OH MY WIFE

OH MY WIFE
92



Suara alunan musik menggema ke seluruh ruangan, banyak muda mudi tengah berjoget ria dengan segelas minuman keras di tangannya, mereka berjoget mengikuti irama musik yang di mainkan oleh seorang DJ.


Begitu juga dengan Aldrich, setelah pertemuannya bersama Luna siang tadi, hatinya semakin hancur tak tersisa, kenangan manis sekaligus pahit itu kini kembali mendera dirinya, bahkan tanpa ada secuil pun ingatannya kepada sang istri yang ia tinggal di pelaminan.


padahal dirinya telah berjanji pada sang istri untuk tidak lagi menyentuh minuman haram itu, akan tetapi Aldrich seakan lupa dan tuli, hingga ia kini kembali menenggak minuman ha ram itu begitu banyak.


"berhentilah tuan anda sudah sangat mabuk, anda sudah minum terlalu banyak malam ini" ucap bartender ketika Aldrich meminta untuk menuangkan kembali alkohol ke dalam gelasnya


"persetan dengan mabuk, cepat beri aku lagi" teriak Aldrich hingga membuat bartender itu pun mau tak mau menuangkan alkohol ke dalam gelas Aldrich kembali.


sementara orang suruhan Azzam yang di minta untuk mengikuti Aldrich pun tampak mengutak-atik ponselnya, ia hendak mengabari tuan muda keduanya jika Tuan muda pertamanya tengah mabuk berat, namun berulang kali ia menelepon nomor tuan muda keduanya, ia tak mendapat jawaban.


"telpon tuan besar saja kalau tuan muda kedua tidak mengangkat telponmu" ucap temannya.


"apa tidak apa apa, ini kan sudah malam, apa tuan besar tidak sedang tidur? " tanya nya ragu.


"coba saja dulu, daripada nanti kita mengambil keputusan yang salah"


"baiklah, lebih baik telpon tuan besar saja kalau begitu" ia segera menelepon tuan besarnya, namun lagi lagi panggilan tidak di jawab.


"seperti nya sudah tidur, lebih baik kita bawa tuan muda Aldrich pulang ke rumah utama saja, aku khawatir kalau dia nyetir sendiri, malah bahaya! " serunya.


"baiklah, kau bawa tuan muda aku akan bawa mobil yang lainnya"


lantas kedua pria itupun mendekat ke arah Aldrich yang sudah setengah mabuk, bahkan terdengar racauan keluar dari bibir pria itu.


"anda mengenalnya? " tanya bartender kepada kedua bodyguard yang mendekati Aldrich


"ya, dia tuan muda kami"


"tuan muda, mari kita pulang" ucap salah satu bodyguard, ia hendak memapah Aldrich namun pria itu segera menepisnya


"hei, kau siapa, beraninya kau menyentuh ku" teriak Aldrich


"saya Bima tuan, mari kita pulang, sebelum tuan besar marah kepada anda" ujarnya


"jangan menyentuh ku, aku bisa pulang sendiri" dengan langkah sempoyongan, Aldrich berjalan keluar menuju parkiran.


sedangkan Bima segera membayar minuman yang di minum Aldrich kemudian mengikuti pria itu keluar dari klub.


"tuan, biar saya saja yang menyetir" ujar Bima


"jangan mengganggu ku, aku akan pulang sendiri" lagi lagi Aldrich menepis tangan Bima. ia segera masuk ke dalam mobil tanpa menutup pintu, setelah memasangkan seatbelt bukannya menyalakan mesin mobilnya, Aldrich justru tertidur setelahnya.


"ck, dasar tuan muda keras kepala, sudah ku bilang aku akan mengantar pulang, malah tidak mau, dan sekarang justru tidur di kursi kemudi" gerutu Bima namun pria itu tetap memindahkan tuan mudanya duduk di kursi belakang.


"bagaimana bisa setelah teriak teriak tuan muda langsung tidur seperti itu! " seru Rian kepada Bima


"kau seperti tidak pernah melihat tuan muda mabuk saja, dia kan selalu begitu tiap kali mabuk, setelah keluar bar dirinya pasti langsung tak sadarkan diri" jelasnya


"kau tanyakan saja langsung pada tuan muda pertama, aku pun juga tidak tahu" jawab Bima


setelah memastikan Tuan muda pertamanya tidur dengan nyaman di kursi penumpang Bima lantas melajukan mobilnya menuju kediaman utama di ikuti Rian yang membawa mobil yang lain dari belakang.


***


Pagi ini hari Dinar begitu terasa sangat berbeda, jika biasanya ia akan terbangun dan pemandangan pertama yang ia lihat ialah sang suami, kini ia terbangun dengan keadaan sendirian karena sang ibu telah bangun lebih dulu, tak ada kecupan selamat pagi atau imaman ketika shubuh datang.


"huh, ternyata begini ya rasanya bangun tidur tanpa suami"


"mas Al sudah bangun atau belum ya, apa dia mencari ku"


"kenapa aku jadi merindukan dia, padahal kan niat aku pulang untuk nenangin diri"


"lebih baik aku keluar saja bantu ibu siapin sarapan, dari pada di dalam kamar terus jadi kepikiran mas Al terus" Setelah selesai sholat shubuh, Dinar kemudian keluar kamar untuk menyusul sang ibu yang tengah menyiapkan sarapan bersama ibu mertuanya.


"masak apa bu, mom? " tanya Dinar


"eh sayang, ini mommy sama ibu lagi bikin nasi goreng, sama bikin ayam goreng, kamu ada makanan yang kamu inginkan? "


Dinar menggeleng "enggak ada mom, nasi goreng juga enak buat sarapan" ucapnya


"baiklah, nanti siang mommy sama daddy akan kembali ke kota, kamu yakin tidak ingin ikut? "


"Dinar nanti saja ya mom. atau kalau enggak, mommy sama daddy aja yang tinggal lama disini biar nanti Azzam sama Edo pulang berdua"


"kamu bisa bisaan Din, mommy sih mau aja, tapi daddy kamu itu, nggak bisa dadakan kalau mau pergi lama karena ada pekerjaan, kamu tahu sendiri kan suami kamu seperti apa kemarin, jadi mau tak mau daddy harus turun tangan supaya perusahaan tidak oleng"


"iya sih mom, mas Al masih belum bisa mengendalikan dirinya sehingga menjadi seperti ini, tapi mungkin juga karena Dinar yang kurang perhatian kepada mas Al sampai dia masih mengingat masa lalunya" ucap Dinar lirih.


"hus, kamu jangan bilang yang enggak enggak, memang dasarnya Al saja yang bandel, kamu tenang saja, setelah ini mommy akan hukum anak itu"


"makasih ya mom... " ucap Dina kemudian memeluk erat sang mertua.


"sama sama sayang... "


"aduh, udah udah peluk pelukannya, sudah kaya teletubies saja, ini nanti nasi gorengnya gosong loh kalau di tinggal ngerumpi" bu Rahayu mencoba untuk mencairkan suasana agar sang anak tidak mendung di pagi hari yang seperti nya akan cerah ini.


"ah ibu... " rengek Dinar


"sudah,jangan main drama pagi pagi, lebih baik kamu siapin piringnya, ini sarapannya sudah hampir jadi" perintah sang ibu


"siap yang mulia, tugas di laksanakan" Dinar lantas menundukkan kepalanya ke arah sang ibu hingga membuat mommy Citra tertawa terbahak bahak.


"ada ada saja kelakuan bocah satu ini" gumam bu Rahayu.