OH MY WIFE

OH MY WIFE
9



Di dalam kamarnya Azzam termenung, ia teringat kejadian tadi sore ketika mengunjungi warung tenda yang ternyata adalah warung tempat sang kakak berjualan, tetapi masalahnya bukan perkara kakaknya yang berjualan disana, akan tetapi kata kata sang kakak yang membuat dirinya tak habis pikir, kakaknya akan membantu seorang gadis yang meminta dirinya untuk menjadi pacar pura puranya lagi, bahkan kata 'lagi' membuat Azzam tak percaya. Sang kakak yang beberapa tahun ini anti berdekatan dengan perempuan selain saudaranya itu kini dengan mudahnya dekat kembali dengan seorang wanita, apa yang sebenarnya terjadi dengan sang kakak sehingga kini dengan mudah nya dekat dengan wanita lagi.


'apa kak Al sudah mulai membuka hati lagi ya?' tanya Azzam pada dirinya sendiri.


sebab ia tahu sendiri bagaimana jungkir baliknya sang kakak ketika mencoba bangkit dari keterpurukannya beberapa tahun terakhir ini.


brem


brem


brem


terdengar suara motor yang biasanya sang kakak pakai ketika pergi. dengan segera ia terbangun dari posisi rebahannya kemudian segera beranjak menuju balkon, di lihatnya memang sang kakak yang baru saja pulang dari jualannya, padahal jam sudah menunjukkan pukul 23.45 wib


tap


tap


tap


dengan cepat ia menuruni anak tangga untuk menghampiri sang kakak


"ada apa Zam, kenapa berlarian begitu? " tiba tiba suara sang mommy dari arah dapur menghentikan langkahnya


"mau ke kak Al dulu mom, mommy sedang apa? " tanya Azzam basa basi padahal dirinya ingin segera bertemu dengan sang kakak


"ini lagi ngambilin daddy minum, kenapa belum tidur? ada masalah kah di kantor sampai kamu mencari kakakmu malam malam seperti ini? " tanya Citra mendekat ke arah Azzam


"tidak ada kok mom, mommy tenang aja semua baik baik saja, lebih baik mommy kembali ke kamar, kasihan daddy sendirian"


"syukurlah kalau begitu, ya sudah mommy ke kamar dulu ya, kamu jangan tidur malam malam" pesan Citra.


"siap mom"


setelah itu Citra kembali ke kamarnya dengan menggunakan lift, sedangkan Azzam menghampiri sang kakak yang ternyata sang kakak tengah duduk termenung di teras sendirian.


"ada masalah? " tanya Azzam memecah keheningan


Al menoleh sebentar ke arah sang adik kemudian menggeleng "tidak ada, tumben belum tidur? " tanya Al


"tidak bisa tidur aku kak, lagi mikirin kakak" ucap Azzam basa basi


"sudah bisa menerima kehadiran wanita baru lagi? " alih alih menjawab, Azzam justru bertanya kepada sang kakak


"maksud kamu apasih Zam, kakak nggak ngerti deh, lebih baik kamu istirahat sana kakak juga mau istirahat" tanpa menjawab pertanyaan sang adik, Al justru meninggalkan Azzam sendirian di teras.


"jangan di tahan kak, lepaskan semua rasa yang kakak miliki agar sakitnya hilang" ucapan Azzam berhasil menghentikan langkah kaki Al kemudian menolrh ke arahnya


"hati kakak, urusan kakak Zam, lebih baik kamu mikirin masa depan kamu sendiri saja" ucap Al kemudian berbalik dan berlalu.


Azzam pun memandang kepergian sang kakak dengan mata nanar, ia juga ingin sang kakak mendapatkan kebahagiaannya, sudah cukup sang kakak terjerat oleh masalalu nya.


'semoga nanti kamu bisa mendapatkan yang lebih dari dia kak' gumam Azzam lirih menatap kepergian sang kaka.


begitulah saudara, meskipun diantara mereka sering terjadi perbedaan pendapat atau bahkan perdebatan dan percekcokan hal itu tak lantas membuat keduanya berhenti perduli.


hal itu pula yang di lakukan Azzam, ia akan tetap menjadi support sistem untuk sang kakak agar sang kakak tak terjebak kepada masalalu nya.


*****


Keesokan harinya, Dinar tengah bersiap siap untuk pergi ke pasar untuk berbelanja sekaligus berjalan jalan, sebab beberapa minggu belakangan ini ia sangat sibuk oleh pekerjaannya hingga dirinya lebih sering membeli nasi bungkus ketimbang memasak sendiri.


karena beras kiriman dari sang ibu masih tersisa banyak, di hari minggu ini ia sempatkan untuk berbelanja sayuran di pasar.


15 menit berjalan kaki akhirnya sampailah ia di pasar, ia segera menghampiri lapak penjual ayam kemudian barulah menuju lapak sayuran.


pak ayamnya setengah kilo ya di potong sekalian" ucap Dinar kepada penjual ayam


"oke mbak, di tunggu dulu ya" setelah itu dengan cepat ia menyiapkan pesanan Dinar.


"terima kasih" ucap Dinar setelah menerima pesananya


ia lantas menuju lapak penjual sayuran, ia membeli beberapa sayuran untuk ia stok di kosan. rencana hari ini ia akan memasak sayur sop dengan lauk ayam goreng.


setelah menyelesaikan belanjanya ia bergegas keluar pasar untuk mencari sarapan terlebih dahulu.


bruk..


tiba tiba saja seorang pria terjatuh di depannya, membuat semua mata memandang ke arahnya.