
Shin berjalan mengikuti arah yang ditempuh si bos tadi, karena kamp disini tidak terlalu banyak hanya ada sedikit belokan disini. Lagipula karena dia adalah pemimpin faksi ini tenda miliknya haruslah yang paling bagus disini. Shin tidak bisa istirahat atau sekedar memulihkan stamina, jika musuh berhasil menerobos ke tahap surgawi dia akan mati tanpa perlawanan.
Shin berjalan pelan dan sebisa mungkin memulihkan tenaga walau hanya secuil, sebagai serangan pertama sekaligus kejutan, dia membawa tombak di tangan.
Setelah beberapa saat perjalanan, sebuah tenda besar masuk dalam jarak pandangnya. Dia juga bisa merasakan fluktuasi aura yang melonjak sedang mencoba menerobos berasal dari dalam, dia sudah ada di tempat yang tepat.
Di radius lima meter dari sana, Shin melempar tombak dari jauh tepat ke sana. Saat orang mencoba menerobos, fluktuasi aura miliknya menjadi ganas dan tidak terkendali sehingga akan melonjak tajam, di fase inilah juga seorang ahli harus berada di kondisi yang tenang tanpa gangguan, jika tidak aura malah akan berbalik menyerang dan mengakibatkan luka dalam yang cukup parah. Serangan pertama Shin juga dimaksudkan untuk itu jadi kondisi keduanya kurang lebih sama.
Tapi lagi-lagi, itu hanyalah harapan dan angan-angan dari Shin. Ketika tirai tenda terbuka sebenarnya si bos hanya mengaktifkan auranya mencoba menipu Shin. Tangannya juga sedang memegang tombak yang tadi dilemparkan oleh Shin, jelas sekali kalau dia orang yang sangat berhati-hati dalam mencapai tujuannya.
"Sudah kuduga kalau kau menyembunyikan kekuatanmu bahkan aku tak mengira kau mampu membantai seluruh pasukanku. Tapi aku tahu bahwa kau sudah berada di batasmu kali ini, membunuhmu tidak akan jadi masalah besar." Si bos keluar dari tenda sambil mengambil twin axe miliknya, kapak kembar berwarna merah dengan sedikit warna hitam di sisi tajamnya. Aura ganas dan darah juga bisa dirasakan hadir didalam kapak ini, entah berapa banyak orang yang sudah mati karenanya.
Di tangan si bos yang juga sama gahar dan sangarnya, twin axe ini tampak sangat cocok dan harmoni antara keduanya bisa dibilang tinggi. Keganasan keduanya saling melengkapi dan jadi bertambah dua kali lipat, bahkan Shin sedikit gugup jika harus melawan musuh macam ini.
"Aku tidak tahu motifmu melakukan ini semua tapi yang pasti... kau akan mati hari ini !!" Si bos tentu marah besar ketika semua bawahannya dibantai begitu saja, dia mengayunkan kedua kapaknya ke depan, aura semerah darah muncul dan segera menerjang Shin.
Setiap salah satu dari serangan ini bisa menimbulkan luka yang cukup dalam bagi Shin, dia tidak berani menahannya dan langsung menghindar, sadar bahwa lawan diuntungkan dengan medan yang sempit, Shin berniat menggiringnya ke tempat dimana dia bertempur tadi, disana juga terdapat banyak senjata yang bisa digunakannya.
Shin berlari sekuat tenaga sambil menghindari serangan yang sanggup membunuhnya, segera si bos mengikuti Shin sambil beberapa kali menyerang, dalam prosesnya beberapa tenda rubuh atau terbelah.
Sepuluh menit singkat yang sangat menegangkan hati sudah terlewat, Shin kelelahan karena berlari dan mengambil salah satu tombak dari tanah, dia berbalik dan menatap si bos yang juga sudah sampai disini. Jika dia mau dia bisa membunuh Shin tadi, tapi yang dia mau adalah Shin menderita lebih buruk daripada kematian.
"Apa kau sudah puas berlarian ?"
"Aku hanya membawamu kesini sebagai penghormatan... setidaknya kau akan mati di tempat yang sama dengan bawahanmu !" Shin masih berlagak kuat walau sebenarnya sangat lemah.
"Hahaha.... dengan kaki yang gemetaran itu apa yang bisa kau lakukan !?" Si bos menunjuk kaki Shin.
"Aku bisa membunuhmu !"
Tanpa banyak bacot lagi Shin maju ke depan. Jujur, peluang Shin menang kali ini sangatlah kecil, satu serangan musuh bisa sangat melukainya sedangkan dia butuh puluhan hingga ratusan serangan untuk bisa membunuhnya, stamina dan daya tahan Shin sudah terkuras banyak dan tidak akan tahan satu jam lagi dalam kondisi biasa, jika sebentar saja dia memakai aura, staminanya akan terkuras lebih banyak. Borgol juga disembunyikan di lengan atas dan tulang kering, setidaknya dua bagian ini punya lebih banyak pertahanan dan damage tendangannya juga akan bertambah.
Si bos mengirim dua ayunan kapak yang cukup mudah dihindari tanpa banyak usaha, dengan cepat Shin sudah ada didepan si bos dan akan menusuknya dengan tombak di tangan, tapi supremasi ahli duniawi ditunjukan padanya, si bos mengeluarkan aura shield dan kedua kapak mengayun dari atas secara bersamaan. Ayunan dari jarak sedekat ini pasti memiliki damage yang jauh lebih besar daripada tadi. Jika Shin terkena ini tak diragukan lagi dia tidak akan memiliki tangan setelah ini.
Tanpa sempat menyerang, Shin sudah dipaksa mundur sekali lagi, tombak miliknya juga lebih pendek dari biasanya jadi dia terpaksa harus berada dalam jarak serang musuh. Shin kini berada tepat di samping jurang kematian, dia bahkan bisa melihat Raja Yama sedang menunggunya.
Disisi lain ada si bos dan Raja Yama menunggunya, disisi lain ada iblis yang bahkan lebih mengerikan dari keduanya sedang menunggu dan memperhatikan jalannya pertempuran ini. Kecuali Shin ada dalam kondisi kematian yang sesungguhnya, dia tidak akan muncul. Dalam latihan ini juga Zhu Long mendapat ultimatum dari Shen, dan isinya harusnya kalian sudah ketahui.
Bos mengirim beberapa ayunan lagi tepat setelah Shin mundur. Shin harus dengan terpaksa direduksi jadi tikus yang hanya bisa menghindar, si bos terus saja menyerangnya dari jauh karena pemandangan ini cukup menenangkan hatinya yang panas.
Sepuluh menit berlalu dengan hindaran Shin, banyak retakan yang cukup dalam terbentuk disini dan beberapa mayat yang tidak beruntung harus terpotong. Sadar bahwa kondisinya saat ini hanyalah membawa kematian, Shin memutuskan untuk membalas si bos dengan serangan.
Dia mengambil tombak yang masih utuh dan lari ke arah bos sekali lagi, dengan aura shield yang masih melindungi tubuhnya, bos masih terus saja menyulitkan gerakan Shin.
Sekali lagi Shin berada di depannya dan langsung mengirim beberapa tusukan cepat menggunakan tombaknya.
Trank!Trank!Trank!
Suara besi terdengar dan aura shield sama sekali tidak menunjukan tanda pecah, hanya ada beberapa retakan kecil tercipta. Ini adalah salah satu efek dari penguasaan tongkatnya yang sangat tinggi.
"Lumayan juga, bakatmu haruslah jadi sangat tinggi. Bahkan dalam faksi-faksi besar itu kau akan diberi kemewahan ekslusif, sayangnya kau harus menyinggungku sedemikian rupa. Biarkanlah aku mencoba bagaimana rasanya membunuh seorang jenius !" Dia mengayun kapaknya dari kiri dan kanan, jika ini berhasil maka kepala Shin akan terpenggal, mengingat perbedaan tinggi badan keduanya.
Shin tidak seperti sebelumnya, dengan kondisi battle nirvana ini dia memutuskan untuk berjongkok, dengan begini dia masih bisa menyerang musuh tanpa perlu mundur.
Shin mengarahkan tubuhnya ke bawah dan berjongkok, dua kapak hanya menebas udara kosong. Shin mengacungkan tombaknya dan menusuk beberapa kali bagian yang sudah diserang olehnya tadi.
Shin terdorong mundur cukup jauh dan si bos telah mengirim dua serangan lagi, tidak punya waktu untuk menghindar Shin tidak punya banyak cara untuk digunakan, dia hanya bisa melanggar batasannya sendiri.
Dia menggunakan aura dan mengirim ke tangannya, dengan dua tinju Shin menangkis serangan ini, tapi dampak dari penggunaan aura secara singkat ini langsung dirasakan olehnya. Tubuhnya kian melemah dan staminanya apa lagi.
"Apa kau tidak bisa menggunakan aura milikmu bocah ? Ataukah kau sedang diborgol ? Menimbang kelakukanmu motif latihan memang pas, tapi apa kau memandang rendah kami hanya karena kami adalah faksi kecil !!? Asal kau tahu saja, objek latihan ini bisa membunuhmu dengan mudah !!" Direndahkan dan dihina sebagai objek latihan sangat mencoreng harga diri dan prestise kelompoknya, tadinya dia hanya ingin menyiksa Shin agar arwah bawahannya bisa tenang, tapi setelah menebak motif Shin dia tidak bisa lagi menahan amarahnya.
Shin bangkit dengan kepayahan sedangkan si bos berjalan pelan dengan kapak diarahkan ke bawah. Dia tanpa pertahanan aura shield karena itu hanya bisa digunakan saat diam. Shin mengambil langkah lebih dulu dan maju, dengan modal tekad dan nekat tingkat tinggi, dia menantang si bos sekali lagi.
Shin menusuk si bos beberapa kali dan dengan mudah itu ditepis oleh kapaknya, kualitas dua senjata ini berbeda jauh, setelah beradu beberapa kali tombak sudah mulai tumpul dan tergores.
Si bos mengarahkan punggung kapak ke atas yang juga membawa tombak Shin, dengan kapak lainnya dia mematahkan senjata utama Shin.
Trank !
Tombak jatuh dan Shin hanyalah menggenggam batang besi yang cukup panjang, melihat hal ini Shin tentunya senang, dia lebih berpengalaman dengan tongkat daripada tombak, karena dia dilarang memakai Arhat Staff tongkat besi ini bukan pilihan yang buruk.
Celah yang cukup lebar terbuka ketika si bos menyerang, tanpa pikir panjang Shin mengayunkan tongkat besi di tangan ke tubuh si bos. Untuk pertama kalinya serangan Shin bisa mengenainya, dia mundur tiga langkah dan sedikit tersentak.
Shin melesat ke depan dan kali ini mengincar keseimbangannya, Shin sadar bahwa tak mungkin mengalahkannya dalam waktu dekat, dia hanya bisa menggunakan kerusakan yang menumpuk.
Shin menyerang tulang keringnya dengan tongkat ini walau hanya sedikit kerusakan yang ditimbulkan, dengan cepat Shin mengayunkan tongkatnya beberapa kali ke bagian tubuh lain, gaya serangnya yang ganas dan tanpa ampun ini tak lepas dari teknik bela dirinya.
Puas dipukuli oleh Shin, si bos membalas dengan beberapa ayunan yang cepat, Shin menepis semuanya dengan sempurna, dia tidak membenturkannya langsung dengan sisi tajam tapi dari bawah atau bahkan menyerang pergelangan tangan si bos. Penguasaannya dengan tongkat bahkan melebihi penguasaan kapak si bos.
Shin yakin bahwa dengan ini dia akan bisa meraih kemenangan, dalam beberapa pertukaran ke depan Shin memegang keunggulan dan melancarkan beberapa serangan telak, sayangnya si bos juga berhasil menyerang Shin, sebuah luka yang cukup dalam timbul di dadanya.
Ketahanan dari tongkat ini tidak terlalu tinggi, hanya setelah dua puluh menit pertarungan itu sudah patah ketika digunakan, Shin ingin mengambil lagi tapi sadar bahwa itu tidak mungkin. Kini Shin hanya bisa bergantung pada teknik bela dirinya.
"Kuakui kau cukup hebat tadi, teknik tongkatmu sudah melebihi teknik kapak milikku. Tapi apa yang bisa kau lakukan sekarang ?" Si bos masih belum tahu fakta bahwa Shin sebenarnya adalah martial artist.
Shin tidak menjawabnya dan langsung melesat ke arahnya lebih dekat lagi, Shin langsung menyiku si bos dan dia mundur beberapa langkah, Shin mengikutinya dan kini menendang tulang keringnya sekali lagi, borgol besi yang disembunyikan telah menambah damage tendangannya, ditambah dengan beberapa kerusakan sebelumnya itu akan jadi sebuah serangan yang kuat.
Si bos keseimbangannya terguncang dan terjatuh ke belakang, Shin kembali menyerang tanpa ampun, dia menendang pipi kiri dari si bos dengan kakinya sekali lagi, tanpa bisa menahannya tubuh si bos terlempar ke kanan beberapa meter, dalam titik pendaratan dia kehilangan keseimbangan dan terjatuh.
Tak memberi lawan sebuah napas, Shin sudah ada di depannya lagi, dengan kedua tangannya mengayun dari atas, dengan kejam kedua tangannya menghantam dada dari si bos yang membuatnya seketika menyemburkan seteguk darah segar. Shin menduduki tubuh si bos dan bersiap melakukan serangan finishing, sayangnya sebuah ayunan kapak keburu menyerang dirinya. Shin tidak sempat bereaksi dan ayunan ini mengenainya.
Perut Shin terkena ayunan ini dan lukanya juga cukup dalam, darah mengalir membasahi pakaiannya dan luka menganga dibalik bajunya. Ayunannya cukup panjang dan untungnya tidak mengenai titik vitalnya.
Shin melangkah mundur menjauhinya, dia merobek bajunya yang sudah compang-camping dan menggunakannya sebagai perban sementara, rasa sakit yang dirasakannya juga untungnya bisa dia tahan.
Setelah menutup lukanya dia kembali fokus pada pertarungan, si bos juga sudah bangkit dari sana dan menyiagakan kedua kapaknya.
"Kau adalah musuh yang kuat, aku akui itu. Sebagai penghormatan terakhir, biar kutunjukan padamu skill terlarang yang kumiliki. Kita akan mulai ronde terakhir pertarungan !" Setelah dia berkata seperti ini kedua kapaknya mengeluarkan cahaya merah darah dan aura membunuh yang kuat, aura yang kuat ini kemudian menyatu dengan aura dari si bos sendiri yang menyebabkannya lebih ganas dan lebih kuat daripada sebelumnya.
"Inilah mode tarungku yang sesungguhnya, BERSERKER !!" Matanya merah dan auranya merah kehitaman, dia layaknya seorang gila perang dan gila darah yang mendedikasikan seluruh hidupnya hanya untuk bertempur. Keganasannya melebihi beast dan tidak akan bisa dihentikan sebelum dia atau musuhnya mati. Tentu saja ini bukan tanpa kekurangan, setelah stimulan kekuatan ini berakhir kekuatan aslinya akan turun dan menjadi sangat lemah, apalagi dibutuhkan sejumlah esensi darah untuk mengaktifkannya.
Si bos melompat ke depan dan kedua kapak miliknya sudah siap menyerang. Shin melihat perubahan dari musuhnya dengan ngeri, dengan kondisinya yang hilang akal Shin tidak akan bisa bertahan setengah menit kalau melawannya.
Bermaksud untuk mengakhiri pertarungan saat ini, Shin juga akan melakukan hal yang sama, dia mengaktifkan seluruh aura yang dia punya dan menyerap aura bumi sebanyak yang dia bisa. Segera tekanan menjadi maksimal 200 ton tapi Shin masih bisa tahan beberapa menit.
Kemenangan dan kekalahan, kehidupan dan kematian... akan diputuskan dalam ronde terakhir ini !!!