan para wanita tengah berada di dapur sedang menyiapkan stok makanan yang hendak di pakai untuk nanti malam. selepas kejadian siang hari itu, tidak ada lagi yang menyinggung soal hubungan asmara, terlebih ternikahan karena mereka tidak ingin menoreh luka di hati Al yang sempat menganga. Al sendiri pun sudah turut bergabung dengan para lelaki di taman, bahkan ia kini sudah bisa memperlihatkan senyum manisnya kembali.


*****


Di dalam kamar kosan nya, Dinar kembali menekuni ponselnya yang sedari tadi tidak ia sentuh sama sekali sebab seharian ini waktunya ia habiskan untuk tidur, ia nampak begitu semringah setelah beberapa saat ponsel dalam genggamannya, tak henti tenti nya bibir tipisnya mengucapkan rasa syukur atas keberkahan yang ia dapatkan.


"alhamdulillah, baru di tinggal tidur sudah ada pembeli lagi" gumamnya lirih dengan mata berbinar.


selain menjadi karyawan pabrik, Dinar juga menekuni jualan online nya yang ia jalani dua tahun belakangan ini, hal itu di karenakan ia ingin selalu bisa mengirimkan gaji nya kepada orang tua nya yang berada di kampung dan untuk uang di tabung, karena dirinya mempunyai keinginan untuk merenovasi orang tua nya, sedangkan uang hasil dari ia berjualan ia gunakan untuk membeli makan sehari hari, meskipun tidak terlalu banyak tetapi ia sangat bersyukur sebab dengan berjualan setidaknya ada tambahan dana yang masuk ke dalam kantong nya.