OH MY WIFE

OH MY WIFE
15



Kini tibalah Al di teras rumahnya den segera masuk ke dalam rumah, perlahan Al melangkahkan kakinya menyusuri ruangan demi ruangan untuk bertemu dengan kedua orang tua nya yang biasanya ketika siang mereka berada di taman belakang.


sesampainya di pintu dapur, ia dapat melihat jika kedua orang tuanya tengah duduk berdampingan di sebuah gazebo dengan di temani dengan secangkir minuman dan juga camilan.


terdengar samar samar tawa renyah dari sang mommy hingga membuat Al penasaran hingga mempercepat langkah kakinya.


"wah apa apa ini dad, kayaknya seru sekali" celutuk Al begitu sampai di depan gazebo


"eh Al, tumben jam segini sudah pulang?" tanya Citra


Al pun ikut bergabung dengan kedua orang tuanya setelah melepas sepatu kerjanya, "iya kebetulan kerjaan Al sudah selesai makanya Al pulang cepat, kan mommy tahu sendiri beberapa minggu ini Al jarang di rumah tiap pulang kerja, jadi selagi ada waktu mending Al gunain buat di rumah saja" jawab Al kemudian mencomot camilan yang berada di dalam piring


"bagaimana kantor Al? " tanya Marcello


"alhamdulillah semua aman terkendali dad, tadi Azzam juga pergi ke pabrik buat ngecek keadaan disana, dan syukurnya disana juga baik baik saja" jawab Al


"syukurlah, jika memang ada kesulitan jangan ragu buat bilang sama daddy, siapa tahu daddy bisa membantu" ucap Marcello


Al pun mengangguk kemudian memperbaiki duduknya dan mengarahkan pandangannya kepada mommy dan daddy nya.


"siap dad" "oh iya mom, dad. Al rencana mau cuti beberapa hari dari kantor" ucap Al


"cuti, tumben cuti nak, memangnya kamu sedang sakit, nggak biasanya loh kamu cuti kalau bukan hal yang mendesak?" tanya Citra terheran


"Al mau ketemu sama temen lama mom, mumpung dia ada disini pengen kumpul kumpul gitu, sekalian ngambil jatah cuti Al yang nggak pernah Al pakai"


"daddy rasa itu bukan masalah, lagi pula beberapa tahun ini kamu terlalu sibuk dengan pekerjaanmu, bahkan hari libur pun kamu kadang lembur di kantor jadi sekali kali kamu refreshing tidak masalah. akan tetapi Al, sebelum cuti semua kerjaan kamu harus beres dulu, kasihan Azzam kalau harus kerjakan semuanya sendiri" ucap Marcello menimpali


"kamu sudah bilang sama adik kamu kalau kamu mau cuti? " kini giliran Citra yang berbicara


"sudah kok mom, dia juga tidak masalah, ya meskipun nggak gratis " ucap Al lesu


"lah rupanya Azzam masih suka manfaatin kakaknya mas" ucap Citra kepada sang suami


"iya, bisa bisanya Al di akalin sama adiknya, hahahaa... "


"harus ikhlas lo Al.. " ucap Citra mengingatkan


"iya iya mom, Al ikhlas kok.. Azzam nya aja yang perhitungan"


"kamu masih ikut jualan di warung tenda Al, gimana keadaan pak Seno? " tanya Marcello


"sampai saat ini keadaannya semakin membaik dad, pak Seno juga beberapa kali ke warung tenda, tapi ya gitu tangannya masih belum cukup kuat untuk di buat gerak terlalu lama, apalagi mereka kan jualan makanan jadi tangan yang harus bekerja cepat, alhasil Al masih disana sampai pak Seno benar benar pulih seperti sebelumnya, tapi walau begitu Al menikmati pekerjaan sampingan Al kok, malah nanti rencana Al, kalau pak Seno sudah sembuh, Al akan sering sering kesana... " jawab Al


"dad gimana kalau kita bikin restoran nusantara? " tanya Al tiba tiba


"mau buka cabang baru lagi kak? " tanya Citra sedangkan sang suami masih nampak berpikir


"rencananya sih mom, tapi beda konsep, yang ini lebih ke masakan nusantara bukan masakan western"


"kalau mommy sih, apa mau kamu saja Al, selagi kamu tidak merugikan orang lain maka lakukanlah mommy akan selalu mendukungmu"


"daddy sependapat dengan mommy mu, kalau kamu memang ingin membuka restoran baru, lebih baik kamu survey dulu di lapangan, apa saja minat orang orang dengan masakan nusantara, karena kamu tahu sendiri di berbagai kota memikili makanan khasnya masing masing, sama seperti waktu pertama kali kamu buka restoran yang pertama, jadi nanti kamu bisa dengan lebih mudah untuk menentukan menu menu apa saja yang akan kamu cantumkan di daftar menu restoran mu" jelas Marcello panjang lebih


Al pun mengangguk anggukan kepalanya tanda mengerti.


memang sebelumnya Al memiliki restoran yang mewah dengan menu menu internasional, dengan terget pasar menengah ke atas. itulah sebabnya Al berkeinginan untuk membuat restoran baru bertemakan masakan nusantara, apalagi setelah beberapa minggu berjualan di warung tenda, ia semakin tertarik ingin membangun restoran yang bisa di nikmati semua orang, bukan hanya kalangan atas saja namun juga kalangan ke bawah, dan tentu dengan harga yang terjangkau.


setelah itu ketiganya mengobrol santai di taman belakang sembari menunggu adzan ashar. karena selepas ashar Al akan pergi ke warung tenda untuk kembali berjualan.


Kini Al sudah berada di dalam kamarnya setalah hampir satu jam mengobrol santai bersama kedua orang tua nya. saat ini dirinya tengah bersiap siap untuk ke warung tenda sebab jam sudah menunjukkan pukul 15.20 wib.


"mom, makanannya sudah matang? " tanya Al begitu dirinya sampai di dapur, memang tadi sejak dari kantor dirinya belum makan siang hingga sore ini, dan ketika Al meminta art untuk memasakkan mie instan, sang mommy tak mengizinkan dan malah menawarkan memasakan untuknya. Al yang memang sudah lapar pun mengangguk kemudian bergegas bersih bersih.


dan kini di meja makan sudah terhidang sepiring nasi dan juga sepiring ayam kecap juga capcay yang masih mengepul


"sudah Al, itu sudah mommy siapin di meja makan, kamu makanlah ini mommy masih buatin kamu jus dulu" jawab Citra


"siap mom, Al makan dulu ya.. "ucap Al kemudian segera berjalan menuju meja makan.