OH MY WIFE

OH MY WIFE
58



Kini Dinar benar benar bisa memberikan hatinya sepenuhnya untuk Aldrich setelah semua yang mereka lalui bersama hingga mempertemukan dua keluarga dalam satu ruangan.


kebahagiaan Dinar dan Al begitu meluap luap ketika mereka mengetahui jika di masalalu orang tua mereka berteman sangat baik, bahkan kedua orsng tuanya pernah tinggal satu atap yang sama bersama ibu asuh mereka.


pertemuan kali ini bukan hanya sekedar bersilaturahmi saja melainkan juga membahas tentang rencana pesta pernikahan untuk Dinar dan juga Al.


tanggal telah di tentukan, mereka akan menyelenggarakan pesta pernikahan dalam 2 bulan mendatang, mengingat kondisi Dinar yang masih belum memungkinkan untuk mengadakan pesta. rencana pesta pernikahan mereka akan di adakan di dua tempat, yaitu kediaman Dinar di kampung dan juga di kota.


sore harinya seluruh keluarga Al berpamitan untuk kembali ke Jakarta, begitu pula dengan Al dan Dinar yang juga turut serta kembali ke kota.


bu Rahayu dan pak Beni melepas kepergian putri semata wayangnya beserta besannya dengan senyum bahagia, mereka sangat bersyukur Dinar di berikan nasib dan jodoh yang baik terlebih keluarga yang sangat menyanyangi nya. kini mereka bisa sepenuhnya percaya jika Al akan memperlakukan putri mereka dengan sangat baik karena mengingat kedua orang tua Al yang sangat baik pula.


"titip Dinar ya Citra, perlakukan dia sama seperti kamu memperlakukan putra putri mu, tegur dan arahkan jika dia berbuat salah" pesan bu Rahayu kepada mommy Citra.


"mbak Ayu tenang saja, jauh sebelum aku tahu jika Dinar adalah istri Al dan juga putri mbak Ayu, aku sudah menganggapnya seperti anak sendiri, mbak tenang saja kami semua akan memperlakukan dia dengan sangat baik" jawab mommy Citra.


setelah rombongan Al kembali ke kota, para tetangga yang turut membantu bu Rahayu di dapur mulai terdengar kasak kusuk membahas tentang menantu bu Rahayu yang kaya raya itu.


mereka yang awalnya hanya tahu jika Al adalah menantu bu Rahayu yang miskin dan hanya karyawan warung tenda pun kini mulai tahu yang sebenarnya. mereka justru balik menyalahkan Mila yang awalnya menyebarkan berita bohong itu.


***


Di dalam mobil mommy Citra tak henti henti nya bercerita tentang masa mudanya ketika beliau masih berada di panti, Dinar yang juga penasaran akan masa muda mertuanya pun sangat antusias mendengarkan cerita mertuanya terlebih ada cerita tentang masa muda ibunya dulu ketika masih menjadi pengasuh di panti.


"ternyata persaudaraan kami berlanjut hingga ke anak cucu, mommy masih nggak nyangka jika ternyata gadis yang selama ini mommy idam idamkan ternyata putri dari seseorang yang sangat mommy kenal" ucap mommy Citra pada akhirnya


"memangnya beneran mommy mau jodohin Al sama Dinar? " tanya Al penasaran, pasalnya mommy nya terlihat begitu akrab dengan sang istri.


"iyalah, apalagi waktu pertama kali bertemu dulu, duh, mommy rasanya pengen langsung bawa dia pulang terus mommy kenalin ke kamu, tapi sayangnya nggak bisa semudah itu. tapi mommy sekarang sangat bersyukur karena tak perlu usaha lebih, kalian justru sudah menikah" jawab mommy


"Al, kamu tahu, waktu kemarin sebenarnya mommy mu bahagia sekali waktu mau ngajak Dinar buat ngasih kejutan buat kamu, tapi begitu Dinar bilang jika dia nggak bisa ikut, mommy mu sempat sedih, karena takut rencananya kali ini gagal lagi, tapi setelah semua yang terjadi, mommy mu kembali bahagia walaupun sebelum itu dia sangat kecewa karena kamu kembali menyembunyikan sesuatu yang penting dari keluarga" ujar daddy Marcello.


"jangan lagi mengulangi kesalahan yang sama Al, kamu tahu mommy kamu sangat menyanyangi anak anaknya, bahkan yang bukan anak kandungnya saja ia jaga dan sayangi dengan tulus" sambungnya.


daddy Marcello kembali teringat dulu sebelum ia menikahi mommy Citra, dulu anaknya, Bella, sangat dekat sekali dengan mommy Citra bahkan mommy Citra lebih tahu banyak hal tentang Bella dari pada daddy Marcello sendiri.


"akan Al usahakan dad, maaf jika selama ini Al sering sekali membuat beban pikiran kalian berdua" sesal Al


"tak masalah Al, kamu anak mommy dan daddy, sudah sepantasnya kami memperhatikan kamu, sekarang kamu sudah menjadi suami, jadi tanggung jawab semua ada di kamu. jaga istri mu baik baik ya" pesan mommy Citra.


"jangan bertanya seperti itu, yang ada malah Al ngasih jawabannya tidak sesuai keinginan kamu, seharusnya kamu bilang begini 'mulai besok kalian harus tinggal di rumah utama, sembari menunggu kaki Dinar sembuh dan acara resepsinya juga mommy minta kalian tinggal di rumah utama' begitu seharusnya" seru daddy Marcello meralat ucapan sang istri


"ah iya, benar itu mas. gimana Al, besok mommy tunggu di rumah utama ya, jangan ada protes dan langsung laksanakan, kamu mau kan Din? " tanya mommy Citra pada akhirnya


"emm.. kalau Dinar terserah mas Al saja mom" jawab Dinar canggung


mommy Citra menatap sang putra dengan tajam, membuat lelaki muda itu nampak sedikit takut dengan tatapan sang mommy yang pada akhirnya membuat dirinya mengangguk.


"baiklah, tapi hanya sampai selesai pesta saja ya mom, setelah itu Al akan ajak Dinar ke rumah kami sendiri" jawab Al.


"baiklah, tak masalah... " seru mommy Citra.


***


Pagi harinya Di apartemen Al di bantu bibi tengah mengemasi pakaian miliknya dan juga milik Dinar karena rencananya siang nanti mereka berdua akan mulai tinggal di rumah utama sesuai dengan keinginan mommy Citra semalam yang meminta Al dan juga Dinar untuk tinggal disana selama Dinar dalam proses penyembuhan dan juga sembari menunggu acara resepsi pernikahan mereka.


"aku bantu apa ini mas? " tanya Dinar yang terlihat kebingungan sebab sedari tadi Al tak mengizinkan dirinya untuk membantunya beberes.


"kamu duduk saja disitu nggak perlu bantu apa apa. hanya mengemas pakaian saja kok" jawab Al.


'huuhh' helaan nafas panjang dari Dinar menandakan ia teramat sangat jenuh karena hanya berdiam diri di sisi kasur.


setelah 30 menit akhirnya Al telah selesai mengemas pakaiannya, ia kemudian menghampiri Dinar yang tengah duduk di ruang tengah sembari memakan camilan nya.


"sudah selesai mas? " tanya Dinar yang melihat Al keluar dari kamar dengan menggeret kopernya. tadi setelah ia kebosanan duduk di kasur, Dinar memilih keluar dan menonton televisi.


"sudah semua disini, habis kan camilan mu setelah ini kita berangkat" ucap Al.


"baik. lalu bibi bagaimana? " tanya Dinar


Al duduk disamping Dinar "aku akan tetap mempekerjakan bibi seperti biasanya, ia akan beberes apartemen setelah itu pulang, untuk gajinya, biarkan seperti terakhir kali aku bicarakan sama bibi"


"maksudnya gajinya tetap naik dua kali lipat? " tanya Dinar.


"ya, seperti itu" jawab Al sembari tersenyum.


Dinar cukup paham dan dia tak protes sama sekali, sebab ia juga tahu kehidupan bibi tak beda jauh dari dirinya di kampung, terlebih bibi masih memiliki anak yang masih sekolah, hal itu pasti membutuhkan biaya yang tidak sedikit. maka dari itu Dinar membiarkan saja apa yang di lakukan oleh sang suami selagi hal itu dalam kebaikan.