OH MY WIFE

OH MY WIFE
72



Setelah Dinar menumpahkan segala isi hatinya kepada sang mertua, kini ia kembali bisa tersenyum seperti biasa, ia kemudian meminta sang mertua untuk kembali melanjutkan perjalanan menuju pasar.


"aku sudah baik baik sajaa sekarang mom, lebih baik kita segera ke pasar supaya tidak kesiangan" ujar Dinar memberi tahu


mommy Citra mengangguk kemudian setelah itu kembali melaju kan mobilnya menuju pasar.


***


Sementara di rumah utama, Aldrich nampak gusar, ia mondar mandir di dalam kamarnya seraya menatap ponselnya barangkali ada balasan pesan dari sang istri, namun lagi lagi, ia harus menelan pil pahit ketika pesan yang ia kirim tak kunjung di buka dan di balas.


"aduh, kenapa nggak di balas balas sih, apa kamu marah sama aku sayang, tapi, jelas saja kamu marah dan kecewa, sebab ini kali pertama kamu melihat aku yang dalam keadaan mabuk begitu"


Al kembali teringat kejadian sebelum ia memutuskan untuk pergi ke club malam itu.


Siang itu Al tengah berkutat dengan laptopnya, namun beberapa kali ponselnya berdering, ia yang jengah akhirnya melihat ke arah ponselnya


'Alex' gumamnya seraya menerima panggilan teleponnya.


"tuan, saya sudah melakukan tugas saya, anda bisa mengeceknya di email anda" ucap Alex di seberang sana


"kamu sudah memastikannya Lex, sebab saya tidak ingin adanya kesalahan disini? " tanya Aldrich


"sudah tuan, bahkan saya menemukan alamat tempat tinggalnya yang sekarang"


"baiklah, terima kasih Lex, nanti bonus mu akan aku kirim" ucap Aldrich


"sama sama tuan, terima kasih"


tak ingin berlama lama Al segera mengecek email yang di kirim oleh Alex dari laptop nya.


ia membaca dengan penuh ketelitian, ia tak ingin ada kesalahan sedikit saja hingga menimbulkan sesuatu yang tidak di inginkan.


setelah beberapa saat membaca laporan yang di kirimkan oleh Alex, tiba tiba matanya langsung melotot, ia bahkan beberapa kali mengucek matanya untuk memastikan kebenaran yang ia lihat saat ini.


ia kembali mengulir ponselnya membaca lebih detail laporan dari Alex 'Luna - Leo'


"jadi dia tak benar benar meninggal, lalu kenapa papa dan mamanya menyembunyikan dirinya bahkan sampai membuat berita kematiannya, apa yang sebenarnya terjadi, dan anak itu, apa benar itu anak Luna, tapi bagaimana bisa, anak itu terlihat sudah besar, atau jangan jangan... " Al nampak menerka nerka namun ia menemukan jalan buntu, ia yakin jika tunangannya itu wanita baik baik dan sangat setia jadi mana mungkin jika Luna menghianati dirinya.


karena merasa sangat pusing akhirnya sepulangnya dari kantor, Al pun memutuskan untuk minum minum terlebih dahulu untuk meredakan sakit kepalanya.


suara pintu terbuka menarik Al ke masa sekarang, sedari tadi ia melamun hingga tak menyadari jika mobil sang mommy yang ia tunggu sudah pulang, dan kini dirinya dapat melihat sang istri sudah berdiri di ambang pintu dengan raut terkejut.


"mas, kamu nggak kerja? " tanya Dinar mendekat ke arah sang suami, namun kali ini Dinar hanya menampilkan wajah datarnya


"sayang, sayang maafin aku ya, aku semalam khilaf sampai mabuk begitu" tanpa menjawab pertanyaan sang istri, Al justru segera meminta maaf kepadanya.


"mas sudah enakan badannya, kenapa nggak ke kantor? " tanya Dinar, ia masih belum sanggup untuk membahas perihal mabuknya sang suami, karena ia takut akan terjadi pertengkaran. maka dari itu ia mengabaikan ucapan sang suami.


"ini udah jam sembilan loh, sana pergi ke kantor, nanti di marahin daddy lo kalau kamu sering absen" seru Dinar lagi.


Al tak ingin melanjutkan membahas perihal mabuknya semalam, ia pikir sang istri tak terlalu memperdulikan peristiwa semalam hingga sang istri tampak acuh akan hal itu.


"aku sudah lebih baik berkat teh jahe buatan kamu sayang, makasih ya"


"aku nggak usah ke kantor saja ya, sudah siang ini" sambungnya.


"Mentang mentang jadi bos, jangan seenaknya begitu mas, seharusnya mas jadi contoh yang baik buat karyawan nya. sudahlah terserah mas saja, aku mau mandi dulu, gerah" ucap Dinar kemudian berlalu menuju kamar mandi, meninggalkan Al yang kembali terbengong, ia yakin jika sang istri tengah menjaga jarak darinya.


karena sudah kesiangan akhirnya Al benar benar tak berangkat ke kantor, hari ini ia ingin libur barang sehari saja untuk menemani sang istri di rumah, apalagi sebentar lagi pesta mereka di gelar, ia tak ingin menjadi jauh dengan sang istri karena kesibukannya yang pada akhirnya membuat sang istri menjadi marah atau semacamnya.


Al memutuskan untuk ke lantai bawah untuk mengambil laptopnya, meskipun dirinya bilang jika ingin libur, tapi tetap saja ia harus meng-handle pekerjaannya agar besok tidak terbengkalai.


"lebih baik aku turun ke bawah aja deh, sekali kali WFH sekalian nemenin istri" ucap Al sembari berjalan keluar kamar.