Lone Hero

Lone Hero
Skill Tower



Ying Ai memeluk Shen cukup lama sebelum akhirnya kembali tertarik pada armor impiannya, kontras antara putih, ungu, dan merah terlihat indah.


Dia mendekat dan meraih armor besi impiannya, tak lama kemudian dia memakainya diluar pakaian. Dia kemudian mencari cermin guna melihat penampilannya sendiri. Lekuk tubuh yang tercetak dengan sempurna oleh armor putih ungu ini menambah kecantikannya, rambut merah yang terurai menyentuh armor ini juga semakin menambah kesan agung pemakainya, dia bisa merasakan bahwa sangat nyaman menggunakan armor ini bahkan saat tidur, armor ini juga tidak keras sehingga seperti pakaian yang menyatu dengan tubuhnya sendiri. Campuran antara iblis merah dan dewi ungu ini adalah sebuah mahakarya surgawi, kombinasi antara keimutan dan keeleganan ditambah dengan bumbu keagungan yang megah terlihat sangat memanjakan mata.


Shin bahkan tidak mau berpaling darinya dan sedikit terhipnotis dengan sosok surgawi ini. Ying Ai kemudian mendekati Shin masih dengan armor ketat ditubuhnya. Shin sedikit khawatir dengan ini, harta kuat ini hanya melindungi Ying Ai dan dirinya tidak, kemungkinan mereka akan diserang cukup tinggi, mengingat ini adalah satu-satunya harta yang tersedia.


"Bukankah lebih baik memakainya dibawah pakaianmu Ying'er ?"


Walau Ying Ai ingin terlihat seperti ini lebih lama lagi tapi dia juga tahu bahaya yang menanti, dia kemudian berbalik dan mencari tempat yang tersembunyi untuk memakainya.


"Tunggu aku disini dan jangan ikuti aku !!" Kata Ying Ai dengan tegas. Kalimatnya yang serius tidak akan pernah bisa ditolak oleh Shin, dia mengangguk dan patuh menunggu disini.


Beberapa menit kemudian dia sudah kembali dengan armor tersembunyi dibalik pakaiannya, dia berjalan menuju Shin dan siap menuju tempat berikutnya.


"Kemana tujuan kita selanjutnya Shen ?" Tanya Ying Ai sebelum berangkat.


"Skill Tower, tempat dimana banyak skill disimpan dan pastinya klon aura dari Flame Emperor akan muncul lagi disana. Skill yang akan kalian dapatkan bergantung pada keberuntungan kalian." Terang Shen.


"Hmm... macem tak betol budak ni !" Pikir Ying Ai ketika mendengar kata "keberuntungan."


"Apa ada suatu ujian yang ada disana ?" Tanya Ying Ai.


"Tidak ada ujian, hanya saja hanya tersedia lima slot untuk memasuki Skill Tower. Hanya tubuh mental kalian yang masuk kedalam sana dan skill yang kalian dapatkan ditentukan oleh Tower Spirit, bisa saja skill level 1 jika tidak beruntung atau bahkan bisa dapat skill celestial jika beruntung. Cheat agar bisa dapat skill celestial adalah temui Tower Spirit dan dapatkan kepercayaannya. Sejauh yang kutahu sifatnya sungguh sombong dan kejam apalagi wujudnya yang mengerikan sangat dijauhi oleh manusia yang datang kesana. Hanya Shin yang boleh mendatanginya, kau andalkan saja keberuntunganmu Ying Ai." Tentu saja Shin mencoba masuk kedalam sana bukan untuk mendapatkan skill untuk dirinya sendiri tapi untuk diberikan pada Ying Ai, sekaligus sebagai latihan mental lainnya.


Tanpa menunggu lagi keduanya segera menuju Skill Tower dan mendapatkan skill tingkat tinggi. Namun penjelasan Shen yang sekilas tidak memenuhi rasa penasaran dari Shin.


"Skill celestial, apa itu ?"


"Kau tahu kan kalau skill level 10 bukan batasnya, diatas skill level 10 ada skill terestrial, ini dibagi menjadi manusia, bumi, roh, dan mortal. Diatasnya ada skill celestial dengan tingkatan langit, surga, jiwa, dan sempurna. Lalu yang tertinggi ada divine skill, tapi karena kelangkaannya skill celestial sempurna dianggap sebagai yang tertinggi dan didalam Skill Tower juga hanya ada satu skill celestial jiw. Dan itu dijaga oleh Tower Spirit." Shen tidak menjelaskan kekuatan dari tiap tingkatan ini karena tidak terlalu berguna.


Penglihatan Shin kembali diperluas sekali lagi, dengan mengetahui hal ini dia ingin segera mengetahui kehebatan dari skill celestial jiwa ini, dia semakin tidak sabar dan mempercepat laju tongkat miliknya.


Dalam perjalanan Zhu Long memecah ketenangan Shen didunianya sendiri.


"Dimana para iblis itu disegel ?"


"Tepat dibawah Divine Flame Hall, Flame Emperor menggunakan Burning Heaven Divine Flame sebagai sumber kekuatan dan pemurnian untuk menghapus mereka semua." Shen menjelaskan.


"Apakah ini berarti..." Sebelum Zhu Long menyelesaikan kalimatnya Shen sudah menjawabnya lebih dulu.


"Ya, divine flame disana tidak sempurna, jiwa dari divine flame digunakan sebagai segel, hanya setengah jiwa yang digunakan sebagai warisan, kalau untuk Shin ini masih ok tapi untuk Ying Ai ini adalah kekurangan fatal, aku khawatir Flame Emperor akan memberinya tugas melenyapkan jendral yang disegel ini dimasa depan. Kecuali 'mereka' membantu melenyapkan iblis ini. Dan sekarang aku harus mengatur rencana jika itu terjadi." Divine flame yang diserap Ying Ai dulu hanya bisa digunakan sekali dan langsung habis. Jika dia ingin divine flame menjadi miliknya, aura miliknya harus berasimilasi dengan divine flame dengan cara dibakar meski tidak sepenuhnya adalah divine flame, ada batasan tertentu jika menggunakan cara ini. Cara lainnya adalah menyerap jiwa dari divine flame, dengan begini api sang elemental sepenuhnya adalah divine flame tapi ada sejumlah ujian yang harus dijalani. Divine flame hanya punya satu jiwa jadi pemilik asli dari divine flame harusnya Ketua Sekte dan hanya penerusnya yang berhak menerimanya.


Setengah dari jiwa adalah kekurangan yang cukup fatal, dan untuk mendapatkan setengah lainnya otomatis segel harus dihapus. Karena iblis masih hidup maka membunuhnya adalah cara tercepat, ini adalah apa yang menjadi tanggung jawab Ying Ai jika dia ingin divine flame lengkap.


Setelah beberapa jam hamparan tanah ungu mulai tergantikan oleh reruntuhan bangunan sekte yang mulai lapuk oleh waktu, semua yang pernah dengan bangga berdiri tegak disini sudah hancur menjadi tidak berguna, semua kejayaan mereka telah hilang namun kebanggan mereka masih ada tak bisa lekang oleh waktu.


Reruntuhan bangunan terus mereka lewati selama beberapa jam, dan akhirnya ada sebuah menara batu polos tanpa tulisan atau ukiran. Berbentuk persegi yang semakin keatas semakin mengecil, tinggi dari menara ini kira-kira empat ratus meter dan anehnya tidak ada pintu masuk tapi disekitar lima puluh meter darinya ada lima platform melayang berbentuk lotus ungu yang sedang mekar. Ada sebuah array dipasang di lotus ini yang hanya mengizinkan orang yang memiliki Token Burning Heaven memasukinya, ketika ada ahli muda yang menerobos masuk seketika dia terbakar oleh api ungu dan mati seketika tanpa mayat ataupun abu. Setelah kejadian ini tidak ada ahli lain lagi yang berani memasukinya dan hanya menonton hasil dari acara ini. Mereka juga tidak terlalu yakin akan menuai manfaat dari perjalanan ini, kebanyakan dari ahli muda hanya mencari pengalaman baru ketika memutuskan datang kesini.


Kelima platform ini mengitari Skill Tower dan sudah ada seratus lebih orang berkumpul disini, ahli empat kekuatan besar sudah datang namun mereka masih menunggu Klan Yi untuk muncul, orang yang memiliki Token Burning Heaven sudah duduk bersila di lotus ungu ini dan menunggu dengan sabar.


Tak lama kemudian Shin dan Ying Ai menghampiri tempat ini dan para ahli tiga kekuatan besar sedikit senang, mereka hanya tinggal menunggu Klan Yi datang kesini, namun apa yang terjadi selanjutnya sangat membuat mereka terkejut.


Setelah Shin menurunkan Ying Ai dan membiarkannya menaiki lotus ungu ini dia bukannya berhenti dan menunggu malah menuju satu lotus yang tersisa, sontak para ahli lainnya terkejut dengan tindakannya, mereka pikir Shin hanya akan mati sia-sia jika mencoba menerobos masuk kedalam sana namun tidak ada yang memperingatinya, lebih baik bagi iblis kejam sepertinya untuk mati konyol.


Shin sudah berada di hadapan lotus dan semua ahli menjadi bersemangat, mereka ingin lihat apa yang akan terjadi jika dia mencoba masuk kedalam sana, namun semua pikiran buruk tentang kematian tidak terwujud dengan baik, Shin mengeluarkan Token Burning Heaven dan bisa dengan bebas masuk kedalam sana. Dia diberitahu Shen lebih dulu.


"D-dia mengambilnya dari Yi Kun !!" Ahli yang berpikiran cepat segera menebak apa yang telah terjadi dan nasib dari anggota Klan Yi. Semuanya tidak percaya pada mulanya, tapi setelah mengingat-ingat siapa Shin dan sepak terjangnya yang lumayan gila semuanya jadi masuk akal, mereka tidak terlalu terkejut karena mau bagaimanapun Shin adalah murid langsung dari seorang master, meski kurang sumber daya tapi pemahaman dan pengajarannya adalah yang terbaik, sekarang mereka hanya bisa mengira-ngira nasib anggota Klan Yi.


Shin kemudian duduk bersila dengan tenang tanpa gangguan, kemudian suara berdengung terdengar dan kelopak lotus berputar dengan kuat tapi platform yang didudukinya tidak, pilar ungu kuat muncul dan mencakar langit mengelilingi Skill Tower, diatas langit awan bergemuruh dengan kuat dan badai petir tampak berenang-renang disana, pemandangan yang sangat menakutkan dan mengerikan ini menyebabkan ahli lain gemetar dan lari ketakutan, segera awan hitam menjadi tenang dan sebuah lubang besar muncul diatas awan dan sesosok pria berwajah rupawan dengan jubah ungu turun dari sana bak dewa turun ke bumi. Aura disekitar bersorak riang seolah menyambut turunnya sang dewa api. Para ahli yang berlarian kemudian berhenti dan mendongak keatas dan menatap dewa ini dengan hormat, tidak ada yang tahu identitasnya namun mereka tahu bahwa dia adalah ahli yang sangat kuat, sangat kuat sehingga bisa menghancurkan kekaisaran dengan jentikkan jarinya.


Shin sudah pernah bertemu dengannya sekali jadi dia tidak terlalu terkejut atau heran, yang bahkan ahli tiga kekuatan besar menatapnya penuh penghormatan.


Kekuatan adalah hukum mutlak dunia ini, selama ini empat kekuatan besar selalu berada diatas yang lain dan menindas mereka karena mereka memiliki kekuatan untuk itu, ketika muncul sebuah ahli mahadasyat di kekaisaran yang bisa mengalahkan empat kekuatan besar tak diragukan lagi dia akan jadi penguasa mutlak.


Flame Emperor menggantung di langit dengan gagah dan mulutnya perlahan terbuka.


"Tempat ini disebut Skill Tower, tempat dimana ratusan skill tingkat tinggi disimpan didalamnya, dan untuk kalian berlima hanya keberuntungan yang bisa menuntun kalian, skill disini akan secara acak mendatangi kalian atau kalau mau kalian bisa cari sendiri. Jika sial hanya skill level 1 jika beruntung kalian bisa dapat skill level 10...bahkan lebih." Dua kata terakhirnya mungkin sangat lemah namun dua kata ini menggelegar dihati semua ahli muda, bahkan di kekaisaran ini hanya ada skill level 8 paling tinggi, kemunculan skill level 10 hanya bisa dibilang sebagai mustahil apalagi yang lebih tinggi dari itu.


"Jika senior yang agung dan murah hati ini berkenan, bolehkah junior ini mengetahui identitas dari senior terhormat ini." Dou Yehan memberinya hormat dan bicara sesopan mungkin. Mereka hanya punya informasi tentang nama tempat ini, catatan tentang sekte kuno bisa dibilang tidak ada di Azure Sky Empire jadi wajar jika mereka tak tahu.


Flame Emperor tidak mempedulikan omongan Dou Yehan dan malah menatap Shin dengan khidmat penuh pengharapan, sontak semua ahli tidak mengerti dengan prilaku dari Flame Emperor dan hubungan antara Shin dan Flame Emperor, ini hanya bisa berarti mereka telah pernah bertemu sebelumnya dan Shin sudah menerima harta darinya, itulah kesimpulan Dou Yehan saat ini. Dia hanya sedikit kesal saat diacuhkan oleh Flame Emperor karena itu wajar, namun hanya dengan tatapan ini kemarahannya memuncak dan menjadi semakin tak terbendung, dia yang selalu mendapatkan apa yang dia inginkan dan dia yang selalu berada diatas orang lain sebenarnya kalah oleh seorang bocah ? Ini tak bisa diterimanya.


Flame Emperor kemudian mengirimkan transmisi suara karena informasi ini cukup rahasia.


"Kaisar ini akan mengirimkanmu kedekat Tower Spirit berada, hasil yang akan kau peroleh bergantung pada usahamu sendiri, apakah itu skill celestial jiwa atau hanya skill level 1 belaka, semuanya tergantung padamu." Sifat Tower Spirit yang arogan dan sombong pasti akan sulit untuk mendapat sebuah manfaat darinya, jika Shin tak sengaja membuatnya marah mungkin dia tidak akan mendapat manfaat dari acara ini.


Shin belum bisa mengirim transmisi suara dan hanya menatapnya kembali, jika dia mengagguk maka kehebohan akan terjadi. Tindakan bijaknya ini bahkan menyebabkan Flame Emperor terkagum-kagum dan diam-diam memuji dalam hati.


Dengan lambaian tangannya platform berputar kencang dan berdengung, para ahli tiga kekuatan besar kemudian merasakan ada sesuatu yang menarik tubuhnya keluar dan berusaha melawannya sekuat mungkin.


"Terus seperti itu atau kalian tidak akan masuk kedalam sana !" Flame Emperor memberikan peringatan keras, mereka akhirnya merelakan nasibnya sendiri dan Flame Emperor kembali berkata tepat sebelum mereka masuk.


"Waktu kalian hanya satu jam ! Kalian akan otomatis keluar tak peduli apa yang kalian dapat setelah satu jam dan kalian hanya bisa ambil satu." Walau sedikit terlambat tapi untungnya semua orang berhasil mendengar kalimat ini tepat waktu, mereka tampak tidak terlalu peduli dengan ini karena satu jam itu lumayan lama tapi tidak dengan Shin, dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya agar bisa meyakinkan Tower Spirit didalam sana. Tanpa bisa berpikir lebih jauh lagi tubuh mental Shin dan mereka berempat dipindahkan kedalam Skill Tower. Suara berdengung hilang dan lotus berhenti berputar, mereka tampak seperti sedang pingsan saat ini dan sangat rentan, karena inilah ada penghalang disetiap lotus.


Didalam Skill Tower...


Shin sudah sangat terbiasa dalam wujud tubuh mental ini, bagaimana tidak, umurnya dalam tubuh mental bahkan melebihi umur aslinya jadi dia sangat nyaman dan bebas bergerak dengan begini.


Saat Shin membuka matanya dia berada di sebuah ruang hampa berbintang yang sangat indah, sejauh mata memandang hanya ada langit biru gelap dengan bintang berserakan dimana-mana, Shin ingin menikmati pemandangan ini sedikit lebih lama namun waktu tidak berpihak padanya.


Seperti kata Flame Emperor, mereka semua akan mendapatkan satu skill acak menurut keberuntungan mereka. Saat Shin menatap langit berbintang salah satu bintang ini jatuh dan dengan cepat berada di tangan Shin, ini adalah skill yang didapat dengan keberuntungannya. Shin kemudia membuka gulungan ini dan melihat skill apa ini.


"Dragon Breath, sebuah skill yang mengizin penggunanya mengeluarkan napas api yang setara dengan napas naga, merupakan skill terestrial manusia. Tak kusangka keberuntunganku tak seburuk itu." Walau hanya tingkat terendah dari skill terestrial jika ini dimiliki salah satu empat kekuatan besar mereka akan dengan mudah menjadi yang terkuat dan bahkan ini akan jadi warisan mereka selama ratusan tahun. Tapi ini bukanlah tujuan Shin datang kemari, dia kesini untuk bertemu dengan Tower Spirit dan mendapatkan skill celestial jiwa !!


Dilain sisi Ying Ai sedang menikmati pemandangan disini dan tidak berniat mencari skill yang lebih kuat.


"Apakah ini skill milikku ? Biar kubaca dulu..." Ying Ai kemudian membaca tulisan di slip giok yang didapatkannya.


"Blazing Orb ! Membentuk sebuah orb api yang mengandung kekuatan dari pengguna, orb berguna sebagai amplifikator dan meningkatkan kontrol atas api. Tidak untuk dilemparkan tapi dimanfaatkan kegunaannya. Bisa ditingkatkan dengan divine flame. Tanpa divine flame adalah skill terestrial roh dan bisa setara dengan skill celestial langit jika ditambah divine flame !" Jika keberuntungan Shin adalah mendapatkan item yang menentang surga dan itu juga harus dilalui dengan ujian dan rintangan keras yang harus dia lewati disebut keberuntungan surgawi maka keberuntungan Ying Ai disebut apa ? Mendapat skill yang akan setara dengan skill celestial tanpa ujian atau susah payah harus kubilang apalagi. Dan dia bukan hanya akan mendapatkan ini, dia akan dapat skill celestial jiwa, warisan dari Flame Emperor dan yang paling penting adalah divine flame !! Oh, jangan lupakan tentang Violet Goddes Divine Armor miliknya dan semua ini di lakukan tanpa susah payah ! Kecuali divine flame. Ada ujian untuk itu.


Dilain sisi Dou Yehan hanya mendapat skill level 10, walau ini adalah harta karun tak ternilai didunia luar itu sama banyaknya dengan bintang-bintang disini, dia menghancurkan skill level 10 itu dan berniat mencari skill lain.


Kembali pada Shin....


Shin mencari-cari disekitarnya tempat yang mungkin menjadi tempat tinggal dari Tower Spirit berada dan dia tidak bisa menemukan tempat yang lebih cocok daripada itu.


Di angkasa ini ada sebuah gerbang besar ratusan meter berbahan perak dengan ukiran dan pahatan iblis dan makhluk mengerikan lainnya, gerbang yang tampak mengarah pada neraka kesembilan ini berdiri tanpa peduli dengan sekitarnya. Gerbang ini tertutup rapat dan tidak membiarkan siapapun mendekatinya.


Shin kemudian mendekati gerbang ini, dia tampak sekecil semut saat berdiri dihadapan gerbang perak besar ini dan tampak tidak signifikan. Shin tidak mengetahui apa yang menantinya namun dia malah makin bersemangat dengan ini, dengan begini peluang keberhasilannya memasuki purgatory makin bertambah.


"Apa yang kau lakukan bocah !! Enyahlah !!" Suara keras dan sangat kejam berasal dari dalam gerbang ini. Shin kemudian nyengir bukannya takut.


"Buka gerbang ini dan biarkan aku melihat wujudmu !!"


"Jangan harap ! Kalau kau ingin skill celestial dariku maka buang jauh-jauh harapanmu, aku tidak akan membiarkan siapapun masuk kedalam sini !!!" Suara membuka celah besar yang bisa dimanfaatkan Shin.


"Oh, apa kau takut ?"


"Cemoohanmu tidak akan berguna !" Suara itu tidak berniat membiarkan Shin masuk kedalam.


"Kalau bukan takut lalu pengecut ! Bukan, tapi orang payah yang hanya berlindung bagai kura-kura dalam tempurung ! Flame Emperor bilang kau menakutkan tapi nyatanya hanya sosok pengecut rendahan biasa, aku bahkan tidak mau menemuimu apalagi menerima skill dari pecundang sepertimu !!" Shin berniat memancing kemarahannya dan dia telah berhasil.


"Jadi kau dikirim oleh Flame Emperor ******** itu... aku ingin lihat wajah putus asa milikmu !!" Gerbang kemudian terbuka dan gaya hisap yang sangat kuat memaksa tubuh mental Shin masuk kedalam sana.


Gerbang langsung tertutup tepat ketika Shin masuk kedalam sana. Shin membuka matanya dan dia merasa seperti di neraka, lahar yang mengalir dimana-mana dan gunung berapi yang terus memuntahkan isinya dibarengi dengan tanah berkobar hebat, pemandangan yang bisa menyebabkan siapapun kehilangan harapan ini dianggap tidak signifikan oleh Shin, rasa panas disini jauh daripada didalam purgatory.


"Bagaimana bocah, bukankah kau ingin menyerah sekarang ? Kau ingin pergi dan keluar dari sini kan ? Tapi tidak bisa, kau akan selamanya terkurung didalam sini !!" Suara itu tampak bergema dilangit dan tidak jelas darimana asalnya.


"Menakutkan apanya, ini hanyalah kolam air hangat dengan sedikit sound effect dentuman." Jika dibandingkan dengan purgatory memang begitu hasilnya. Wajah Shin yang tetap tidak berubah ini bahkan menyebabkan suara ini sedikit percaya dengan kalimatnya.


"Meski begitu apakah kau mau membusuk disini selamanya ?" Suara itu berkata dengan acaman kuat.


"Kau hanyalah roh pengecut belaka yang bahkan tidak mau menunjukkan wujudnya sendiri. Apa wajahmu terlalu jelek untuk ditunjukka pada dunia ? Apa kau selalu dihina dengan wajahmu itu dan jadi trauma karenanya ? Oh, apakah kau dipermalukan oleh Flame Emperor dan ketakutan olehnya hingga bersembunyi didalam tempurung ?" Shin ingin memancingnya keluar agar dia mendapat kejelasan tentang ujian yang akan dihadapinya.


"FLAME EMPEROR !!!! MATI !!!" Dua kata "Flame Emperor" telah menimbulkan gejolak besar dihatinya dan membuat kemarahannya memuncak, suaranya tidak terdengar lagi tapi wilayah disini menjadi bergejolak, gunung meletus dan lahar mendidih dan meletup-letup. Kemudian semua lahar disini naik keudara dan membentuk sebuah tirai yang seperti tsunami ini, setelah mencapai ketinggian yang cukup tsunami lava kehilangan penahannya dan jatuh kearah Shin dengan ganas dan sesosok raksasa humanoid dengan dua tanduk dan tubuh hitam yang seolah terbuat dari logam memegang sebuah pedang hitam besar, sosoknya ini bagaikan raja neraka yang kejam nan keji.


Ekpresi Shin masih tetap tenang bahkan senang melihat kemunculan dari sumber suara tadi tanpa peduli dengan tsunami puluhan meter yang menuju ke arahnya.


"Mati dan temuilah Flame Emperor dineraka !!" Raksasa itu berkata dengan suara yang memekakan telinga.


"Heh, hanya kolam ombak biasa." Shin tetap merendahkan tsunami yang mengarah padanya.


Blaar!


Tirai lava jatuh dan suara gemuruh keras terdengar dan Shin masih tetap tenang, tsunami kian mendekat namun dia tidak bergerak.


Lima puluh meter.....


Dua puluh meter....


Lima maeter....


Ketika aliran lava kian mendekat dia mengarahkan tangannya kedepan dan aliran lava hanya mengalir melewatinya tanpa sedikitpun menyentuhnya, Shin menyeringai dan menatap raksasa ini.


"Itu... Mental Wall !!" Meski energi mental tidak berguna untuk bertarung secara langsung tapi kegunaannya dalam pertarungan berbeda dengan cara biasa, ini bisa menjelajahi mental orang lain dan mengetahui informasi rahasia lawan, ini disebut sebagai Mental Observation, dan untuk melawannya ada penghalang mental yang disebut Mental Wall seperti Shin tadi. Karena ini adalah dunia mental maka keahlian mental bisa digunakan secara bebas.


"Kau....apa kau melatih tubuh mental milikmu ?" Tsunami sudah dia kembalikan dan dia mengacungkan pedang besarnya pada Shin.


"Tidak, aku mengolah tubuh jiwa !" Kata Shin.


"Jangan bohong !! Seni yang mengolah tubuh jiwa hanya ada sedikit bahkan di era primordial dan bahkan sekarang sudah menghilang. Sebutkan seni apa yang kau kultivasikan !!?" Selain dari skill disini dia sebagai roh yang menjaga skill tentunya mengetahui betapa langkanya seni yang mengolah tubuh jiwa, meski dia berasal dari era kuno dia adalah sebuah roh, pengetahuannya jauh lebih banyak.


"Kenapa aku harus memberitahumu ?" Seni ini terlalu penting baginya.


"Aku akan melepaskan atau membunuhmu tergantung jawabanmu !"


Serelah berpikir sejenak Shin akhirnya memutuskan untuk bicara toh dia tidak bisa bohong.


"Nine Purgatory Body !"


Tiga kata ini telah membuat sosok menakutkan ini tersentak hebat, pedang ditangannya jatuh dan seakan tak percaya dengan ini dia berkata demikian.


"Tak mungkin ! Skill pengolah jiwa terbaik sekaligus tersulit bagaimana bisa jatuh ditanganmu !!? Mengingat kekuatan mental milikmu kau sudah melewati lapis pertama, ini tidak mungkin !! Kau bahkan baru berumur sebelas tahun dan sudah menyelesaikannya, lelucon macam apa lagi ini." Dia menunjuk Shin dengan jari besarnya dan kalimatnya mengandung sedikit kesalahan.


"Aku akan melewati lapis pertana."


"Kekuatan mentalmu tidak akan membohongiku kecuali...." Dia semakin tak percaya.


"Ya, aku hanya melewati Paviliun Mental." Shin tersenyum puas.


"Baiklah, ini skill celestial surga milikmu !" Raksasa itu kemudian melemparkan sebuah slip giok ungu pada Shin.


Shin menangkapnya dan sangat tidak mengerti apa yang telah terjadi saat ini, bagaimana bisa orang yang menyeramkan ini tiba-tiba jadi baik ?


"Enn... apa maksudnya ini ?" Shin kebingungan sekaligus senang, dia bisa mendapat skill yang dia mau tanpa susah payah.


"Ujianku terlalu mudah untuk orang yang sudah menyelesaikan Paviliun Mental, kau ambil saja dan pergi dari sini." Raksasa ini bicara dengan lembut.


"Ujian apa dan kenapa kau tahu tentang semua ini ?"  Semua pengetahuan ini memang hanya diketahui segelintir orang saja.


 "Yah sikapku dari awal sampai tadi adalah ujiannya, aku hanya menakutimu saja. Aku bisa tahu semua ini karena aku adalah sebuah roh yang menjaga skill walau tidak semua tapi ada beberapa skill langka yang aku tahu, termasuk skill milikmu."


"Lalu skill macam apa ini ?" Tanya Shin, pastinya skill celestial jiwa bukanlah skill biasa-biasa saja.


"Namanya Violet Annihilation, aku tidak akan menjelaskan detailnya toh kamu akan coba sendiri." Shin sedikit kecewa dengan jawabannya tapi dia sedikit memikirkan kehebatan dan efek penghancuran dari skill ini hanya dengan mendengar namanya saja.


"Terima kasih karena telah memudahkanku mendapatkan skill ini." Shin memberinya penghormatan.


"Ya ya ya, cepat pergi dari sini." Dia mengibaskan tangannya seolah mengusir Shin dari sini. Sikapnya yang arogan ini memang tidak pernah berubah, Shin bahkan menyesal memberinya penghormatan tadi.


Gerbang perak dibelakang Shin kembali terbuka dan tanpa menunggu apapun lagi dia langsung keluar dari sana.


Shin kembali ke langit berbintang dan hanya tinggal menunggu dikeluarkan dari sini, dia membuang skill Dragon Breath jauh-jauh dan Violet Annihilation masih ada digenggamannya, dia hanya bisa membawa satu keluar sana.


Diluar sana keenam ahli master masih tetap berada disini menunggu hasil disana walau harus pergi sebentar lagi.


"Jangan terlalu khawatir Martial Master, tidak ada yang bisa menyakiti muridmu disana." Kata Yi Lei.


"Aku khawatir tentang orang-orang disini yang tidak bisa menjaga ucapannya." Setelah acara tadi Feng Li jadi makin waspada terhadap siasat mereka.


"Kami tentunya tidak serendah itu, lagipula kami masih harus bersiap soal penyerangan Tiga Evil Region, tidak mungkin menyia-nyiakan waktu disini." Dou Huang berkata meyakinkan.


"Hancur atau suburnya kekaisaran ini tidak ada hubungannya denganku, jika kau berani melakukan siasat seperti tadi aku akan berbalik melawan kalian !!" Ancamannya yang sangat keras ini harusnya berhasil membuat mereka semua ketakutan setengah mati, melawan enam master saat perang nanti memang tidak mungkin untuk dilakukan. Feng Li kemudian melesat terbang kearah rumahnya lagi kemudian diikuti Dou Huang dan kelompoknya.


Whooosh


Ketika semua orang berbalik terbang ada seorang ahli master yang memanfaatkan celah dan masuk kedalam sana !!