OH MY WIFE

OH MY WIFE
19



"bapak ke dalam dulu ya nak Al, di habiskan mie nya.. " pamit pak Beni sesaat setelah Dinar menyajikan mie ke hadapan Al


"baik pak" jawab Al singkat sembari mengangguk


setelah itu Al dan Dinar mulai menikmati sedapnya mie ayam buatan Dinar.


"mie buatan kamu enak, saya suka" puji Al dengan seulas senyum tipisnya


"terima kasih, besok kalau mau akan aku buatkan lagi, kalau sekarang mau nambah lagi nggak bisa, soalnya sudah habis" jawab Dinar tersenyum.


"ah tidak, satu mangkuk saja sudah membuat ku kenyang" jawab Al kemudian melanjutkan makannya.


Belum selesai keduanya makan, tiba tiba hujan turun dengan sangat deras, membuat Al dan Dinar memutuskan untuk menunggu hujan reda untuk pulang sekaligus menghabiskan mie yang belum selesai di makan. setelah beberapa menit keduanya menyelesaikan makannya, Dinar kembali membawa mangkuk ke dalam warung kemudian segera mencucinya, sedangkan Al yang duduk sendiri di teras mulai merasa kedinginan, ia kemudian memilih mengikuti Dinar ke dalam warung dan menunggui Dinar yang sedang membersihkan mangkuk dan gelasnya di wastafel.


"mas Al ke rumah saja dulu nggak apa apa, nanti Dinar nyusul, tapi ya harus nerobos hujan, karena disini nggak ada payung" ujar Dinar dengan masih membelakangi Al sebab dirinya tengah membersihkan wastafel yang terkena tumpahan air sabun cuci piringnya.


"nggak apa apa aku disini dulu nemenin kamu, kasihan juga kalau kamu disini sendirian apalagi di luar sedang hujan" jawab Al dengan masih bersandar di sisi meja dibelakang Dinar dengan tangan yang melipat di depan dada.


"ya sudah kalau begitu, ini sebentar lagi selesai kok" ucap Dinar yang tengah memeras kain lap nya


setelah beberapa saat Dinar telah selesai membersihkan wastafelnya kemudian ia segera berbalik, namun naasnya ketika akan melangkah, kakinya terpeleset oleh air sabun yang tadi sempat tumpah, licinnya lantai membuat ia kehilangan keseimbangan. sedangkan Al yang tadinya menunggu Dinar dengan bersedekap tangan pun segera menghampiri Dinar, namun belum sempat ia menolong Dinar, ia harus ikutan terpeleset dan menubruk Dinar yang sedang oleng.


brukk


keduanya terjatuh dengan Dinar menin dih tu buh Al, keduanya sempat terpaku beberapa detik hingga tersadar oleh teriakan seseorang.


"Hei, apa yang sedang kalian lakukan disana!" seru Mila berteriak. kebetulan di luar hujan sudah mulai berhenti dan kini hanya tinggal gerimis kecil.


beberapa menit yang lalu, Mila yang tadinya sedang berada di teras tengah menikmati hangatnya kopi, tak sengaja menoleh ke arah warung Dinar yang berada tepat di sebelah rumahnya, ia melihat disana ada Dinar dengan seorang pria, namun setelah beberapa saat Dinar akhirnya masuk ke dalam warung kemudian di susul sang pria juga ikut masuk. Mila menduga bahwa pria itu adalah kekasih Dinar, yang tak lain adalah si karyawan warung tenda.


bagai gayung bersambut, ia melihat Dinar tengah menin dih tubuh pria itu. dengan segera Mila mengeluarkan ponsel di dalam sakunya kemudian memfoto keduanya dengan posisi yang masih saling menin dih kemudian baru ia berseru.


Dinar yang mendengar sebuah seruan pun menoleh ke sumber suara, ternyata Mila sudah berdiri di ambang pintu dengan mata melotot. Dinar yang gelagapan kemudian segera berdiri. "ini tidak seperti yang kamu pikirkan Mil" ucap Dinar mencoba menjelaskan. ia sangat takut akan mulut pedas tetangganya itu yang nantinya akan menimbulkan masalah, Dinar mencoba menjelaskan namun nampaknya Mila tetap tidak percaya.


"jadi, apa yang kalian lakukan disini, berduaan di dalam ruangan di waktu hujan? " tanya Mila melotot dengan tangan berkacang pinggang


"yang kamu lihat itu salah paham Mil, kita tidak sedang melakukan apa apa" Dinar masih mencoba menjelaskan


"alah maling mana mau ngaku, sudah ketangkap basah masih nggak mau ngaku juga kamu Din" ucap Mila


"benar Mil, tadi aku. hanya kep... "


"sudah sudah, sudah ketahuan mesum juga masih aja ngeles, aku juga punya bukti kalau kalian lagi berbuat mesum disini" potong Mila cepat, kemudian ia segera keluar warung dan memanggil para tetangga


"hei bapak bapak, ibu ibu, lihat ini si Dinar lagi kepergok berdua dua an dengan pacarnya di warung " Mila berteriak memanggil para tetangga yang kebetulan sedang membersihkan air hujan di teras rumah.


mendengar teriakan Mila, para tetangga yang sedang bersih bersih rumah pun berbondong bondong menuju warung Dinar, bu Rahayu dan pak Beni yang kebetulan baru saja selesai bersih bersih dan mandi pun langsung keluar rumah setelah mendengar nama sang anak di sebut sebut.


"ada apa Mil"


"Dinar kenapa? "


terdengar sayup sayup para warga sedang saling bertanya di luar warung.


sementara Di dalam warung Dinar dan Al merasa cemas, keduanya ingin menyangkal dan membela diri namun teringat Mila berhasil mengabadikan momen ketika keduanya dalam posisi yang tak lazim membuat keduanya was was


bahkan Al yang biasanya di kantor dapat mencetuskan banyak ide pun sekarang tak dapat melakukan apa apa, kepalanya serasa buntu ketika memikirkan hal tersebut.