OH MY WIFE

OH MY WIFE
14



Di dalam kamar kos nya, Dinar kini nampak tergesa gesa menyiapkan perlengkapan kerja nya setelah semalaman begadang membalas pesan dari customer, hingga pukul 12 malam ia baru bisa memejamkan mata dan hal pula lah yang membuat Dinar menjadi kalang kabut pagi ini karena kesiangan.


"ya ampun di mana aku meletakkan id card ku, astaga kenapa tidak ku siapkan dari semalam" Dinar terus mencari id card yang biasa di gunakan untuk absen ke dalam saku tas nya namun ia tak kunjung menemukannya. bahkan ia juga membongkar lemari pakaian nya barang kali barang itu ada di dalam lemari.


"astaga aku lupa, kan waktu itu aku masukin ke saku jaket" gegas Dinar mencari jaket yang di pake waktu itu, dan untungnya jaket yang di kenakan tidak ia cuci dan masih berada di gantungan baju "aman" gumam nya kemudian bergegas keluar kamar, tak lupa ia juga mengunci pintu kamar sebelum berangkat kerja.


"kurang 15 menit lagi !" pekiknya terkaget ketika melihat jam di ponselnya. Dinar mempercepat larinya agar tidak terlambat, bisa bisa dirinya mendapatkan surat peringatan jika terlambat lagi sebab beberapa hari yang lalu dirinya juga sempat terlambat karena bangun kesiangan.


setelah berlari kurang lebih 10 menitan, sampailah Dinar di depan mesin absensinya dengan segera is menggesekkan id card nya untuk absensi kemudian bergegas masuk ke dalam pabrik, di lihatnya jam di ponselnya, masih ada waktu lima menit untuknya istorahat sebelum pekerjaannya di mulai.


"telat lagi Din? " tanya seorang wanita sebayanya


Dinar lantas menoleh kemudian menggeleng


"untungnya hari ini enggak Mia, oh iya, biasanya kamu selalu gedor pintu kamar aku kalau aku belum berangkat, ini tumben kamu nggak gedor gedor" jawab Dinar sekaligus memberikan pertanyaan kepada temannya yang bernama Mia itu.


Mia lantas mencebikkan bibirnya sebal. "eh tuan putri, aku tuh udah gedor gedor pintu kamar kamu sambil teriak teriak, kamu nya aja yang tidurnya kayak orang pingsan makanya sampai nggak tahu, kau tahu, tadi aku sampe di tegor sama ibu kos karena teriak teriak pagi pagi" keluh Mia


"seius kamu? kok bisa sampai aku nggak denger ya? " tanya Dinar heran


"ya mana aku tahu, makanya kalau besok nya kerja, jangan suka bergadang, ingat kata bang Haji Rhoma Irama, begadang jangan begadang, kalau tiada artinya, begadang boleh saja kalau ada perlunya" jawab Mia di selingi bernyanyi di akhir kalimat.


"aseekk... tareekk neng.. "sahut Dinar terkekeh.


pluk


dengan cepat Mia menimpuk lengan Dinar menggunakan botol kosong miliknya sambil melotot, membuat Dinar seketika mengentikan candaannya.


"tapi kan aku begadang juga ada perlu nya kali Mi, kan kamu tahu sendiri aku juga jualan online, lumayan dapet ceperan" alibinya


"huuhh, baiklah sepertinya memang aku harus menerima semua saran dari kamu Mi, aku juga nggak mau di pecat gara gara sering telat, yang ada nanti aku malah nggak jadi bangun istana buat ibu ku lagi"


"harusnya sih memang begitu Dindin, ingat kamu itu bukan robot, jadi istirahat cukup itu perlu, ya sudah ayo kita masuk sudah waktunya kita kerja" ajak Mia


"Dinar Mia, nama ku Dinar, bukan Dindin, kebiasaan deh, ayok lah kita masuk " seru Dinar segera beranjak dari duduknya.


"yaelah, sama aja Dindin" seloroh Mia menggoda Dinar. kemudian keduanya mulai masuk ke dalam ruang produksi.


*****


Di kantor Smith Group


Al kembali di hadapkan dengan setumpuk kertas yang tertata rapi di meja kerjanya, mulai hari ini dirinya ingin segera menyelesaikan pekerjaannya agar nanti ketika diri nya cuti pekerjaan yang datang tidak terlalu banyak, ia juga tidak ingin terlalu membebankan kepada sang adik sebab ia tahu sendiri pekerjaan sang adik tak kalah banyak dari dirinya.


dengan segera ia meraih satu persatu berkas yang bertumpuk untuk segera di koreksi dan di tanda tangani, tak lupa dengan komputer yang sudah menyala sejak dirinya masuk ke dalam ruangannya.


entahlah mendapati dirinya hendak pergi mengantar gadis yang di kenalnya beberapa waktu lalu membuat dirinya kembali bersemangat.


"setelah menyelesaikan pekerjaan ini aku akan langsung pulang saja dan berbicara dengan daddy dan mommy" gumam Al dengan tangan yang masih membolak balikkan berkas tersebut.


waktu menunjukkan pukul 14.00 wib, namun Al masih menekuni pekerjaannya, bahkan ia melewatkan makan siangnya demi bisa segera pulang ke rumah.


15 menit kemudian semua pekerjaan Al telah selesai, ia bahkan sudah meminta sekretaris nya untuk mengosongkan jadwalnya hari ini sebab dirinya harus pulang cepat hari ini.


dengan langkah lebar ia berjalan menuju tempat parkir khusus untuk mengambil mobilnya, sengaja ia tidak menyuruh orang lain untuk mengambilkan kendaraannya sebab dirinya tidak ingin terlalu merepotkan orang lain ketika dirinya bisa mrlakukannya sendiri.


setelah memasuki mobilnya, Al segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, ia sangat tidak sabar mengutarakan maksudnya kepada kedua orang tua nya padahal masih ada beberapa hari sebelum keberangkatannya menuju kampung halaman Dinar.