
Malam pun tiba, kini semua orang telah berkumpul di restoran hotel untuk menikmati makan malam bersama keluarga Dinar.
semua orang menyambut malam itu dengan suka cita karena memang ini adalah kali pertama mereka bisa menikmati hidangan kelas atas yang jarang sekali mereka rasakan atau bahkan belum pernah mereka rasakan.
daddy Marcello sengaja menyewa sebagian restoran untuk acaranya malam ini jadi mereka tidak akan terburu buru karena harus bergantian dengan tamu yang lain.
"mari ibu ibu, bapak bapak. silahkan dinikmati hidangannya. jika ada yang di inginkan silahkan bilang ya, jangan sungkan" ucap mommy Citra
"baik bu Citra, terima kasih untuk makan malamnya" sahut bu RT.
***
Sementara di kediaman utama pun tak beda jauh dengan di hotel karena kini anak, mantu serta cucu mommy Citra juga tengah makan malam bersama.
rencananya malam ini para saudari Aldrich ingin memberikan sebuah kejutan untuk pasangan pengantin baru itu.
"kita makan malam dulu, setelah itu baru bicara lagi" seru Bella kepada para adik adiknya.
hidangan makan malam telah tersaji di atas meja, setelah Bella, selaku kakak tertua mengambil makanan, barulah kini giliran Dinar yang mengambilkan makanan untuk sang suami serta dirinya, kemudian dilanjut oleh adik adik iparnya.
makan malam di lakukan dengan khidmat tanpa ada yang saling berbincang layaknya ketika mereka tengah makan bersama kedua orang tua mereka.
hingga beberapa saat setelahnya, semua makanan di piring mereka masing masing telah tandas tak tersisa.
"mau tambah lagi mas? " tanya Dinar yang melihat piring sang suami telah kosong.
"sudah sayang, aku sudah kenyang. terima kasih ya" jawab Aldrich
setelah makan malam bersama mereka semua kini berkumpul di ruang keluarga.
"oke, sudah kumpul semuanya kan? " tanya Bella memastikan
"sudah kak, semua sudah kumpul kecuali anak anak" jawab Azura
"baik, jadi bisa kita mulai ya sekarang... "
"jadi gini, berhubung besok adalah hari pernikahan eh bukan bukan, maksud ku hari resepsi kalian, Aldrich dan Dinar. kami ingin sekali menghabiskan malam ini bersama pengantin wanita. jadi rencananya malam ini kita para wanita akan tidur bersama pengantin wanita sedangkan untuk Aldrich selaku pengantin prianya, harap tidur di kamar tamu dulu ya. anggap saja kalian sedang di pingit. bagaimana, Dinar kamu mau kan? " tanya Bella dengan ekspresi memelas.
"mana ada yang begituan, kami kan sudah menikah, jadi nggak ada lah acara pingit pingitan. enggak, aku nggak mau... " tolak Aldrich tegas sembari menggeleng.
apa apaan kakaknya itu, bagaimana bisa Al yang setiap harinya tidur dengan sang istri malah di minta untuk pisah kamar sedangkan besok adalah acara resepsinya.
dalam pikirannya ia ingin sekali menghabiskan malam indah dengan sang istri apalagi hari ini sang istri begitu romantis kepada dirinya.
"aku bertanya pada istri mu, bukan diri mu Al! " seru Bella menanggapi adiknya itu.
"tapi tetap saja aku tak setuju, bagaimana bisa kalian memisahkan aku dengan istri ku sendiri"
"hanya satu hari saja, Dinar juga pasti akan senang karena bisa menikmati malam bersama kita, iya kan Din? "
"i-iya sih kak. itu juga bukan ide yang buruk" Dinar tak kuasa menolak ajakan iparnya, terlebih ssat ini iparnya sedang membutuhkan bantuan darinya.
"tuh kamu dengar sendiri kan, Dinar saja setuju kok, lagi pula kan setelah ini kalian pindah dari sinsinii, jadi boleh lah kita para wanita menghabiskan malam ini bersama Dinar"
"udah bolehin aja lah Al, mau kamu menolak berulang kali pun mereka pasti akan tetap membawa istri mu, terima nasib saja malam ini kedinginan" goda Gilang, suami Bella.
"bener tuh kata kak Gilang! " seru Azura
Aldrich nampak gusar, ia sungguh tak rela jika sang istri harus tidur dengan orang lain meskipun itu dengan saudara perempuan nya. tapi benar juga apa yang di katakan kakak iparnya, jika ia tak mengizinkan, pasti dengan segala cara, kakaknya, Bella. akan tetap membawa Dinar bersama mereka. hal itu yang membuat Al menjadi tak bisa berbuat apa apa lagi.
'huh'
"baiklah, untuk malam ini aku mengalah dengan kalian, tapi tidak untuk lain waktu, aku tak akan membiarkan istri ku tidur tanpa diri ku di sampingnya! "
"nah, gitu dari tadi kek" Azura nampak bersemangat kali setelah mendengarkan jawaban dari sang kakak
"sabar ya om. kita nggak bakal apa apain tante Dinar kok, jadi om tenang saja. jangan lupa, tidur yang nyenyak karena kalau malam ini om nggak tidur, besok om Al bisa punya lingkar mata panda loh, dan itu pasti akan buat om kehilangan ketampanannya" ucap Cia, putri Bella.
"Suami mu sudah memberi izin, nanti kita kumpul di kamar kamu aja ya Din. setelah sholat isya nanti kita para wanita langsung ke kamar kamu" ucap Bella kepada Dinar.
"ah iya baiklah... "