
Malam hari setelah selesai makan malam dan juga beribadah, Dinar memilih untuk langsung kembali ke kamar dengan di temani sang suami.
Dinar pikir dengan dirinya berada di kamar, sang suami dapat dengan mudah untuk segera beristirahat, karena yang Dinar tahu selama beberapa hari ini suaminya itu kurang istirahat bahkan jadwal makannya pun tidak teratur karena terlalu sibuk bekerja dan merawat dirinya.
Dinar segera mere bahkan tu buh nya di atas ka sur kemudian menepuk sebelahnya yang masih kosong "ti dur sini mas" ajak Dinar.
Al yang baru akan duduk di sisi kasur pun mengurungkan niatnya kemudian menatap sang istri
"boleh? " tanya Al, pasalnya ini kali pertama ia bisa ti dur satu ran jang dengan sang istri.
"ya boleh lah mas, ya kali aku nyuruh mas ti dur di sofa sedangkan aku enak enakan ti dur di ka sur. udah sini mas" ucap Dinar menarik tangan Al agar mendekat ke arahnya.
Al tentu dengan senang hati langsung menuruti permintaan Dinar, siapa tahu Dinar sedang khilaf atau ngelindur karena dengan mudahnya meminta dirinya untuk berada di sisinya. dengan cepat Al naik ke atas ka sur kemudian segera mere bahkan tu buhnya yang lelah.
"makasih ya" ucap Al. ia memiringkan posisi ti durnya untuk melihat sang istri. tanpa di duga, tangannya terulur membe lai pipi sang istri dengan penuh cinta, menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah ayu sang istri.
"nanti setelah kamu benar benar pulih, aku akan ajak kamu menemui mommy dan daddy, dan juga dengan keluarga besar ku" Al terus membe lai wajah sang istri. sedangkan Dinar hanya menikmati setiap sen tuhan hangat yang di berikan oleh Al. ia tidak menolak sebab terlalu terbuai akan kenyamanan yang selama ini di berikan oleh Al
"dan setelah itu aku akan mengumumkan pernikahan kita. kamu milik ku dan akan selalu seperti itu" ucap Al begitu tulus dan menyentuh hati, entahlah lelaki itu belajar dari mana kata kata itu, namun yang pasti saat ini Dinar begitu berbunga bunga mendapatkan kata kata cinta dari sang suami.
"terima kasih... " ucap Dinar lirih memandang sang suami.
setelah beberapa saat berbincang, keduanya di landa rasa kantuk kemudian memutuskan untuk tidur.
"tidurlaah... " ucap Al mendekap sang istri.
***
pukul 23.00 wib
rombongan mommy Citra pun berangkat menuju apartemen sang putra. Mommy Citra beserta suami serta anak cucu mantunya pergi bersama sama ke apartemen Al untuk merayakan hari ulang tahun Al yang ke 30 tahun.
sengaja mereka membuat kejutan untuk Al agar lelaki itu tahu jika usianya kini sudah menginjak kepala tiga dan tentu seharusnya ia segera menikah.
kurang lebih 20 menit mereka di jalan, kini rombongan mommy Citra pun telah sampai di apartemen Al. di lobi mereka bertemu dengan pak Hari, satpam yang kebetulan sedang berjaga malam kemudian menyapanya.
"malam pak, bu... " sapanya ketika melihat Citra dan Marcello datang, tentu pak Hari kenal dengan mereka sebab Citra sering kali mengunjungi apartemen Al hanya untuk sekedar mengecek apartemen sang anak jika tak di tinggali.
"malam pak.. " jawab Citra sembari tersenyum, sedangkan yang lainnya menangguk ke arah pak Hari.
kemudian mereka semua melanjutkan langkahnya menuju lift untuk pergi ke apartemen Al. sedangkan pak Hari nampak berpikir mengenai kedatangan kedua orang tua Al di malam hari seperti ini dengan membawa rombongan. ia berfikir jika ada sesuatu yang tidak beres dengan Al yang membawa gadis cantik untuk tinggal di bersamanya di apartemen. namun meski begitu pak Hari segera mengenyahkan pikiran buruk itu, mengingat sikap Al yang selama ini terlihat baik dan humoris, tidak mungkin saja jika Al akan melakukan hal hal di luar batas.
satu persatu mereka masuk ke dalam apartemen dengan mengendap endap hingga sampai di di ruang tengah, mommy Citra segera meminta Bella untuk menyalakan lilin nya kemudian meminta yang lainnya untuk segera bersiap.
mereka meyakini Al tengah istirahat di dalam kamarnya sebab tadi siang Al mengabari sang mommy jika dirinya tidak pulang ke rumah dan memilih untuk tidur di apartemennya karena kelelahan.
kue telah siap di tangan Bella dan telah di nyalakan lilin. mommy Citra memimpin jalan kemudian dengan perlahan lahan membuka pintu kamar sang putra.
ceklek
beruntung pintu kamar Al tidak di kunci, momny Citra dengan perlahan mulai membuka pintu, setelah pintu terbuka lebar, matanya membelalak dengan refleks ia menutup mu lutnya menggunakan tangan, ia merasakan sesak di dalam hatinya melihat pemandangan di depannya. tak berbeda jauh dari mommy Citra, Bella dan Azura yang juga sudah masuk ke dalam kamar Al pun ikut terkejut hingga mematik rasa penasaran para laki laki yang masih berada di luar kamar Al.
"ada apa?" tanya Gilang kepada Azzam
"aku juga nggak tahu kak, katanya bikin kejutan, tapi kok sepertinya mereka yang terkejut ya" jawab Azzam berbohong. tentu ia tahu apa yang di lihat sang mommy dan saudarinya hingga mereka terkejut, pasti mereka melihat sang kakak tengah satu ran jang dengan seorang gadis.
karena mereka semua juga sama penasaran, akhirnya mereka masuk ke dalam kamar Al dengan berdesak desakan.
daddy Marcello yang melihat sang putra tengah terti dur dengan meme luk seorang gadis pun ikut membelalakkan matanya, ia tak percaya jika sang putra dengan berani beraninya membawa seorang gadis untuk menginap dan ti dur bersama dengan dirinya.
tangannya terkepal kuat hingga menonjolkan urat urat lengannya, dengan cepat ia berjalan ke arah sang putra kemudian membangunkannya.
"Aldrich Cadee Smith cepat bangun" teriak daddy Marcello di samping sang putra.
hari ini, untuk yang pertama kalinya daddy Marcello memperlihatkan kemarahannya di depan keluarga kecilnya, karena sebelumnya ia tak pernah semarah ini.
bisa bisanya sang putra melakukan hal yang tak bermoral seperti ini, ia merasa telah gagal mendidik sang putra hingga sang putra dengan bebas berbuat semaunya.
sementara Azzam tak menyangka jika tindakan sang kakak mampu mematik ama rah sang ayah, karena memang sebelumnya ketika anak anaknya melakukan kesalahan, sang ayah hanya menegur dan menghu kum sewajarnya, namun hari ini ia melihat betapa marahnya sang ayah hingga ia pun ikut ketakutan.
sementara Al dan Dinar yang tengah ti dur sambil berpe lukan pun terlonjak kaget hingga terduduk ketika mendengar teriakan dari daddynya.
"dad-dy... " lirih Al menoleh ke arah sang ayah. kemudian pandangannya menyapu seluruh ruangan, disana semua keluarganya tengah menyaksikan dirinya bersama seorang gadis. karena dirasa suasana semakin memanas, para laki laki pun kemudian meninggalkan kamar Al dan memilih menunggu di ruang tengah.
sedangkan Dinar yang terkejut pun juga sama, ia segera bangun kemudian terduduk, ia bahkan melupakan kakinya yang masih sakit namun sedetik kemudian ia merasakan sedikit nyeri pada kakinya namun ia mencoba untuk menahannya.
daddy Marcello menatap tajam sang putra hingga membuat Al menciut. "daddy tunggu di ruang tengah" serunya kemudian berjalan keluar kamar.
Al kemudian menoleh ke arah Dinar yang terkejut kemudian meme gang tangannya dengan lembut. "tidak apa apa, mereka hanya terkejut, nanti kita hadapi semua bersama sama, toh kita nggak kumpul kebo, ayo aku bantu kamu turun" seru Al kepada Dinar.
Dinar mengangguk lemah kemudian perlahan turun dari kasur dengan di bantu oleh sang suami.