Mr. HansH (Ishq Mein Marjawan)

Mr. HansH (Ishq Mein Marjawan)
Tentang Waktu



Klinik Kak Sonia, di sana pemeriksaan pertamaku kulakukan. Dan untuk hasil yang lebih memuaskan, aku melakukan test yang sama di dua rumah sakit lain. Pemeriksaan demi pemeriksaan dilakukan. Test demi test dijalankan. Dan hasil dari ketiga pemeriksaan itu membuatku bisa bernapas lega karena semua pemeriksaan di tiga dokter berbeda sama sekali tidak ditemukan indikasi aku mengalami kekurangan atau mengidap penyakit tertentu. Aku benar-benar lega.


Jauh dari lubuk hatiku yang terdalam, aku berterimakasih kepada Tuhan. Meski kenyataan ini tidaklah mengubah keadaan, tidak membuatku bisa hamil dan mengandung anak HansH, tapi aku amat sangat bersyukur, sebabnya aku tidak lagi merasa menanggung beban berat di pundakku lantaran merasa sebagai orang yang bertanggung jawab atas ketidaksempurnaan dalam jalinan asmara ini. Tidak lagi. Karena faktanya aku memiliki kesempurnaanku sebagai seorang wanita. Aku bukan penyebab ketidaksempurnaan bagi suamiku.


Di sisi lain, HansH pun sudah melakukan test DNA atas dirinya dan Malika, dan ia sudah membuktikan kepada dunia, khususnya kepada semua anggota keluarga dan partner kerja bagi semua bisnis keluarga Mahesvara bahwa ia bukanlah ayah biologis dari bayi yang ditelantarkan oleh ibu kandungnya itu. Dan karena pembuktian itu pula, semua anggota keluarga jadi tak lagi mericau -- berkomentar dan banyak tanya -- atas kehadiran Malika di antara kami. Tidak ada yang menentang atas keputusan kami untuk mengasuh dan merawat Malika sebagai anak kami. Meski akhirnya Sheveni urung sayang kepada bayi yang bukanlah keponakannya -- bukan keponakan yang sedarah dengannya. Tidak apa-apa.


Dan, di sisi lain lagi, keputusanku untuk melakukan pemeriksaan kesehatanku dengan meminta bantuan Kak Sanjeev, membawa berkah juga untuk hubungan kami yang sempat renggang. Kini hubunganku dan Kak Sanjeev sudah benar-benar kembali seperti semula. Seperti dua saudara kandung yang begitu dekat, terjalin erat dengan cinta dan kasih sayang yang tulus adanya. Meskipun Kak Sanjeev mungkin belum bisa menerima HansH sepenuhnya sebagai saudaranya, tapi sejauh ini aku tidak pernah mendapati Kak Sanjeev kembali berlaku curang kepada HansH. Tidak sama sekali. Meski, memang, Kak Sanjeev masih tetap pada pendiriannya yang mengambil alih posisi sebagai pimpinan perusahaan, itu sama sekali tidak menjadi masalah bagi siapa pun. Kakakku bukanlah seorang penggila harta. Dia juga tidak berlaku curang, tidak mengambil hak-hak saudarinya maupun hak Bibi Heera. Segalanya tetap pada, dan, mendapatkan hak masing-masing. Anggap saja begini, Kak Sanjeev adalah anak yang terpaksa berpisah dari ayah kandung dan keluarga kandungnya. Dia tidak mendapatkan hak, kasih sayang dan cinta dari keluarganya. Dan tentang semua materi itu, ia tidak pernah mendapatkan satu persen pun atau menerima hak dan nafkah itu sejak dari dalam kandungan dan selama tiga puluh tahun masa hidupnya, sementara HansH mendapatkan itu. Jadi anggaplah bahwa kondisi ini sangat adil bagi mereka berdua. Bergilir. Toh, HansH sama sekali tidak mempermasalahkannya, dan Kak Sanjeev bisa menjadi pemimpin yang adil sebagaimana cara HansH memimpin dulu.


Seandainya saja....


Tapi detik waktu terus melaju, sebagaimana Tuhan menentukannya....


Tak bisa kuhentikan....