
Setelah mendengar kabar jika sang istri mengalami kecela kaan, Al dengan cepat berlari menuju parkiran untuk mengambil mobilnya, setelah itu ia segera pergi ke rumah sakit Mawar untuk segera menemui Dinar.
jantungnya berdegup kencang ia sangat khawatir terjadi sesuatu dengan sang istri hingga tanpa ia sadari jika ia mengen darai mobilnya dengan kece patan penuh.
untung saja para pekerja sudah berangkat sedari tadi sehingga jalanan mulai lenggang.
tak sampai 20 menit Al telah tiba di rumah sakit kemudian segera berlari masuk menghampiri meja resepsionis.
"permisi mbak, saya mau tanya, ruangan Dinar, gadis yang baru saja mengalami kece lakaan sekarang berada dimana ya?" tanya Al dengan nafas memburu
"sebentar saya cek dulu ya pak" seru nya kemudian melihat ke layar komputer di depannya
"bu Dinar baru saja di pindahkan ke ruang VIP nomor 2 pak" sambungnya
"baik, terima kasih mbak" Al segera mencari ruang VIP tempat Dinar dirawat, padalah dalam benaknya ia bertanya tanya, siapa yang membawa Dinar ke rumah sakit hingga menempatkan Dinar di ruang VIP.
kini Al sudah berada di depan pintu kamar VIP 2, ia segera mengetuk kemudian langsung membukanya tanpa menunggu jawaban dari dalam karena ia yakin jika Dinar tengah sendiri.
ceklek
begitu ia membuka pintu, ia sangat terkejut sebab disana bukan hanya ada Dinar saja, melainkan ada dua orang laki laki beda usia yang tengah menunggu Dinar.
"loh, tuan Al, ada apa anda kesini? " seru Abian kaget karena Al tiba tiba masuk ke dalam ruangan Dinar
"anda? " Al seperti pernah melihat pria muda itu, tapi ia lupa dimana
"saya Abian tuan, anda pasti lupa dengan saya. saya yang tadi meminta di rescedule meeting dengan anda" ucap Abian mendekat ke arah Al kemudian mengulurkan tangan untuk bersalaman.
"astaga tuan Abian, maaf saya hampir lupa, karena ini pertemuan kita yang kedua, saya masih belum bisa mengingat dengan jelas, maaf kan saya. lalu kenapa anda disini? " tanya Al kemudian membalas jabatan tangan dari Abian
"saya sedang menunggu mbak Dinar tuan, kebetulan tadi supir saya tak sengaja mena brak mbak Dinar yang mene robos lampu merah di perempatan depan sana, dan ini saya sedang menunggu pihak keluarga mbak Dinar untuk menjelaskan semuanya.
lalu anda disini ada apa, apa ada keluarga yang sakit juga dan anda salah kamar? " tanya Abian, ia masih belum mengetahui jika Al adalah wali dari Dinar
"ya ada, dan saya tak salah kamar tuan Abian, saya kesini karena mendapat kabar jika istri saya mengalami kecelakaan, makanya saya berada disini sekarang" jawab Al
"jadi mbak Dinar ini adalah istri tuan Al? " tanya Abian terkejut
"iya betul, dan anda tak perlu menjelaskan lagi karena saya sudah mendengarnya, kalau begitu anda boleh kembali ke kantor, biar istri saya, saya yang menjaga" ucap Al
tok
tok
tok
"apa betul ini ruangan bu Dinar? " tanya polisi tersebut
"be-benar pak, silahkan masuk" jawab pak Amin tergagap. ia kemudian menggeser tu buhnya untuk memberikan jalan untuk kedua polisi tersebut
"mari duduk dulu, ada apa pak? " tanya Al begitu kedua polisi itu berdiri di hadapannya.
"kami pihak kepolisian ingin bertemu dengan bu Dianr, tapi sepertinya beliau belum sadar, bisa saya bicara dengan walinya? " tanyanya langsung
"saya suami dari Dinar pak, ada apa? " tanya Al, ia sebenarnya takut jika kece lakaan sang istri di akibatkan oleh keadaan mo tor yang kurang baik. itu berarti dia belum bisa memberikan yang terbaik untuk Dinar bahkan hingga membuat Dinar berada dalam bahaya
"begini pak, dari hasil penelusuran kami, menurut saksi mata dan bukti cctv yang berada di TKP disana terlihat jika bu Dinar menerobos ram bu ram bu lalu lin tas, padahal disana lampu sudah berganti merah namun bu Dinar justru mela jukan motornya lebih cepat dari sebelumnya, jadi dapat di pastikan jika bu Dinarlah yang sebenarnya bersalah karena melanggar peraturan lalu lin tas, namun melihat dari kondisi bu Dinar yang sepertinya parah, saya kembalikan lagi kepada anda selaku wali dari bu Dinar, dan juga pihak pak Abian yang tadi mena brak bu Dinar, silahkan anda merundingkan bagaimana baiknya, akan di bawa ke jalur hukum atau di selesaikan dengan cara kekeluargaan" jelas polisi itu panjang lebar
Al nampak tertegun mendengar penjelasan dari polisi tersebut, meskipun ia sudah mendengar dari Abian bahwa Dinar membawa motornya dengan cepat namun ia masih berusaha untuk menolak fakta itu, namun begitu ia mendengar langsung penjelasan dari pihak kepolisian, ia sangat kaget bahkan tak tahu harus berkata apa lagi, ia hanya memikirkan alasan yang sebenarnya tentang Dinar yang mengen darai motornya dengan cepat, padahal ia sudah mewanti wanti Dinar jika ia harus membawa motornya dengan hati hati dan tidak boleh ngebut karena hal itu sangat berbahaya untuk dirinya. dan benar saja, kini Dinar mengalaminya sendiri akibat ia ngebut di jalan.
"baiklah pak terima kasih sebelumnya karena sudah membantu kami, saya akan bicarakan lebih dulu hal ini dengan pak Abian bagaimana baiknya nanti setelah itu baru saya akan memberi tahu anda" ucap Al kemudian
"baiklah pak, saya harap kejadian hari ini tidak terulang kembali, saya turut berduka dengan keadaan bu Dinar, semoga beliau segera sembuh. kalau begitu kami permisi dulu. selamat siang" pamit kedua polisi tersebut kemudian meninggalkan ruangan Dinar.
seperginya polisi tersebut, Al masih duduk di sofa bersama Abian dan juga pak Amin, bahkan ia belum ada melihat keadaan sang istri yang sebenarnya.
"bagaimana pak Abian? " tanya Al
"jika pak Al bersedia lebih baik kita sudahi saja semuanya pak, apalagi kita juga sama sama salah jadi saya rasa itu sudah impas. saya juga tidak ingin melaporkan mbak Dinar karena Dia menjadi seperti itu karena kelalaian dari kami. saya akan menutup kasus ini pak Al" seru Abian.
yang ia pikirkan adalah perasaan pak Amin, jika ia menutup masalah ini, maka pak Amin tak akan merasa bersalah semakin dalam.
"baiklah saya juga setuju. dan untuk kerugian yang pak Abian alami, biar saya yang menanggungnya" ujar Al
"tidak perlu pak, cukup anda merawat istri anda dengan baik itu sudah lebih dari cukup, dan untuk motor mbak Dinar, sepertinya di bawa ke kantor polisi terdekat karena sebagai barang bukti"
"tentu, tentu saya akan merawat istri saya dengan baik pak Abian, terima kasih karena telah menutup kasus ini" seru Al
"saya juga berterima kasih sebab tak melanjutkan kasus ini pak Al. karena ada sudah ada disini, saya dan pak Amin izin pamit untuk kembali"
"iya, silahkan pak Abian" ucap Al.
setelah itu Abian pamit untuk kembali ke kantor, namun sebelum itu ia memberitahu keadaan Dinar yang tadi di jelaskan oleh dokter.