
"jelaskan! " seru mommy Citra menatap putra pertamanya dengan tajam.
setelah menempuh perjalanan yang cukup lama kini mommy Citra telah sampai di kediamannya.
tak membutuhkan waktu lama, ia segera mengabari Dinar jika dirinya telah sampai di rumah dengan selamat, mommy Citra juga meminta putra putrinya untuk segera berkumpul di kediaman utama untuk menyelesaikan masalah putra pertamanya yang kemarin sempat membuat ulah di pesta pernikahan nya.
malam ini suasana rumah itu terasa begitu panas dan mencekam, Aldrich duduk bersimpuh di depan kedua orang tuanya sementara saudara saudarinya duduk si sofa tak jauh dari mommy daddynya.
keringat dingin mulai muncul, membuat Aldrich semakin ketar ketir, terlebih ketika dirinya menatap kedua orang tuanya yang tampak murka terhadap dirinya.
"maafkan Al mom, dad... " lirihnya
"untuk apa meminta maaf jika kamu terus terusan seperti ini. bukankah kamu sudah berjanji dengan mommy untuk membahagiakan Dinar, tapi setelah melihat tingkah mu kemarin, mommy merasa tak yakin jika yang kamu ucapkan waktu itu benar adanya"
"mom, Al sungguh mencintai istri Al mom" sanggah Aldrich
"kalau kamu bersungguh-sungguh mencintai Dinar, tidak mungkin kamu pergi meninggalkan dirinya sendiri diatas pelaminan bahkan tanpa sepatah katapun. kamu mikirin perasaan istri mu tidak? "
"maaf mom, kemarin Al benar benar refleks langsung pergi setelah melihat tante Tia dan om Irfan datang bersama dengan Luna... " jawab Aldrich lirih di akhir kata.
ia menatap kedua orang tuanya, ingin melihat keterkejutan mereka berdua ketika mendengar nama mantan tunangannya ia sebut, namun Aldrich di buat terheran sebab baik mommy ataupun daddy tak ada yang menampilkan ekspresi terkejut, Aldrich lantas menoleh ke arah saudara saudarinya, dan ekspresi mereka pun sama seperti kedua orang tuanya, datar.
"mommy, daddy, kok,... "
"kamu kaget mommy dan daddy tak kerkejut? "
Aldrich mengangguk
"kami semua sudah tahu Al. lalu apa alasan yang mendasari kamu hingga tiba tiba kabur dari pelaminan, bukankah sebelumnya kamu sudah tahu jika Luna masih hidup? "
"mommy tahu kalau Luna memang gadis yang baik dan santun, tapi kini mommy tak bisa berharap lebih sebab mommy telah memiliki menantu yang sangat mommy sayangi, ayolah Al, mana sikap tanggung jawab kamu sebagai seorang lelaki, bagaimana bisa kamu bersikap kekanak kanakan seperti ini"
panjang lebar mommy Citra mengeluarkan semua unek uneknya, ia hanya ingin membuka mata batin sang putra sehingga tidak salah jalan, ia khawatir jika kemunculan Luna membuat rumah tangga putra nya hancur.
sebelumnya, sesaat setelah kemarin mereka mendengar jika Aldrich meninggalkan pelaminan karena mengejar Luna, daddy Marcello langsung turun tangan dan mencari informasi mengenai kebenaran berita tersebut, dan semua sudah jelas, memang benar, Luna masih hidup dan berita kematiannya sengaja di rekayasa kedua orang tuanya karena suatu hal, dan hal inilah yang belum mereka ketahui penyebabnya.
Aldrich kembali terperangah mendengar setiap kata yang keluar dari bibir mommy nya, ia tak menyangka jika keluarganya pun sudah mengetahui bahwa Luna masih hidup.
"apa kamu berniat kembali pada Luna dan meninggalkan istri mu Al? apa setidak bertanggung jawab nya putra daddy hingga tega menyakiti hati istrinya. kau tahu, Dinar bahkan sampai menangis terisak setelah mendengar bahwa kamu pergi hanya karena mengejar mantan tunangan kamu itu? " kini giliran daddy Marcello yang angkat bicara.
Aldrich menatap daddynya dengan ekspresi yang sulit untuk di jelaskan.
"Al minta maaf sama mommy dan daddy, karena ulah Al kalian menjadi kena imbasnya, bahkan mungkin tindakan yang Al lakukan kemarin menjadi buah bibir semua orang. tapi sungguh Al tak bermaksud menyakiti kalian, Al hanya reflek mengejar Luna sebab Al ingin tahu alasan mengapa Luna bisa membuat berita bohong tentang kematian nya, tanpa Al memikirkan situasinya saat itu, jika mommy dan daddy ingin menghukum Al, maka akan Al terima, tapi biarkan Al memperbaiki rumah tangga Al dulu mom, dad. Al sudah terlalu jauh menyakiti istri Al"
"Al sangat mencintai Dinar mom dad, maaf karena kecerobohan Al, semua jadi begini, Al janji akan memperbaiki semuanya, Al hanya ingin restu dari mommy dan daddy agar semuanya di permudah"
Al tak menceritakan perihal pertemuannya dengan Luna karena memang masa lalu dari mantan tunangannya begitu sangat menyedihkan, ia bahkan tak kuasa menahan air matanya ketika Luna menceritakan sesuatu yang ia sembunyikan selama ini kepada dirinya, dan kini, setelah Luna memberitahu masa lalunya, bukannya wanita itu ingin kembali kepada Aldrich justru ia mendoakan agar rumah tangganya tetap harmonis dan langgeng hingga tua nanti.
mommy Citra memijit pelipisnya, ia sungguh merasa takjub akan putra pertamanya yang sedari dulu selalu membuat ulah, namun apapun itu yang namanya ibu, ia akan tetap memberikan yang terbaik untuk anaknya.
"apa Luna tidak ingin kembali lagi sama kamu Al? "
"Luna sudah ikhlas menerima semuanya mom, lagipula menghilangnya dia dari kehidupan Al juga karena kehendaknya sendiri, bukan karena Al yang meminta"
"baiklah, mommy harap kamu segera membawa menantu mommy untuk kembali ke rumah ini, dan barang tentu kamu sudah menyelesaikan dengan bersih masalah yang kamu timbulkan itu" setelah berkata seperti itu, mommy Citra beranjak menuju ke kamarnya yang ada di lantai 2 bersama sang suami.
sebenarnya kedua orang tua Aldrich ingin memberikan pelajaran kepada putra pertamanya itu, tapi karena melihat penyesalan dari Aldrich mereka memutuskan untuk memberikan kesempatan kedua, toh dengan mempermudah jalan Aldrich menyelesaikan masalah nya dengan sang istri, akan lebih baik karena menantu perempuannya akan segera kembali ke rumah mereka jika masalah keduanya telah selesai.