OH MY WIFE

OH MY WIFE
122



2 minggu kemudian


mobil yang di kendarai Aldrich memasuki halaman rumah sakit dimana sang istri akan memeriksakan kandungannya.


setelah memarkirkan mobilnya, ia lantas keluar dari mobil kemudian membukakan pintu untuk sang istri.


"makasih mas"


Aldrich mengangguk, setelah menutup kembali pintu mobilnya, ia langsung meraih jari jemari sang istri untuk ia gandeng.


"aku nggak sabar pengen lihat Al junior" setelah mendaftar dan menunggu antrian, akhirnya nama Dinar pun di panggil


"ibu Dinar, Silahkan duduk... " sapanya ramah.


Dinar segera duduk bersama Aldrich, setelah menimbang berat badan dan juga tensi, kemudian ia di minta untuk berbaring di atas brangkar.


"kita langsung usg ya bu... " ucapan Dokter membuat Aldrich semakin deg degan. ia tak sabar untuk melihat buah hatinya.


Aldrich tersenyum lebar tatkala melihat sosok mungil yang bersemayam di rahim sang istri, usia 10 minggu, ia masih sebesar buah kelengkeng. namun Aldrich begitu terharu sebab buah hatinya tumbuh dengan baik.


setelah mendengarkan penjelasan dari sang dokter, Dinar pun kembali di minta untuk beranjak. sebab pemeriksaan telah selesai.


"alhamdulillah semuanya baik, dan janinnya juga berkembang sesuai usianya, saya akan meresepkan beberapa vitamin, nanti jangan lupa di minum ya bu... "


dokte menuliskan beberapa resep untuk di tebus di ruang farmasi, setelah itu kenyerahkan pada Dinar.


"ada yang ingin di tanyakan lagi bu? "


Dinar menggeleng, namun berbeds dengan sang suami "saya dok"


"kapan waktu yang pas dan aman untuk kami bisa melakukan perjalanan jauh?"


"itu nanti insyaallah bisa sekitar usia kandungan 15-27 minggu ya pak, tetapi sebelum berangkat alangkah baiknya di periksakan dulu untuk mengecek keadaan ibu dan bayinya"


Aldrich mengangguk senang " baik dok, nanti kami akan periksa lagi sebelum berangkat, terima kasih dokter"


"sama sama pak... "


setelah selesai melakukan pemeriksaan, keduanya memilih untuk langsung menuju kediaman utama sebab yang lainnya pun telah berkumpul disana karena besok adalah hari pernikahan Azzam dengan Mia.


menempuh perjalanan hampir 45 menit sebab macet, kini keduanya telah sampai di kediaman utama.


"assalamu'alaikum... " salam keduanya ketika memasuki rumah.


"wa'alaikumsallam... " semua orang yang berada di ruang keluarga pun menjawab serentak.


Dinar dan Aldrich pun langsung menuju ruang kelaurga untuk bergabung dengan yang lainnya. sesampainya disana, Dinar di buat terkejut ketika mendapati kedua orang tuanya sedang duduk manis bersama ipar iparnya.


"ibu, bapak! " seru Dinar, wanita itu kaget ketika melihat kedua orang tuanya sudah berada disana sebab mereka mengatakan akan tiba di Jakarta pada sore hari.


"nak... "


Dinar langsung menghampiri keduanya dan memeluknya bergantian "katanya sore baru tiba, kok ini masih pagi udah disini bu? "


"rencananya begitu, tapi kemarin mertua mu ngirim supir kesana, jadi mau tak mau ibu dan bapak langsung kesini"


"jadi sudah dari kemarin, kenapa nggak ngabarin Dinar? "


Dinar hanya mengangguk, ia teramat merindukan keduanya orang tuanya, bahkan ia belum ada pulang sama sekali setelah terakhir kali ia pulang ketika selesai pesta pernikahannya dulu.


Dinar hanya mengabari lewat telepon ketika dirinya hamil, dan juga meminta ibu dan bapaknya untuk membatalkan rencana pesta yang akan di gelar disana sebab dirinya sudah lebih dulu mengandung.


Aldrich pun mencium punggung tangan kedua mertuanya setelah Dinar selesai meluapkan rasa rindunya pada kedua orang tuanya.


"bapak, ibu sehat? " tanya Aldrich


"sehat nak, kami berdua baik baik saja, kemu sendiri bagaimana Kabarnya? "


"alhamdulillah Al juga baik bu"


***


Keesokan harinya.


pagi pagi sekali semua penghuni rumah utama tengah bersiap siap untuk ke hotel tempat di adakannya acara pesta pernikahan Azzam.


Dinar yang masih bergelung dengan selimutnya pun menggeliat ketika merasakan usapan lembut pada pipinya.


"sayang ayo bangun, kenapa setelah shubuh kamu tidur lagi hm? "


"mas... tadi ngantuk banget sampai nggak sadar kalau ketiduran, emang udah jam berapa ini? "


"jam 8 lebih... "


"loh..." Dinar yang masih bermalas malasan pun langsung membuka matanya lebar


"mommy dan yang lainnya sudah berangkat ke hotel dong, ya ampun, kenapa baru di bangunin sekarang sih" gerutu Dinar. ia segera beranjak untuk segera mandi.


"mau kemana? " tanya Aldrich


"mau mandi lah mas, kan acaranya jam 10 sementara kita masih ditumah, bahkan aku belum ada persiapan apa apa"


"udah tenang aja, kamu mandi yang tenang, habis itu langsung turun ke bawah ya, MUA nya nungguin kamu di bawah"


"loh, bukannya di hotel? " Semalam mommy Citra mengatakan jika mereka akan di rias di hotel saja, namun hari ini?


"iya, itu untuk yang lain, khusus untuk kamu di rumah aja bisr nggak ribet nanti"


"ya sudah deh, aku mandi dulu mas" Dinsr segera berlalu menuju kamar mandi sementara Aldrich menyiapkan sarapan untuk sang istri.


15 menit kemudian Dinar telah selesai, ia terlihat ssngat segar setelah mandi pagi.


"mas... "


"kamu sarapan dulu baru nanti ke bawah"


"ini kamu yang nyiapin? " Dinar duduk disamping sang suami


"yang masak bibi, tapi yang pindahin kesini, aku.. " jawabnya.


Dinar mengangguk, ia membuka mu lutnya ketika Aldrich hendak menyuapi dirinya.


pagi itu Dinar dan Aldrich sarapan bersama hingga semua makanan yang di bawa Aldrich habis tak tersisa.