OH MY WIFE

OH MY WIFE
100



Di kantor Aldrich terlihat sangat uring uring an, sejak setelah semalam mommy Citra melarang dirinya untuk menjumpai sang istri, kini ia menumpahkan kekesalannya pada asisten nya, Soni.


apapun yang di lakukan pria itu tampak tidak ada yang benar sama sekali, Soni yang kesal dengan bos nya pun memilih langsung keluar dari ruangan Aldrich setelah ia menyerahkan pesanan Aldrich yang terakhir kali.


"pak Al, lebih baik saya keluar saja dari ruangan anda, sepertinya anda butuh waktu untuk menenangkan diri" tanpa menunggu jawaban dari Aldrich, Soni pun bergegas keluar ruangan.


sementara Aldrich memijit pelipisnya yang terasa berdenyut, ia juga merasakan kantuk setelah semalam ia sulit untuk tidur dan kemudian bisa tidur ketika adzan shubuh telah berkumandang.


"sudahlah lebih baik aku istirahat saja, nanti sepulang dari kantor, dengan atau tanpa persetujuan mommy aku akan tetap menjumpai Dinar! " tak ingin semakin uring uringan, Aldrich lantas memilih untuk beranjak menuju ruangan rahasianya untuk istirahat.


ketika hendak membuka pintu, tiba tiba ponselnya berdering, ia begitu antusias sebab ia berharap Dinar lah yang mengiriminya pesan, namun begitu ia melihat siapa pengirim tersebut, senyum di bibirnya perlahan luntur.


+62... : Al, ini aku Luna, aku dengar kabar jika istri mu tidak bersamamu saat ini, kalau kamu tidak keberatan, aku bisa membantu mu untuk menjelaskan semua yang terjadi di antara kita agar istri mu bisa kembali lagi pada mu, aku tak mengharapkan apapun, aku hanya tidak ingin merusak kebahagiaan mu dan hidup ku juga akan tenang.


tanpa menjawab Al langsung mematikan ponselnya kemudian meneruskan langkahnya mneuju ruangan rahasianya.


***


Dinar dan kedua orang tuanya turun dari mobil, sesaat setelah mereka keluar dari bus, ternyata supir kediaman utama telah menunggu kedatangan mereka sehingga mereka tak perlu menaiki taksi untuk pergi ke kediaman utama.


mommy Citra dan daddy Marcello tersenyum lebar menanti kedatangan menantu serta besan mereka di teras, Dinar yang melihat mama mertuanya tengah menunggu kedatangannya pun langsung berhambur ke pelukannya.


"mom... apa kabar? " tanya Dinar setelah melerai pelukannya.


"baik. mommy daddy baik baik saja sayang, makasih ya sudah mau kembali lagi ke rumah, mommy bersyukur sekali... "


"seharusnya Dinar yang berterima kasih, sebab mommy masih menerima Dinar padahal Dinar abai dengan anak mommy "


"untuk apa mommy marah sama kamu, mommy justru bahagia kamu kembali lagi ke rumah ini"


"sudah - sudah, di lanjut di dalam saja kangen - kangenannya, lebih baik kita masuk dulu, pasti besan juga lelah, mari besan kita masuk" daddy Marcello segera mengajak besannya masuk ke dalam rumah. sementara Dinar meringis, merasa sungkan sebab ia belum menyapa daddy Marcello tapi malah langsung nyosor ke mommy Citra.


"lumayan dad, tapi nggak kerasa juga sih, soalnya tadi aku ketiduran mulai dari berangkat sampai ke terminal sini"


"pantesan keliahatan segeran, baru bangun tidur toh"


kini semuanya sudah masuk ke dalam rumah, Dinar terlihat begitu terkejut ketika mendapati kedua ipar perempuan nya tengah menunggu dirinya di ruang keluarga, Dinar bergegas menghampiri keduanya kemudian memeluknya satu persatu.


"ya ampun kak Bella... Dinar kangen banget"


"kakak juga Din, kamu sih betah banget pulang kampungnya" Bella melerai pelukannya. Dinsr lantas memeluk Azura


"baru seminggu tapi berasa lama banget yah ternyata, gimana kabar kalian? " tanya Dinar.


"baik kak Din, kami berdua sangat baik" Azura juga terlihat bahagia ketika ipar perempuan nya telah kembali ke kediaman utama, ia lega ketika melihat mommy nya juga tampak bahagia melihat menantunya kembali lagi kerumahnya, itu berarti kesedihan mommynya telah sirna.


Sementara itu mommy Citra dan daddy Marcello mengajak besannya untuk langsung ke meja makan karena kebetulan sekali jam makan siang telah tiba.


pak Beni dan bu Rahayu sudah duduk manis di ruang makan, sementara Dinar masih bersenda gurai dengan para iparnya hingga mereka lupa jika sudah waktunya makan siang.


"maaf non, itu di tunggu tuan dan nyonya besar di ruang makan" ucap bibi.


"oh iya, aku sampai lupa, ayo kita ke ruang makan. tadi aku masakin banyak makanan loh buat kamu" Bella segera berdiri dan mengajak kedua adiknya untuk makan siang.


dengan senang hati Dinar mengikuti langkah kaki kakak iparnya itu karena memang dirinya juga sudah lapar apalagi ketika mendengar jika Bella yang memasak, tentu dengan semangat empat lima dirinya mengikuti sang kakak ipar.


"suka senang kalau kak Bella yang masak, pasti di buatin banyak makanan sama seperti mommy" ucap Dinar.


"iya dong, kan memang aku niruin mommy, jadi ya sama lah... "