
Siang itu Azzam mengajak mommy dan daddy nya untuk mengunjungi panti asuhan dimana dulu mommy nya tinggal sebelum bertemu dengan kedua orang tua kandungnya.
setelah persiapan selesai, Azzam segera melajukan kendaraannya menuju kediaman opa dan oma nya untuk menjemputnya.
hanya butuh waktu kurang lebih lima belas menit dari kediamannya, kini mobil yang di kendarainya telah sampai di pelataran rumah sang opa.
ketiga nya berjalan beriringan memasuki rumah opanya setelah art membukakan pintu rumah untuk mereka.
"Assalamualaikum oma, opa... " Azzam memasuki kediaman opanya dengan antusias, ia bahkan segera menghampiri opa dan omanya yang tengah duduk di ruang tengah.
"wa'alaikumsalam, kok cepet banget sampainya, kamu ngebut ya? " tanya sang oma
"enggak lah oma, memang tadi waktu aku ngasih kabar kan kita semua sudah siap, tinggal berangkat aja. " Azzam ikut mendudukkan dirinya di samping oma.
"apa kabar ma, pa? " tanya Citra ikut mendudukkan dirinya di sofa bersama sang suami
"alhamdulillah mama baik, tapi ini papa kamu, tadi selesai ganti baju katanya merasa pusing, di suruh istirahat nggak mau katanya kangen sama anak cucunya. tuh lihat sendiri, pucet banget kan papa" ujar mama Sonya, mama dari Citra.
"mama kamu terlalu berlebihan, papa nggak apa apa kok" sahut papa Bagas menimpali ucapan sang Istri
"ya sudah kalau masih ngeyel" kesal mama Sonya
"beneran papa baik baik saja, itu kelihatan banget pucetnya gitu lo pa, kita ke rumah sakit aja ya" ajak Citra merasa khawatir dengan keadaan sang papa
"nggak perlu, ayo kita berangkat sekarang saja, nanti keburu kesorean" papa Bagas masih terus menolak, ia segera berdiri mengajak keluarganya untuk segera berangkat ke panti
akhirnya keempat orang itupun mengikuti langkah papa Bagas tanpa berkata lagi. namun tak di sangka, baru beberapa langkah papa Bagas berjalan dari tempat duduknya, papa Bagas tiba tiba terjatuh tak sadarkan diri yang sontak saja membuat mama Sonya dan Citra syok bukan main.
"papa... " teriak Mama sonya dan Citra bersamaan ketika melihat papa Bagas tergeletak di lantai. dengan segera Marcello dan Azzam penghampiri papa Bagas kemudian menggotongnya menuju ke mobil.
mama Sonya dan Citra bergegas menyusul Marcello dan Azzam yang lebih dulu keluar, tak lupa Citra juga menitipkan rumah kepada asisten rumah tangga sekaligus memberitahunya jika papa Bagas sedang di bawa ke rumah sakit.
"bibi jaga rumah ya, saya bawa papa ke rumah sakit dulu" pamit Citra
"baik nyonya.. " bibi segera mengikuti langkah majikannya menuju pintu utama, setelah melihat majikannya telah memasuki mobil masing masing dan berlalu, bibi segera menutup pintunya kembali.
Di dalam mobil Azzam melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia sangat khawatir mengenai kondisi opa nya yang tiba tiba menjadi drop.
"opa akan baik baik saja oma, oma jangan khawatir.. " di tengah rasa khawatirnya, Azzam masih sempat menenangkan sang oma yang tengah menangisi sang suami.
"baik oma.. "
sementara di mobil lain, Marcello pun juga sama, ia tengah menenangkan sang istri yang sedari tadi menangis. tadi ketika hendak berangkat Marcello memilih untuk menggunakan mobil mertuanya agar sang Istri tidak terlalu memikirkan sang papa, namun ternyata dugaannya salah, dengan membiarkan sang istri sendiri bersama dirinya tanpa mendampingi sang papa, justru malah membuat sang istri berpikir negatif.
"sudah sayang, papa baik baik saja, sebentar lagi kita sampai. hapus air mata mu sebelum kamu menemui mama" pelan pelan Marcello menengkan sang istri. perlahan tangis Citra pun mereda, di hapusnya air matanya kemudian tersenyum ke arah sang suami.
"terima kasih mas.. " ucapnya lirih.
"tak perlu berterima kasih, aku suami mu.. " jawabnya.
setelah dua puluh menit berkendara, kini mobil yang di kendarai Azzam juga Marcello telah memasuki pelataran rumah sakit. dengan segera Azzam memanggil beberapa perawat untuk membawakan brangkar untuk opanya yang masih di dalam mobil.
Setelah papa Bagas di pindahkan ke atas brangkar, dengan segera perawat tersebut membawanya ke ruang UGD.
"Bapak ibu, mohon tunggu di luar ya, dokter sedang menangani pasien" ucap salah satu perawat
"baik sus" jawab Citra.
Marcello membimbing mertua serta istrinya untuk duduk di kursi tunggu, sementara Azzam tengah sibuk dengan ponselnya untuk menghubungi saudara saudaranya.
panggilan untuk Azura dan juga Bella telah di angkat dan mereka berkata akan segera datang ke rumah sakit. semantara panggilan untuk kakaknya Al, sama sekali tidak ada jawaban darinya.
berulang kali Azzam mencoba untuk menghubungi Al namun tetap saja tidak ada jawaban.
hingga beberapa saat, dokter pun keluar. Azzam yang tengah menelepon Al pun memutuskan untuk menyudahinya kemudian segera berlari ke arah dokter.
"bagaimana keadaan papa saya dok? " tanya Citra berdiri di depan sang dokter.
"kondisi pasien sekarang sudah stabil, dari hasil pemeriksaan sementara, pasien mengalami kelelahan dan juga stress sehingga membuat kesehatannya memburuk, saya sarankan agar pasien di rawat inap saja agar kami dapat memberikan infus agar dapat menambah cairan untuk pasien" jawab sang dokter
"baiklah dok, lakukan yang terbaik untuk papa saya" ucap Citra
"baik bu, pak. setelah ini kami akan memindahkan pasien ke ruang rawat, mohon segera di urus administrasinya ya bu.. " jawab dokter kemudian pamit undur diri
papa Bagas pun kini sudah di pindahkan ke ruang rawat VVIP setelah Azzam menyelesaikan administrasinya. beberapa saat kemudian Azzam yang kebetulan duduk di samping brangkar sang opa pun terkejut melihat keadaan sang opa, ia segera memberi tahu oma nya yang tengah duduk di sofa bersama momny dan daddynya, tak lupa ia juga menghubungi dokter yang tadi menangani papa Bagas agar segera datang.