OH MY WIFE

OH MY WIFE
42 Bertemu mama mertua



setelah sarapan berdua, kini Dinar tengah bersiap siap untuk pergi berbelanja dengan di antar oleh Al, sedangkan Al sendiri memilih untuk menunggu Dinar di ruang tengah sembari memainkan ponselnya.


ceklek


pintu kamar terbuka, Dinar keluar kemudian menghampiri Al yang tengah fokus menatap ponselnya.


"ayo mas... " ajak Dinar


Al mendongak menatap Dinar yang tengah tersenyum manis kepadanya. ia mengangguk kemudian beranjak dari duduknya.


"kita mau kemana dulu nih? " tanya Al, kini keduanya tengah berjalan ke arah parkiran.


"lebih baik langsung ke supermarket aja deh mas, kan tujuan utamanya memang kesana" jawab Dinar.


"baiklah, kita ke supermarket dulu, habis itu jalan jalan ya" ajak Al, ia kemudian membukakan pintu mobil bagian depan untuk Dinar.


"iya, makasih mas" ucap Dinar kemudian masuk ke dalam mobil.


setelah menutup pintu mobil Al bergegas menyusul Dinar masuk ke dalam mobil kemudian mulai menjalankannya.


kurang lebih satu jam perjalanan Mereka menuju supermarket, kini keduanya telah sampai dan segera turun dari mobil.


tak ada pembicaraan apapun, hingga Dinar yang hendak mengambil troli langsung di serobot Al


"biar aku saja yang bawa" seru Al sembari menarik troli dari genggaman Dinar.


"makasih mas" ujarnya tersenyum


setelah itu keduanya mulai menjelajahi beberapa tempat untuk mencari sesuatu yang mereka butuhkan.


seperti pasangan pada umumnya yang ingin selalu belanja bulanan, Al dan juga Dinar pun sama. kini keduanya tengah mengambil beberapa keperluan kamar mandi, cuci baju hingga keperluan dapur pun turut di beli oleh Dinar meskipun masih dalam batas wajar.


"kenapa beli cuma sedikit? " tanya Al, kini mereka berada di stand perdagingan.


"dagingnya ternyata mahal banget mas" bisik Dinar di telinga Al. sedangkan Al yang mendengar jawaban dari istrinya itu pun mengulum senyum, ia merasa lucu kepada sang istri


"kamu lupa jika suami kamu seorang CEO? " tanya Al mengingatkan


"Ah iya juga sih, tapi kan nggak boleh boros juga mas" seru Dinar


tak memperdulikan perkataan Dinar, Al justru mengambil beberapa bungkus daging ayam dan daging sapi kemudian meletakkan ke dalam troli kemudian meninggalkan Dinar yang masih terpana dengan apa yang sudah di lakukan oleh Al.


"eh, ayo Din" seru Al menoleh kebelakang.


"i iya mas" Dinar segera mensejajarkan langkah kakinya dengan Al.


"oh iya Din, aku ke toilet sebentar ya, sepertinya perut ku mulai bereaksi akibat sambal pedas tadi pagi. kamu belanja sendiri dulu nggak apa apa kan, nanti kalau aku sudah selesai, aku telfon kamu" seru Al sambil meringis mengelus perutnya.


"iya nggak apa apa mas, kalau begitu aku lanjutin belanjanya dulu ya"


"ini bawa aja, siapa tahu nanti aku lama di toilet, kalau uang cashnya nggak cukup, pakai kartu yang hitam saja, pin nya tanggal pernikahan kita" Al segera menyerahkan dompetnya kepada Dinar. kemudian ia bergegas menuju toilet.


setelah Al pergi, Dinar memasukkan dompet milik Al kedalam tas selempangnya kemudian melanjutkan belanjanya.


ia kembali melanjutkan langkah kakinya untuk mengambil beberapa sayuran serta buah buahan untuk mengisi kulkas. ketika ia sedang asik memilih beberapa buah, ia di kejutkan oleh tepukan seseorang, setelah tahu siapa yang menepuk pundaknya ia pun tersenyum ramah.


"eh tante... " sapa Dinar


"tante kira tadi tante salah lihat, karena penasaran akhirnya tante nepuk pundak kamu, eh nggak tahunya kamu juga ingat sama tante"


"enggak lah tante, Dinar masih sangat ingat.. tante Citra sedang belanja juga? " tanya Dinar basa basi


"iya, ini lagi beli beberapa bahan kue, kebetulan kan ini hari minggu, biasanya anak anak tante yang cewek suka dateng ke rumah terus ngajakin masak bareng, makanya ini tante belanja" jawab Citra


"waahh... pasti seru banget ya kalau bisa kumpul terus masak bareng gitu.. jadi rindu sama ibu di kampung" seloroh Dinar.


"kalau kamu mau, kamu bisa loh main ke rumah tante. biasanya memang hari libur anak anak tante suka kumpul di rumah, kalau kamu mau dateng, nanti tante kenalin sama anak anak tante" ajak Citra


"mau banget tante, tapi kalau sekarang kayaknya nggak bisa deh, ini Dinar lagi belanja juga setelah itu beberes di rumah, mungkin lain kali Dinar akan main ke rumah tante" ucap Dinar


"baiklah tante tunggu kedatangan kamu Din" ucap Citra sembari tersenyum.


lantas keduanya kini pun memutuskan untuk belanja bersama sambil sesekali mereka bertukar cerita, Dinar yang memang dasarnya mudah bergaul pun dapat menyesuaikan diri berteman dengan tante Citra.


kini Dinar telah selesai mengambil belanjaan dan segera membawanya ke kasir bersama tante Citra yang memang juga sudah selesai berbelanja dan akan segera membayar.


kepala Dinar celingak celinguk mencari keberadaan Al yang sejak tigapuluh menit yang lalu pamit untuk ke toilet namun belum juga kembali.


Dinar ingin membayar belanjaannya, tetapi ia sedikit ragu jika harus mengambil uang di dalam dompet Al, karena sebelumnya ia tak pernah melakukan hal itu.


tetapi karena kasir sudah selesai menscan belanjaannya, mau tak mau Dinar mengeluarkan dompet milik Al kemudian segera membayarnya. bukan Dinar tak ingin membayar menggunakan uang pribadinya, akan tetapi uang yang ia bawa hanya sedikit dan belanjaannya hari ini hampir tiga juta, tentu Dinar tak ada uang sebanyak itu.


Dinar membuka dompet Al kemudian menghitung uang cash dari dalam dompet Al yang ternyata hanya ada dua juta, sedangkan uang yang ia bawa hanya ada lima ratus ribu, jadi mau tak mau Dinar membayar menggunakan black card milik Al.


"pakai ini bisa mbak? " tanya Dinar kepada seorang kasir di depannya sembari mengulurkan kartu yang dia pegang ke arah wanita itu.


sedangkan kasir wanita itupun melotot sebab jarang sekali ada yang membayar menggunakan black card, dengan sedikit ragu wanita itu pun mengangguk kemudian mengambil kartu yang di berikan Dinar.


"bi bisa kak" jawab kasir itu.


sedangkan Citra yang sedari tadi memperhatikan Dinar pun juga ikut terkejut, pasalnya Dinar yang katanya hanya seorang buruh pabrik bisa berbelanja menggunakan black card. namun karena tak ingin banyak menuduh, Citra segera mengenyahkan pikiran pikiran buruknya.


setelah selesai berbelanja Dinar segera mendorong troli menuju ke luar supermarket dan memilih untuk menunggu Al di luar, tante Citra yang memang sedari tadi bersama Dinar pun menegur Dinar yang nampak celingak celinguk.


"kamu lagi nunggu siapa sih Din, dari tadi tante perhatiin kamu celingak celinguk terus? " tanya Citra


"ah..emm enggak kok tante, Dinar hanya sedang mencari makanan yang ingin Dinar makan, kebetulan Dinar sudah lapar" bohong Dinar.


"kamu lapar, gimana kalau kita makan dulu, kebetulan tante ada langganan makanan di deket sini, gimana, kamu mau nggak?" tawar Citra.


Dinar nampak berpikir, antara menyetujui ajakan Citra atau menunggu Al yang sedari tadi tak menunjukkan batang hidungnya.


hmmm.. mas Al kemana sih, kan itu Dinar udah ketemu sama mama mertua, tapi karena ngilang, jadinya Dinar nggak tahu kan kalau udah ketemu sama mama mertua.. hayoo kira kira kemana ya mas Al, masak iya ke toilet lama sekali???