
Sore ini mommy Citra, daddy Marcello, bu Rahayu dan pak Beni sudah nampak rapi, membuat Aldrich dan yang lainnya mengerutkan keningnya seolah tengah berfikir hendak kemana pasangan yang tak lagi muda itu.
"mommy dan yang lainnya mau kemana, tumben rabi banget? " tanya Azura memutus tanya di benaknya
"ah ini, mommy dapat kabar kalau rombongan tetangga Dinar sudah mau sampai di hotel, mommy mau ajak besan buat nyambut mereka sekaligus makan malam bersama" jawab mommy Citra
"lalu kita bagaimana? " tanya Azzam. jujur saja pria itu merasa bosan setelah seharian di rumah saja
"kalian jaga pengantin kita di rumah, jangan kemana mana" seru daddy Marcello
"yah daddy, bujang ini, masak malam minggu kudu di rumah, udah mirip anak perawan aja" ucap Azzam merajuk.
"baru sekali ini kamu di rumah ketika malam minggu kak, biasanya juga keluar terus" kini giliran mommy Citra yang menanggapi ucapan putra keduanya. membuat gelak tawa menertawakan Azzam yang mwnggaruk kepalanya.
"ya sudah kita berangkat dulu, takut mereka sudah datang lebih dulu dari pada kita.
kalian jaga diri baik baik di rumah. mommy dan yang lainnya pergi dulu" pamit mommy Citra.
"kami berangkat dulu ya, nanti jika mau titip sesuatu bilang sama ibu" bu Rahayu yang sudah sangat dekat dengan anak anak mommy Citra pun juga turut buka suara.
"iya bu, tentu kalau itu. " sahut Azura.
"hati hati di jalan semuanya... " teriak Dinar ketika orang tua serta mertua Dinar beranjak pergi.
siang tadi setelah melaksanakan pengajian, Dinar bersama para wanita lainnya melakukan sedikit perawatan agar besok mereka lebih tampak segar dan cantik, dan itu semua mommy Citra lah yang mengatur semuanya hingga memboyong semua karyawan salon untuk datang ke kediamannya.
sepeninggalannya para orang tua itu, Dinar beranjak menuju kamar, ia melupakan suatu hal hingga membuatnya terburu buru untuk mengambil ponselnya yang ia letakkan di atas nakas kamarnya.
Aldrich yang mengetahui istrinya pergi ke kamar dengan buru buru tanpa pamit pun bergegas menyusul sang istri.
"ada apa sayang, kok buru buru? " tanya Al begitu sampai di kamar dan melihat sang istri tengah memainkan gawainya.
"enggak, bukan apa apa kok mas. ini aku mau ngabarin temen aku untuk datang ke resepsi kita"
"bukannya kamu sudah memberikan kartu undangan buat teman teman kamu? " tanya Al, pasalnya dua minggu yang lalu, istrinya itu sudah menyebarkan undangannya untuk teman teman pabriknya.
"iya sudah, tapi untuk jaga jaga kan nggak ada salahnya kalau aku ngasih tahu lagi, takutnya mereka lupa dan nggak dateng ke resepsi kita"
"he em... " Dinar mengangguk kemudian mulai menghubungi teman temannya, ia yakin jika nanti mereka datang, mereka akan terkejut mengetahui fakta yang ada.
***
Sementara di tempat lain, mommy Citra dan yang lainnya sudah sampai di lobi hotel, mereka berempat menunggu rombongan tetangga Dinar yang kabarnya sebentar lagi akan sampai.
tak berselang lama satu persatu bis memasuki pelataran hotal berbintang itu, mommy Citra, daddy Marcello, bu Rahayu dan pak Beni menyambut kedatangan mereka dengan senyum mengembang ketika satu persatu tetangga bu Rahayu mulai turun dari dalam bis.
"wah, hotelnya bintang lima loh... "
" iya, baru kali ini aku akan menginap di hotel, bintang lima lagi"
"ini baru yang namanya sultan, nggak kaleng kaleng memang"
terdengar beberapa sahutan dari mereka yang baru keluar dari dalam bis dan memandang takjub ke arah bangunan besar di hadapan mereka.
"selamat datang bapak bapak, ibu ibu... " sapa mommy Citra
"terima kasih bapak bapak, ibu ibu, sudah berkenan dan mau menghadiri undangan kami" ucapnya lagi
"kami juga berterima kasih nyonya, karena telah mengundang kami, bahkan memberikan fasilitas yang belum tentu kami bisa merasakannya" ucap bu RT sebagai perwakilan dari warga
"jangan memanggil saya seperti itu bu, panggil saja Citra"
"ah iya, lebih baik saya panggil bu Citra saja kalau begitu biar lebih akrab hehehee.. "
"iya, begitu juga boleh... apa rombongan sudah turun semua bu? "
"sebentar saya cek dulu bu, takutnya ada yang masih ketiduran" pamit bu RT
ketika mommy Citra sedang berbicara dengan bu RT, bu Rahayu dan pak Beni juga daddy Marcello menghampiri yang lainnya untuk sekedar bersalaman dan bertegur sapa.
setelah memastikan semuanya telah turun dari dalam bis, mereka semua kembali di ajak masuk ke dalam hotel untuk beristirahat sembari menunggu makan malam yang akan di laksanakan setelah sholat maghrib.