OH MY WIFE

OH MY WIFE
46



Pagi ini seperti biasa, sebelum berangkat ke kantor Al lebih dulu mampir ke apartment untuk sekedar menyapa serta membawakan sarapan untuk sang istri, namun ada sedikit perbedaan dari sebelumnya. hari ini Al datang dengan membawa beberapa barang hingga memenuhi tangannya.


tangan kanan membawa bekal dan sebotol jus buah dari sang mommy sedangkan tangan kirinya tengah menggeret koper miliknya untuk di bawa ke apartmentnya.


Al memasuki apartment dengan langkah lebar kemudian segera menuju kamar untuk meletakkan kopernya setelah sebelumnya meletakkan bekalnya di atas meja makan.


sementara Dinar yang baru saja selesai mandi nampak terkejut melihat Al yang sudah berada di dalam kamarnya tengah membongkar kopernya.


"baru sampai mas? " tanya Dinar basa basi.


kini Dinar selalu berpakaian di dalam kamar mandi setelah insiden ia kepergok oleh Al ketika keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk saja.


"eh iya, baru saja. seperti yang aku bilang kemarin, mulai hari ini aku akan tinggal disini nemenin kamu" seru Al menjelaskan.


"be-berdua? " tanya Dinar tergagap


"iyalah Din, mau sama siapa lagi hm"


"dalam satu kamar? " tanya Dinar lagi


Al menghembuskan nafasnya pelan kemudian mengangguk. "iya, toh kita sudah menikah. jadi tak ada salahnya jika harus satu kamar" jawab Al terlihat tenang. ia kembali melanjutkan memasukkan baju bajunya ke dalam lemari


"em ya sudah, sini biar Dinar saja yang memasukkan baju bajunya mas" ucap Dinae mengambil alih pekerjaan Al.


"eh tidak us... " belum sempat Al menyelesaikan ucapannya, Dinar segera memotongnya.


"nggak apa apa mas, anggap saja ini bentuk bakti seorang istri kepada suaminya" seru Dinar kemudian mulai menata baju baju milik Al


"ya sudah, makasih ya Din. kalau gitu aku tunggu kamu di ruang makan ya" ucap Al kemudian berlalu keluar meninggalkan Dinar sendirian. sedangkan Dinar hanya membalasnya dengan anggukan kepala sembari tersenyum.


setelah selesai menata pakaian Al, Dinar segera keluar kamar untuk sarapan sebab sebentar lagi ia akan berangkat bekerja.


"ayo buruan sini Din, keburu sarapannya dingin" seru Al menatap Dinar yang berjalan mendekat kearahnya.


"iya mas" dengan langkah cepat Dinar menyusul Al ke ruang makan. ia segera mengambil posisi duduk di depan Al.


"ini buat kamu" Al menggeser satu kotak makan untuk Dinar


sementara Dinar nampak bingung sebab baru pertama kali ini Al membawakan ia sarapan dengan kotak bekal makanan.


"heran ya, ini buatan mommy ku. tadi kebetulan mommy masak nasi goreng banyak, jadinya aku minta di bekali dua box. makanlah siapa tahu bisa mengobati rasa rindumu terhadap masakan ibu" seru Al


"makasih ya mas" Dinar tak dapat menyembunyikan rasa bahagianya, ia dengan cepat membuka bekal dari Al kemudian segera menyantapnya.


"enak banget mas, mommy nya mas Al pandai sekali memasak" ucap Dinar setelah menyuap sesendok nasi goreng ke mu lutnya.


"ya seperti itulah, dari kecil mommy sangat suka sekali memasak" timpal Al ia juga turut menyantap sarapannya.


"pantas saja. Dinar juga pengen bisa masak enak seperti ini" sahut Dinar


"masakan mu juga enak, sebelas dua belas lah sama masakan mommy. atau kalau kamu mau kursus memasak, kamu bisa bilang sama aku nanti aku carikan kelas memasak buat kamu" ujar Al


"uang bisa di cari, tapi kebahagiaan istri tidak akan bisa kecuali di ciptakan. sudah nanti aku carikan kelas memasak buat kamu, hitung hitung nanti buat ngisi waktu luangmu di hari libur" seru Al


"tapi, "


"nggak ada tapi tapian " sahut Al cepat kemudian melanjutkan sarapannya. sedangkan Dinar tak ingin menyela ucapan dari Al , dan memilih untuk menyelesaikan sarapannya.


seperti biasa, setelah menyelesaikan sarapan, Dinar bergegas merapikan meja makan dan mencuci kotak bekalnya setelah itu barulah ia berangkat.


"mau berangkat bersama? " tanya Al begitu sampai di tempat parkir.


"nggak usah mas, lagipula beda arah juga kan" ucap Dinar.


"nggak masalah kalau kamu mau aku antar, barangkali kamu pengen di antar aku bersedia"


Dinar kembali menggeleng kemudian memperlihatkan kunci motornya di depan Al.


"aku sudah bawa kunci motornya, jadi aku naik motor saja mas. mas Al berangkat ke kantor saja, nanti telat loh" seru Dinar mengingatkan.


"hm baiklah, kalau begitu aku berangkat dulu. cup " tanpa Dinar duga, Al mengecup keningnya kemudian berlalu meninggalkan Dinar yang tengah mematung.


tun tun


Al membunyikan klaksonnya untuk menyadarkan Dinar dari lamunannya, ia membuka kaca jendela sebelah kiri kemudian melogok menatap Dinar.


"sayang aku berangkat dulu, kamu hati hati ya naik motornya" teriak Al kepada Dinar.


"ah em i-iya mas. mas Al juga hati hati" Dinar gelagapan ketika Al mengklaksonnya kemudian memanggilnya dengan sebutan 'sayang' hingga tak dapat menyembunyikan keterkejutannya.


"jangan melamun, sana berangkat" seru Al lagi kemudian menutup kaca jendela mobilnya dan mulai melajukan mobilnya.


'lucunya istri ku' gumam Al kemudian menyunggingkan senyumnya.


sementara Dinar kini tengah menetralkan degup jantungnya yang berdetak sangat kencang. berulang kali ia mengatur pernafasannya hingga kembali normal. setelah kondisinya stabil, Dinar segera mengambil motornya kemudian berangkat kerja.


***


Di kediaman Marcello


Kini semua anggota keluarga kecuali Al telah selesai sarapan, seperti kebiasaan sebelumnya ketika makan maka tak ada pembicaraan, dan nanti setelah makan barulah mereka boleh untuk bersuara.


"jadi kak Al sekarang tinggal di apartmentnya mom? " tanya Azura yang baru mengetahui bahwa Al telah pindah sementara waktu ke apartment nya.


"iya, katanya kerjaannya banyak, jadi memilih tinggal disana yang jaraknya dekat" jawab Citra


"bagus dong, jadi nanti kita bisa kasih surprise kak Al sesuai rencana awal, hanya saja merubah susunannya saja. kita kasih kejutannya pas malam hari aja mom biar seru. kan kalau malam kak Al pasti di apartment " seru Azura


"ya memang begitu tadi rencana mommy, maka dari itu mommy izinin kakak mu buat tinggal disana, kalau tidak mana bisa kakak mu dapat izin semudah itu dari mommy" ujar Citra kepada sang putri.


kemudian para wanita kembali melanjutkan pembicaraannya membahas kejutan yang akan di berikan untuk Al di ruangbtengah. sementara para pria sudah berpamitan pergi ke kantor sejak selesai sarapan.