
Di kediaman utama milik orang tua Aldrich, semua terlihat sangat sibuk terlebih di bagian dapur yang sedari pagi sudah sangat ramai oleh mommy Citra, Bella dan yang lainnya.
rencananya hari ini mereka akan memasak banyak makanan untuk menyambut kedatangan menantu baru di keluarga Smith.
beberapa menu makanan telah tersaji di atas meja beserta dengan makanan pencuci mu lut, sengaja mommy Citra menyediakan banyak makanan sebab ia juga meminta kedua orang tuanya serta anak dan menantunya untuk ikut serta menyambut menantu barunya, Dinar.
terdengar deru suara mesin dari luar, mommy Citra yang sudah siap segera menggandeng lengan sang suami untuk ikut bersamanya menyambut kedatangan menantu baru mereka.
Dinar dan Al turun dari mobil, keduanya jalan beriringan ke arah mommy Citra dan daddy Marcello yang sudah berdiri di ambang pintu untuk menyambut keduanya.
dua art di minta momny Citra untuk segera mengambil barang barang Al di bagasi mobil dan membawanya ke dalam.
"mom, dad... " sapa Al mendekat kearah orang tuanya.
"akhirnya anak mantu mommy datang juga, kalian pasti belum makan siang kan, ayo kita masuk. kebetulan mommy sudah siapkan makan siang untuk kalian" ajak mommy Citra setelah keduanya selesai bersalaman.
Dinar dan Al mengangguk, memang keduanya berniat untuk tidak makan siang di luar karena Al sudah yakin jika sang mommy akan menyiapkan jamuan untuk menantu barunya. Dan ternyata benar adanya, sang mommy sudah menyiapkan segala hal untuk menyambut kedatangan nya dan sang istri.
"kebetulan belum mom" jawab Dinar.
Mommy Citra menggiring Al serta Dinar untuk masuk ke dalam rumah kemudian langsung mengarahkan keduanya menuju meja makan, ternyata disana sudah ada keluarga besar Al yang sudah menunggu kedatangan mereka.
disana ada kakak dan adik adik Al beserta ipar dan keponakannya, juga ada opa dan omanya Al serta bu Fatma yang juga ikut bergabung bersama mereka.
mereka semua berdiri ketika Al dan Dinar mendekat ke arah ruang makan.
"selamat datang kakak ipar" sapa Azzam melambaikan tangan ke arah Dinar sembari tersenyum lebar.
"Terima kasih" sahut Dinar dengan pipi merona. ia tak menyangka jika kedatangannya di sambut sedemikian apik oleh keluarga sang suami.
"Duduk lah disini" Al meminta Dinar untuk duduk di kursi yang telah di geser kebelakang oleh Al.
Dinar menoleh ke arah sang suami, ia tersenyum kemudian mengangguk "Terima kasih mas, kamu juga duduk" ucapnya kemudian duduk di kursi yang sudah disiapkan Al.
semua anggota keluarga telah duduk kembali di kursi masing masing, daddy Marcello sebagai tuan rumah sekaligus kepala keluarga memulai lebih dulu mengambil makanan kemudian di lanjut yang lainnya.
acara penyambutan serta makan siang bersama terlihat sangat hangat dan bahagia, mereka saling berbincang bincang sembari menikmati makanan penutup yang sudah di siapkan oleh bibi.
setelah makan siang selesai, mommy Citra meminta Al untuk membawa Dinar kembali ke kamar karena gadis itu harus lebih banyak beristirahat mengingat kondisi kakinya yang belum pulih.
Al menaiki lift bersama Dinar, sementara yang lainnya ada yang masuk ke dalam kamar ada juga yang masih berbincang bincang di ruang keluarga.
kini Al dan Dinar sudah berada di dalam kamar pribadi Al. Dinar menyapu pandangan sama seperti yang ia lakukan pertama kali masuk ke dalam kamar apartemen nya. ia menelisik serta memindai satu persatu setiap sudut ruangan Al yang sangat luas itu.
kamar dengan warna monokrom itu berhasil menyita pandangan Dinar, ia sangat takjub melihat kamar sang suami yang sangat luas dan tertata rapi meskipun ruangan itu tak terlihat berwarna sama sekali.
"bagus banget kamarnya mas... " seru Dinar takjub ia bahkan sempat terbengong beberapa detik karena terpana akan kamar Al.
"kamu suka?" tanya Al, pasalnya lelaki itu khawatir jika sang istri tak menyukai desain kamar pribadinya.
"aku lebih sering menghabiskan waktu ku di dalam kamar, entah itu belajar ataupun menonton, itu sebabnya aku meminta mommy untuk menyiapkan ruangan TV di dalam kamar " jawab Al
"kalau kamu mau aku mengganti warna dindingnya atau tata letaknya, aku akan meminta mommy untuk mencarikan orang untuk memperbaiki kamarnya sesuai keinginan mu" sambung Aldrich lagi.
"ah tidak perlu mas, ini pun sudah lebih dari cukup. aku justru lebih suka nuansa yang seperti ini, terlihat tenang rasanya. "
Dinar duduk di pinggiran kasur kemudian meraba nya, pikirannya mulai berkelana jauh hingga tanpa ia sadari jika pipinya telah merona seperti tomat dan Al menyadari akan hal itu.
"apa kamu sakit? " tanya Al, pasalnya ia melihat kedua pipi sang istri nampak memerah seperti tomat
"aa.. aku, aku baik baik saja kok mas. aku nggak lagi sakit kok" seru Dinar. ia gelagapan karena tertangkap ba sah oleh sang suami.
Al mendekat kemudian meletakkan punggung tangannya di kening Dinar, "tidak panas" gumamnya
"lalu kenapa pipi mu merah seperti itu, ku pikir kamu sakit" sangat kentara sekali jika Al tengah khawatir akan kesehatan Dinar.
"aku baik baik saja kok, mungkin udaranya sangat panas sehingga pipiku jadi merah begini" Dinar mengibas tangannya di depan wajahnya.
Al menoleh ke arah AC yang menyala, "AC nya nyala kok, bahkan ini terasa sangat Dingin, kamu yakin baik baik saja? " tanyanya lagi.
"iya mas, udah ah ayo tidur siang, aku sangat mengantuk karena habis minum obat" Dinar pura pura menguap kemudia memba ringan tu buahnya di atas kasur.
"baiklah, kamu tidur saja, aku akan ke bawah sebentar, kalau ada apa apa segera telpon aku atau kamu langsung ke bawah ya" pamit Al, tak lupa ia memberikan kecupan singkat di kening sang istri sebelum meninggalkannya.
"iya mas... " jawab Dinar lirih.
setelah memastikan sang istri tidur dengan nyaman, Al segera keluar kamar, ia berniat menghampiri kedua orang tuanya untuk membahas mengenai pesta pernikahan yang akan mereka gelar.
Al berjalan mendekat ke arah sang mommy yang tengah berbincang bincang dengan daddy serta opa dan omanya di teras belakang.
sepertinya mereka baru saja membahas sesuatu yang menarik karena Al melihat oma serta mommy nya tertawa sangat renyah.
"ada apa nih, kayaknya sedang seru" celutuk Al ikut gabung bersama orang tuanya itu
Al duduk di kursi di depan mommy Citra kemudian mencomot kue yang ada di atas meja lalu memakannya.
"Dinar mana, bukannya kalian baru saja ke atas? " tanya oma Sonya, karena ia tak mendapati Dinar ikut bersama Al di sana.
"Dia baru saja istirahat oma, ob at yang ia minum tadi membuat dia menjadi mengantuk kemudian tertidur" jawab Al.
"harusnya kamu temani dia, pasti dia merasa canggung disini sendiri karena ini kali pertamanya tinggal disini bersama keluarga suaminya" seru oma
"aku sudah mengatakan padanya untuk menghubungi ku jika dia butuh sesuatu atau mencari ku kok oma. oma tenang saja, Dinar wanita yang mudah akrab, apalagi sebelumnya dia sudah kenal dekat dengan mommy" jawab Al
"lalu apa rencana mu setelah ini Al? " tanya opa Bagas yang sedari tadi hanya diam menyimak